
Aurora dan juga Adrian bergerak dengan cepat. Mereka berdua merasa jika ketiga hewan kesayangannya dalam bahaya. Sesekali Aurora masih bersiul. Dia berharap ada tanggapan dari mereka. Ternyata ada juga harapan, Wolfy mendekati mereka dengan wajah sendu.
Aurora yang melihat kedatangan Wolfy langsung memeluknya. Wolfy ingin bersuara tetapi dilarang oleh Aurora.
" Gimana kabarnya sayang?"
Seolah-olah mengerti apa yang ditanyakan oleh Aurora, Wolfy menggesekkan kepalanya.
Sepertinya binatang itu senang dengan kedatangan Aurora.
" Maaf jika kedatangan ku lama. Dimana wolf dan white?"
" A u u u u u u u"
Serigala betina itu langsung mengeluarkan suaranya. Hutan yang tadinya hening langsung ramai. Wolfy langsung berjalan dan di ikuti Adrian dan juga Aurora.
" Wow ... ternyata kawanan serigala datang. Mungkin itu temannya serigala yang sudah ia tahan."
" Betul bos."
" Kalau begitu kita cari."
Para pemburu itu mencari suara yang sudah di keluarkan oleh Wolfy. Sedangkan wolf dan white sudah tertembak panah bius. Karena itulah mereka bisa dilumpuhkan .
" Apakah tidak sebaiknya kita kembali dulu tuan. Binatang yang kita peroleh sudah banyak. Selain harimau putih, serigala, monyet, rusa . Pasti tempatnya sudah tidak muat lagi."
" Tambah satu serigala tidak masalah. Semakin banyak buruan yang kita dapatkan, semakin banyak pula uang yang akan kita terima."
" Ternyata ucapan warga kampung itu benar. Kita sungguh mendapatkan keberuntungan. Untung kita sudah antisipasi dengan membawa banyak obat bius."
" Benar sekali ha ha ha ha ha "
Mereka belum menyadari jika mereka telah di intip oleh lima pemuda dari balik pohon. Pemuda-pemuda itu mendengar semua yang dikatakan oleh para pemburu itu. Mereka tidak berniat berurusan dengan para pemburu. Mereka hanya ingin memastikan kalau hewan yang dimiliki oleh Aurora tidak jatuh ke tangan pemburu. Tetapi setelah mendengar ucapan para pemburu, mereka jadi tahu kalau dua dari binatang Aurora telah berhasil mereka ambil.
Aurora dan Adrian masih mengikuti wolfy. Semakin jauh dari kelima orang lainnya. Ternyata mereka mendekat ke arah mobil yang dimiliki para pemburu. Wolfy berhenti berjalan.
Terlihat ada dua orang yang menjaga Tempat itu. Masing-masing membawa senjata. Mobil mereka hampir sama dengan yang dipakai oleh anak buah Dewa .
Aurora mengambil pisau kecil yang sedari tadi ia pakai. Jangan kira itu pisau biasa. Pisau itu bisa menjadi pedang panjang. Jangan lupa ketajamannya.
" Kamu tunggu disini . Jangan kemana-mana, mengerti !" pesan Aurora kepada wolfy .
Wolfy menjawab dengan Geraman . Setelah itu Adrian dan juga Aurora menghampiri dua orang yang menjaga hasil buruan .
" Sepertinya ada yang masuk wilayah kita bang," kata Aurora dengan suara keras .
" Siapa kalian ?"
" Seharusnya saya yang harus tanya . Apa yang kalian lakukan di hutan ini?"
" Bukan urusanmu dan perlu kamu ingin juga bukan hutan milik nenek moyang mu!"
" Siapa bilang?"
" Saya yang bilang... kenapa?"
" Ternyata paman-paman ini pendengarannya bermasalah."
" Paman kamu bilang?"
__ADS_1
" Apa harus kakek?"
" Sudahlah bro... jangan berdebat dengan anak kecil. Dan kau gadis kecil, apa yang kau lakukan disini. Jika ingin berpacaran lebih baik di hotel atau mall gitu, jangan berkencan di tengah hutan."
