
Adrian langsung ditangani oleh Raka. Tidak ada luka serius di badannya tetapi kepalanya luka parah . Aurora tidak ikut membantu , dia menyerahkan seluruhnya kepada sang paman. Kini Aurora duduk di depan ICU tempat Adrian di rawat .
tap tap tap
Suara sepatu menggema di lorong rumah sakit. Nyonya Dania langsung kesini begitu mendengar Adrian masuk rumah sakit.
" Apa yang sebenarnya terjadi sayang?" tanya Nyonya Dania begitu sampai di depan Aurora. Matanya terlihat memerah, mungkin menahan tangis
" Ada seseorang yang ingin membunuh bang Adrian Tante . Untung Rara datang tepat waktu. Sekarang mungkin mereka sudah ada di kantor polisi."
" Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un... Adrian baik-baik saja kan ?"
" Semoga saja Tan."
" ... "
" Tante duduk saja dahulu, apa Tante kesini sendiri?"
" Sama sopir, paman sama Faisal sudah dalam perjalanan."
" Syukurlah kalau begitu."
Tak lama kemudian Dokter Raka keluar. Mereka langsung mendekatinya.
" Bagaimana Dok?" tanya Nyonya Dania. Dia sangat menghawatirkan kondisi sang putra.
" Semoga tidak ada yang serius. Semua luka luar sudah saya obati tinggal menunggu hasil dari sitis scan ."
" Terimakasih Dokter Raka."
" Sama-sama Nyonya untung saja Rara cepat bertindak."
" Terimakasih sayang... lagi-lagi kamu menyelamatkan nyawa Raka."
" Nggak usah terimakasih Mulu Tante .. nanti Rara jadi besar kepala."
" Ada-ada saja kamu."
__ADS_1
Tiba-tiba ada dua orang polisi yang menghampiri mereka.
" Apakah ada yang bernama Dewi Aurora?" tanya salah seorang yang masih muda. Badannya tinggi , putih dan tegap. Gagah banget pokoknya. Aurora sampai terpana melihatnya.
" Saya sendiri pak, apa ada yang bisa saya bantu?" jawab Aurora sambil memandang wajah ganteng itu. Rezeki ma nggak boleh di tolak. 🤭🤭🤭
Hanya saja polisi itu nampak kurang percaya dengan ucapan Aurora.
" Anda yakin... bukan kakak atau ibu anda mungkin."
" Bapak nggak percaya? kalau nggak percaya bapak bisa telpon nomer yang tadi," kata Aurora dengan jengkel. Bisa-bisanya dia dianggap anak kecil.
" Benar pak... yang bapak panggil anak kecil ini sudah membawa korban kesini," Dokter Raka yang melihat sang keponakan mulai jengkel langsung bicara .
" Jadi beneran anda yang sudah melaporkan tentang penganiayaan tadi?"
" Terserah bapak deh mau percaya apa tidak .... maaf saya harus membawa Abang saya ke rumah sakit sebab kondisinya sangat kritis . Jadi langsung meninggalkan tempat kejadian begitu saja ."
"Terus yang membuat para tersangka itu babak belur siapa? " tanya sang polisi yang membuat Aurora malu sendiri .
" Saya pak... kalau tidak begitu mungkin saya yang babak belur. Untungnya saya mempunyai keahlian bela diri, " jawab Aurora yang membuat dua polisi itu memicingkan matanya dan meneliti Aurora.
" Apa?! tadi bapak bilang apa ... anak kecil?"
" Kan anda memang masih kecil."
" Ya Alloh pak... kecil-kecil gini sudah boleh buat anak kecil loh pak!"
" Ha?!"
Polisi tampan itu linglung mendengar ucapan dari Rara. Sedangkan temannya hanya bisa menahan tawa. Dokter Raka langsung tepuk jidat .
" Astaghfirullah Rara ...ngomongnya tuh di silfer bisa tidak," omel Dokter Raka.
" Nggak ada silfernya paman."
" Maaf ya pak kalau keponakan saya ngomongnya ngelantur, maklum belum makan dari tadi. Untuk luka luar pasien selesai di tangani pak. Tapi kami masih harus menunggu hasil sitis scan."
__ADS_1
" Tidak masalah Dokter ... Terimakasih atas informasinya. Motor saudari ada di kantor polisi. Dan untuk para tersangka sedang di obati."
" Tolong usut tuntas pak polisi. Saya ingin putra saya mendapatkan keadilan."
" Insya Alloh Bu ... kalau begitu kami permisi dulu . Mari dek!"
" Kemana pak?"
" Ha?!!!"
" Tadi bilang mari dek... pak polisi mau bawa adek kemana?" goda Aurora.
" ... "
" Aurora!"
" Ish paman nih nggak suka keponakannya seneng apa."
" Kami permisi dulu , mari!"
" Silahkan pak polisi."
Kedua polisi itu meninggalkan rumah sakit dengan segera. Kini tinggallah tiga orang yang masih menatap kedua polisi itu.
" Nak Rara suka sama polisi itu ya?"
" Aduh Tante .... siapa yang nggak akan terpesona sama polisi ganteng itu ."
" Terus anak Tante gimana?"
" Ha ?... maksudnya apa ya Tan?"
" Nggak jadi deh."
" Kok nggak jadi?"
" Lupakan omongan Tante tadi. Bolehkah saya menemui putra saya Dok?"
__ADS_1
" Sebentar lagi akan di letakkan di ruang perawatan. Nyonya bisa melihatnya sebentar lagi "
" Terimakasih."