Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 90


__ADS_3

Setelah membeli cincin pernikahan, Adrian dan Aurora juga fitting gaun pernikahan. Pernikahan mereka rencananya akan diadakan dua Minggu mendatang . Waktu yang sangat singkat memang . Tetapi itulah yang disepakati oleh kedua orang tua Adrian dengan Oma Aurora yang memang menginginkan sang cucu segera menikah.


Oma sangat senang saat Aurora dilamar . Akhirnya keinginannya benar-benar terwujud . Aurora yang tidak ingin membuat Oma dan Omanya sedih dan kecewa lantas menuruti tanpa protes.


Sebenarnya Aurora dan Adrian sudah terima beres . Semuanya diatur oleh orang tua . Mereka hanya tinggal menerima beres . Aurora juga masih kuliah dengan baik . Selain itu dia juga sesekali melihat keadaan perusahaan.


Hari ini Aurora melakukan perawatan tubuh . Sepulangnya dari kuliah , Tante Ratna membawanya ke salon guna merawat tubuhnya sebelum pernikahan. Aurora bahkan tidak bisa menolaknya. Selain Tante Ratna, Reyna pun turut bersama mereka.


" Akhirnya.... lihat wajahmu semakin bersinar sekarang," ucap Tante Ratna begitu Aurora selesai perawatan.


" Tante bisa saja ," jawab Aurora santai . Padahal dalam hati membenarkan ucapan tantenya. Badannya terasa lebih rileks. Wajahnya pun nampak bersinar.


" Kita langsung pulang atau makan dulu ?"


" Makan !"


Setelah keluar dari salon mereka mencari tempat makan terdekat . Ternyata di seberang salon ada penjual mie ayam . Mereka pun jalan kesana untuk membelinya.


Pengunjungnya ternyata cukup ramai . Mereka mencari tempat yang kosong sebelum memesannya. Ternyata masih ada tempat kosong yang ada di depan . Mereka pun melangkah kesana .


" Biar Aurora saja yang pesan , Tante sama Reyna disini saja . Pesen mie ayam kan ?" tanya Aurora.


" iya samain saja , " jawab Tante Ratna.


Setelah memastikan pesanan Tante Ratna dan Reyna , Aurora berjalan ke arah penjual yang sedang meracik mie ayam buat pelanggan.


" Mie ayamnya tiga ya pak ?" pesan Aurora.


" Pake apa mbak , bakso , ceker atau iga ?" pertanyaan penjual membuat Aurora bingung.

__ADS_1


" Terserah deh pak ... yang penting ma enak ," jawab Aurora akhirnya.


" Kalau begitu mbak tunggu saja di tempat. Nanti biar diantar."


" Ok .... sekalian minumnya juga ya pak !"


" Beres !"


Aurora kembali ke tempat duduknya. Reyna nampak sedang memainkan ponselnya. Sedangkan Tante Ratna sibuk melihat kesekeliling.


" Tante suka iga apa bakso ?"


" suka semua sih Kenapa?"


" Kalau Reyna ?"


" Oke deh kalau begitu.Sebenarnya tadi ditanya penjual mau dikasih ceker , iga apa bakso gitu ."


" Terus kakak jawab apa ?"


" Ya kakak jawab , terserah yang penting enak ," jawab Aurora jujur .


" Kok gitu ?"


" Habisnya kakak malas bolak-balik."


" Tapi nanti Reyna pilih yang ada baksonya loh ya ?"


" Sip 👍!"

__ADS_1


" Seminggu lagi pernikahan mu di gelar , mulai besok kamu sudah mulai harus dipingit loh !" pesan Tante Ratna dengan serius.


" Terus kuliah ku gimana?"


" Ya masih kuliah sih.... nggak masalah. Yang penting kalian nggak ketemuan diam-diam ."


" Tenang saja ...Abang sekarang lagi sibuk-sibuknya kok . Jadi aman ," ucap Aurora santai .


" Sibuk apaan ... tadi pagi aja , habis subuh udah nongol ," sindir Reyna .


" Nanti kak Rara bilangin deh !"


" Harus itu ," peringat Tante Ratna.


" Silahkan!"


Aurora bernafas lega saat pelayan menghampiri mereka dengan tiga mangkok mie ayam di tangannya.


" Terimakasih," ucap Aurora sambil mengambil mangkok bagiannya. Sebab Tante Ratna dan Reyna sudah mengambil terlebih dahulu . Ternyata masing-masing mangkok terdapat bakso , iga dan juga ceker .


" Porsi besar ini ma ," kata Reyna sambil mencicipi rasa mie ayam pilihannya.


" Enak ... gurih !"


" Baksonya lembut .. Reyna suka !"


" Kalau Tante ma lebih suka iganya. dagingnya nggak alot ... enak !"


Mereka menikmati mie ayam itu dengan terus mengomentari rasanya. Setelah itu mereka langsung pulang .

__ADS_1


__ADS_2