Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 30


__ADS_3

Adrian bangun pagi seperti biasanya. Hari ini untuk pertama kalinya dia akan pergi ke perusahaan. Bagaimana pun juga perusahaan itu hasil jeri payahnya. Jadi tuan Arya ingin dia mulai bekerja kembali, meskipun masih amnesia. Paling tidak dia bisa belajar kembali.


Dia turun dari kamar setelah siap dengan apa yang ia pakai. Dia Langsung menuju ruang makan. Di sana keluarganya sudah menunggu. Termasuk Oma Desi dan Mikha. Ternyata gadis itu menginap dirumahnya.


Melihat kedatangan Adrian, Mikha terpesona hingga tidak memperhatikan kesopanannya . Dia langsung berteriak yang membuat semua menoleh kearahnya.


" Kya.... gantengnya. Love you Rian!" teriak Mikha.


" Biasa aja kali... kayak nggak pernah lihat cowok ganteng saja," cibir Diandra.


Dia masih kesal dengan gadis di depannya. Gadis seperti ini ingin menjadi calon kakak iparnya. Mimpi saja! cibir Diandra dalam hati dengan senyum sinis


" Tapi emang ganteng banget... sumpah!" jawab Mikha percaya diri .


Mikha langsung menarik kursi kosong yang ada di sampingnya. Dia berharap Adrian bisa duduk di sampingnya.


Adrian mendudukkan dirinya di kursi kosong di samping Saskia dan juga Faisal. Dia tidak memperdulikan Mikha .


Sebenarnya Saskia sudah pernah menikah. Dia menikah usia muda. Tapi hubungannya harus kandas ketika memergoki suaminya berselingkuh dengan wanita yang ia kenal sebagai sahabat baik suaminya. Sejak mengetahui perselingkuhan suaminya dia langsung menggugat cerai. Saat ini dia kembali hidup bersama keluarganya.


" Kenapa malah duduk di situ Rian? Mikha sudah _"


" Maaf Oma... lebih baik sekarang kita makan!" kata Adrian dengan dingin.


Mereka pun makan dengan khidmat. Tidak ada suara apapun selain dentingan sendok dan garpu.


" Kamu hari ini jadi kan ke perusahaan?" tanya tuan Arya Setelah menghabiskan makanannya.


" Seperti yang sudah ayah bilang. Dari pada tidak ada kegiatan sama sekali lebih baik mempelajari sesuatu yang berharga."


" Gimana kalau besok saja. Hari ini kamu antar Oma dan Mikha pulang," kata Oma Desi yang menyahut pembicaraan sepasang ayah dan anak itu.


" Maaf ....saya lebih baik ke kantor. Lagi pula saya juga masih belum mengingat jalan. Yang ada malah kesasar atau lebih parah lagi kecelakaan. Lebih baik Faisal yang antar," jawab Adrian.


Faisal langsung melotot. Tentu saja dia menolak.


" Mana bisa... aku ada kelas pagi hari ini. Lebih baik Oma diantar supir."


" Aku berangkat dulu sayang," kata tuan Arya pada istrinya tanpa memperdulikan ucapan mertuanya. Baginya mertuanya masih seperti dulu yang egois dan ingin menang sendiri.


Beliau langsung berdiri diikuti Nyonya Dania dan juga Adrian. Mereka langsung melangkah keluar. Tidak lama setelah itu Diandra , Saskia dan juga Faisal menyusul. Kini tinggal dua orang yang masih ada di ruang makan yang tak lain adalah Oma Desi dan juga Mikha.


" Bagaimana ini Oma, sepertinya Adrian tidak tertarik sama sekali terhadap saya ."


" Jangan khawatir sayang... jalan masih panjang. Oma akan pastikan cucu Oma akan menikah dengan mu?"


" Oma yakin?" tanya Mikha.


" Yakin lah. Lagian sekarang dia masih amnesia, dan kekasihnya pun sudah mempunyai kekasih. Kamu masih mempunyai kesempatan untuk masuk kedalam hatinya."


" Oma benar, aku juga akan berusaha agar Adrian menjadi milikku."


Dua orang itu tidak mengetahui jika Nyonya Dania mendengar obrolan mereka. Nyonya Dania sampai mengelus dadanya melihat tingkah laku Mamanya yang tidak pernah berubah. Suka menjodohkan seseorang seenaknya.


Nyonya Dania tidak jadi masuk ruang makan. Beliau malah melangkah menuju kamarnya.


