Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 79


__ADS_3

Hari ini Aurora berencana untuk pergi ke rumah dewa mumpung libur . Aurora hanya kuliah di hari Senin sampai Kamis selebihnya dia libur. Berhubung masih lelah habis kegiatan ospek, mahasiswa diliburkan. Sungguh sangat menyenangkan bagi Aurora.


Sudah lama Aurora belum mengunjungi sahabatnya. Dia berencana membawa ketiga sahabatnya untuk pindah kerumah barunya. Meskipun belum sepenuhnya selesai, tetapi khusus untuk tempat tinggal white, wolf dan wolfy sudah jadi. Aurora sudah tidak sabar untuk bermain bersama mereka.


" Mau kemana kak ?" tanya Reyhan yang melihat tampilan Aurora yang sudah rapi.


Meskipun Aurora hanya memakai kaos over size dan celana jins tapi cantik dan imut. Rambutnya ia ikat ekor kuda. Dilihat dari manapun tidak seperti gadis yang sudah berusia dua puluh empat dan sebentar lagi sudah dua puluh lima.


" Mau ke rumah Dewa."


" Ikutan dong !"


" Ye ... emangnya kamu ada rencana kemana-mana?"


" rencananya sih cuman mau tiduran doang. Tubuh Reyhan capek banget!"


" Kalau capek ya nggak usah ikut atuh Rey."


" Kak Rara mau kencan ya ... ku bilangin kak Rian loh nanti ."


" Bilang aja siapa yang takut. Lagian kakak mau mindahin sahabat-sahabat kakak ke rumah barunya."


" Emangnya udah selesai semua kak ?"


" Ya .... belum semua finish , tetapi tempat tinggal mereka suda bisa di pakai."


" Kalau gitu Reyhan harus ikut. Nggak boleh ditinggal!"


" Mau kemana sih ? dari tadi Tante dengar dari dapur kok pada ribut."


" Siapa yang lagi ribut ... Reyhan cuma mau ikut Kak Rara pergi . Itu aja kok !"


" Reyna juga ikut!"


" Nih bocil ngikutin aja sih," gerutu Reyhan.


" Sudah ... nggak usah pada ribut. Lebih baik kita sarapan dulu. Tante sudah buat nasi goreng spesial buat kalian."

__ADS_1


" Nasi goreng apa ?"


" Nasi goreng cumi."


" wuih... mantab tuh !"


" Ayo ... sudah di tunggu sama paman!" ajak Tante Ratna pada mereka bertiga.


Aurora, Reyhan dan juga Reyna berjalan dibelakang Tante Ratna. Paman Raka sudah menunggu dengan segelas kopi di depannya. Di tangannya juga ada koran yang sedang beliau baca.


" Sudah dari tadi paman ?" tanya Aurora berbasa-basi. Dia duduk di kursi yang biasa ia duduki. Sudah terlanjur nyaman katanya.


" Cukup lama untuk menunggu kalian selesai berdebat," jawab paman Raka sambil meletakkan Korang yang tadi ia baca.


" Sorry paman ... pasti lapar ya? tumben sudah siap, biasanya agak siangan dikit."


" Paman ada rapat seminar di luar kota. Mungkin tiga hari kami baru pulang."


" Kalau begitu Reyhan sama Reyna aku bawah ke rumah baru ."


" Kalau nggak sibuk."


" Sibuk apaan ... paling juga molor !"


" Sibuk ngedate paman !"


" Kalian _"


" Makanannya dimakan dulu. Nanti keburu dingin nggak enak ," suruh Tante Ratna sambil mengambilkan nasi untuk suaminya.


" Oke!"


Aurora mengambil sepiring nasi goreng, telur ceplok, sambal dan juga kerupuk.Entah kenapa jika tidak ada sambal rasanya sangat hambar. Itu menurut Aurora.


" Cuminya empuk Tante. rasanya juga nggak terlalu pedas... enak banget ," komentar Reyna yang tidak terlalu suka dengan makanan pedas.


" Lebih enak lagi ditambah ni sambal... biuh ....mantap gila !" seru Aurora tidak mau kalah.

__ADS_1


" Kak Rara ma , yang penting ada sambal semuanya enak ," cibir Reyhan.


" Itu tahu!"


" Makan yang banyak!" kata Tante Ratna di sela-sela makannya.


" Tenang Tan .... sebentar lagi ini semua pasti habis ludes !"


" Syukurlah kalau begitu. Jadi nggak sia-sia Tante ikut masak ."


Mereka makan dengan nikmat . Sesekali bercanda agar suasana tidak terlalu hening


" Alhamdulillah.... kenyang bener !" gumam Aurora yang masih bisa di dengar yang lainnya.


" Reyhan mandi dulu ya kak ?"


" Iya ... jangan lupa bawa beberapa baju ganti. Kita akan nginap beberapa hari nanti."


" Terus Reyna gimana ?"


" Ya ikut dong. Memangnya mau tinggal di sini sama Bu Ida ?"


" Ikut lah !"


" Kalau begitu buruan mandi . bawa sekalian seragam dan baju ganti . oh iya , bukunya jangan sampai ketinggalan!" seru Aurora begitu Reyhan dan juga Reyna kembali ke kamarnya.


" Oke !"


Setelah menunggu hampir satu jam Reyhan dan juga Reyna selesai. Masing-masing membawa ransel . Ransel Reyna lebih besar dari Reyhan. Tante Ratna dan paman Raka sudah berangkat lebih dulu.


" Kalian ngapain aja dikamar. Gua nunggu sampai lumutan tau ," gerutu Aurora dengan bibir mengerucut.


" Kan siap-siap dulu kak ...Paman sama Tante mana ?" tanya Reyna sambil celingak-celinguk mencari keberadaan mereka.


" Sudah berangkat dari tadi. kita langsung berangkat saja !"


" let's go!"

__ADS_1


__ADS_2