Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 88


__ADS_3

Adrian langsung menuju dapur untuk mengeksekusi bahan masakan yang telah ia bawa. Reyhan dan juga Reyna mengikuti di belakangnya. Mereka tidak yakin Adrian bisa memasak . Karena belum pernah melihat langsung .


Adrian membawa daging ayam , cumi-cumi, daun selada , cabai , dan tomat . Duo Rey penasaran dengan apa yang akan dimasak oleh Adrian . Tapi yang pasti , Adrian akan memasak sambal . Karena itu memang favorit Aurora. Aurora tidak bisa makan tanpa sambal . Hambar katanya.


Dengan cekatan Adrian memotong daging ayam sesuai selera. Kemudian mencucinya hingga bersih . Setelah bersih dia membuat bumbu untuk merebus daging ayamnya. Setelah selesai ayam langsung direbus .


Sambil menunggu ayam , Adrian membersihkan cumi-cuminya. Kemudian ia potong . Setelah itu di marinasi dengan bumbu . Dia ingin membuat cumi krispi. Tepungnya juga sudah ada


Adrian menggoreng cumi itu hingga coklat ke emasan. Setelah itu mengolah ayamnya menjadi ayam kecap . Tidak lupa membuat sambalnya.


Reyna dan juga Reyhan sangat takjub dengan kemampuan masak Adrian . Mereka tidak menyangka jika Adrian sangat pandai memasak . Bahkan kemampuan Aurora tidak sepertinya.


👏👏👏👏👏👏👏


" Good job!"


" Kak Rian benar-benar keren !" pekik Reyna dengan girang .


" Kalian bisa saja ."


" Reyna yakin... kalau kak Rian ikut Master Chef Indonesia pasti bakalan lolos ."


" Kakak ma masih kalah jauh dari para chef itu. Kalian juga belum mencoba rasanya."

__ADS_1


" Ngapain pada ribut di dapur?" tanya Aurora yang baru bangun. Di


" Lagi lihat pangeran lagi buatin sang putri sarapan," tunjuk Reyna pada Adrian yang menatap Aurora penuh cinta. Cie ...cie 🤭🤭🤭.


" Halo sayang ," sapa Adrian dengan senyum yang menawan.


" Abang pagi-pagi kok sudah ada di sini ?" tanya Aurora sambil mendekat ke arah mereka .


" Mumpung libur ... sebenarnya pengen ngajak jalan-jalan ternyata masih tidur."


" Ngantuk bang !"


" Kok bangun?"


" Untung tadi sang pangeran langsung masak . Ayo ... kak buruan kita bawa ke ruang makan , Reyna juga lapar banget !"


Mereka pun membawa semua masakan yang telah Adrian masak ke ruang makan . Untung mereka tidak lupa memasak nasi .


" Bismillahirrahmanirrahim.... Alloh humma Baa rik Lana fii ma Rozak tana wa qina adzaabannaar ," ucap Adrian memimpin doa .


Aurora mencomot cumi krispi yang sedari tadi menggodanya.


" kres ...kres ... renyah gurih dan lembut didalam . Abang emang the best 👍," puji Aurora dengan tulus .

__ADS_1


" Kak Rara benar , masakan kak Rian emang top !"


" Makan nasinya sayang ," kata Adrian yang melihat Aurora hanya memakai cumi krispi bersama dengan sambal yang ia buat .


" Tenang bang .... sebentar lagi , masih pengen makan ini dulu ."


Adrian tak memaksa dia pun melanjutkan makannya. Dia juga lapar . Sebenarnya mamanya sudah menyuruh sarapan tetapi Adrian menolak .


Aurora mengambil sedikit nasi dengan lauk ayam kecap tak lupa ditambah dengan sambal. Kini suasana cukup hening . Semua sibuk dengan makanannya. Memangnya seenak itu ?


Setelah selesai Aurora dan Reyna mencuci piring dan juga peralatan makan yang kotor . Sedangkan Adrian dan juga Reyhan ke ruang keluarga.


" Abang nggak keluar ?" tanya Aurora. Dia telah menyelesaikan tugasnya. Sekarang dia duduk disamping Adrian


" Kan Abang udah keluar dek ," jawab Adrian santai .


" Keluar kemana?" tanya Aurora bingung . Sepertinya nih anak masih loading. Bukankah Adrian sudah keluar dari rumahnya.


" Ya kesini lah kak . Mau kemana lagi . Wong putrinya ada disini ."


" Memang Abang sudah punya putri ?"


" Astaghfirullah.... kak Rara kenapa sih sebenarnya?"

__ADS_1


" Ha ha ha ha ha ha "


__ADS_2