Adrian sekarang berada di mobil bersama Papanya dan juga sang sopir. Suasana cukup hening, sampai tuan Arya mengatakan sesuatu.


" Bagaimana perasaan mu?"

__ADS_1


"Biasa saja sih."


" Aku sudah mendengar tentang kejadian semalam. Apakah kamu meragukan Rara?"


" Maksud papa?"


" Mungkin saja kamu terpengaruh ucapan Oma mu."


" ... "


" Sekarang kamu pikir baik-baik, apa mereka menyekap dan menghalangi mu untuk keluar dari desa itu?"


" Tidak pernah seperti itu. Saya bebas pergi kemana pun. Aurora dengan segala kegiatannya dan juga kakek yang sibuk dengan kliniknya."


" Memangnya Rara mempunyai kegiatan apa saja?"


" Setiap pagi dia sering kehutan. Dia di hutan bisa hanya sebentar, kadang juga sampai seharian. Selain itu dia juga membantu kakek di klinik."


" Rara bisa ilmu kedokteran?"


" Sangat mahir."


" Terus apa yang kau lakukan?"


" Tentu saja .... mengikutinya," jawab Adrian dengan tersenyum.


" ha ha ha ha kamu tahu... aku lebih menyukai sikapmu yang sekarang. Kamu lebih hangat dan nyaman."


" Memangnya bagaimana dengan sikapku yang dulu ?"


" Sama persis seperti tadi pagi, dingin dan datar. Aku saja sebagai orang tua jarang bisa ngobrol seperti ini."


" Tapi bersikaplah hangat hanya untuk orang tercintamu, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kadang sikap hangat kita pada seorang lawan jenis akan menimbulkan salah paham."


" Aku mengerti."


" Good job son 👍!"


Tanpa terasa kini mereka sudah sampai di depan gedung tempat Adrian dulu menjalankan perusahaannya. Tuan Arya dan Adrian langsung keluar dari mobil.


" Tuan Adrian!" kata seseorang dengan shock.


" Selamat pagi!"


" Selamat pagi tuan Arya!"


" Jangan kaget begitu."


" Bagaimana tuan Adrian bisa kembali hidup?"


" Alhamdulillah ternyata Alloh masih memberinya kesempatan."


" Selamat datang kembali tuan!" kata orang itu dengan tulus.


" Terimakasih... silahkan lanjutkan pekerjaan anda lagi!"


" Baik."


Adrian dan juga tuan Arya langsung menuju resepsionis. Seperti ekspresi orang tadi, dua wanita yang bekerja sebagai resepsionis langsung melotot dan membuka mulut mereka secara kompak.

__ADS_1


" Awas nanti ada lalat yang masuk," gurau tuan Arya yang tidak bisa menahan tawanya.


" Maaf tuan... ada yang bisa saya bantu?"


" Apakah Romi ada ditempat?"


" Beliau ada di ruangannya."


" Baiklah terimakasih."


Yuan Arya pun mengajak Adrian langsung menuju ruangannya yang kini ditempati oleh Romi. Sepeninggal mereka dua resepsionis itu langsung bergosip.


" Itu beneran tuan Adrian kan?"


" Tadi aku perhatikan sih kakinya napak lantai jadi sudah pasti itu bukan hantunya tuan Adrian."


" Sampai segitunya?"


" Ya iyalah... lagian bukankah waktu itu jasadnya sudah terkubur kok bisa hidup lagi?"


" Jangan-jangan...!"


" Jangan-jangan apa ?"


" Entahlah... lebih baik kita kerja."


" Huh!"


Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka dengan sesekali melanjutkan pekerjaannya.


Sedangkan Adrian kini sudah ada di depan meja sekretaris yang kebetulan ada di depan ruangan CEO.


" Tuan Adrian!" pekik sang sekretaris.


" Selamat pagi Kania," sapa tuan Arya sedangkan Adrian hanya diam saja sambil menampilkan wajah datarnya.


" Selamat pagi tuan. Ada yang bisa saya bantu?"


" Romi ada di ruangannya kan?"


" Ada tuan ... silahkan anda masuk!"


Tok tok tok Kania mengetuk pintu ruangan Romi.


" Masuk!"


" Maaf tuan ada tuan Arya dan juga_"


" Tuan Adrian?" tanya Romi memotong ucapan sekretarisnya.


" Benar tuan."


" Suruh mereka masuk !"


" Baik tuan."


" Silahkan!"


" Apakah kami mengganggu kesibukan mu?"

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca karya saya🙏🙏🙏


__ADS_2