" Emang kalau kencan di hutan, kenapa?"
" Cerewet banget, lebih baik kalian pergi. Sebelum kesabaran kami berdua habis."
" Sorry ... kita kesini mau ambil peliharaan yang kalian ambil."
" Apa maksudmu. Hewan-hewan ini kami yang memburu. Sekarang kamu ingin kami menyerahkan kepadamu? jangan mimpi!"
" Siapa yang mimpi. Siapapun yang mengambil hewan kesayanganku akan langsung berhadapan denganku."
" Memangnya hewan apa yang menjadi milikmu?"
" Harimau putih dan serigala. Mereka berdua punyaku."
" Enak saja... kami sudah payah memburunya kamu mau ambil."
" Siapa yang nyuruh ambil. Mereka hewan kesayanganku. "
" Kalau begitu kalahkan kami."
" Tentu saja."
Aurora langsung menyerang mereka berdua. Sedangkan Adrian berupaya untuk melepaskan white dan wolf yang pingsan karena di bius.
Tidak butuh waktu lama kedua pemburu itu berhasil di lumpuhkan. Senjata yang mereka miliki pun Aurora ambil. Dia tidak ingin celaka. Setelah keduanya berhasil dilumpuhkan Aurora memanggil wolfy.
Aurora meletakkan white di atas tubuh wolfy untuk dibawa ketempat yang aman. Sedangkan Adrian dan juga Aurora membawa wolf yang beratnya lebih ringan dari white . Sedangkan binatang yang lain ia biarkan.
Setelah menemukan tempat yang aman , Aurora menyuruh Adrian memanggil yang lain. Sedangkan Aurora mencoba membangunkan kedua hewan kesayangannya itu . Hanya dengan beberapa totok kedua hewan itu langsung terbangun .
Entah apa yang akan terjadi jika sahabatnya diambil orang lain. Dia pasti tidak bisa melihat mereka lagi. Aurora memeluk kedua hewan buas itu bergantian. Wolfy yang sedari tadi diam langsung menghampirinya. Ternyata dia juga ingin diperlakukan sama .
" Kamu cemburu ya... kalian adalah sahabat kesayangannya ku. Aku harap kalian mau ikut denganku."
" Wow... besar banget!" kata Tomi salah satu anak buah Dewa.
" Kalian sudah datang... apa ada yang menyadari keberadaan kalian?"
" Sepertinya tidak ada. Kami tadi mengawasi mereka, tak disangka kalian lebih cepat dari kami "
" Baguslah kalau begitu ... sekarang kalian bisa berkenalan langsung dengan sahabat-sahabat ku."
Kelima pemuda itu mendekat ke arah Aurora. Dimana dia sedang dikelilingi oleh white, wolf dan wolfy. Adrian juga mengikuti kelima pemuda itu .
Sedangkan ketua pemburu yang sudah kembali ke tempat dimana ia meninggalkan binatang buruannya merasa kaget , melihat kedua anak buahnya pingsan dengan kondisi memprihatikan .
" Sepertinya sudah ada yang datang kesini bos!"
" Kalian lihat semua binatang buruan kita!"
" Baik bos!"
Mereka langsung memeriksa mobil box tempat hewan-hewan itu diletakkan.
" Bos ... harimau putih dan juga serigala sudah tidak ada.'
__ADS_1
" Brengsek.... siapa yang sudah mengambil mereka!"
" Kita harus membuat mereka berdua sadar bos!"
" Baiklah apalagi...ambil air !"
Mengerti dengan instruksi sang bos... orang itu langsung menyiram dua temannya yang pingsan dengan air.
Byur !!!
Kedua orang yang sedang pingsan itu langsung sadar. Mereka melihat bosnya yang sudah berkacak pinggang di depan mereka.
" Maafkan kami bos.... gadis itu terlalu kuat!"
" Gadis?!!"
" Benar bos... dia pemilik harimau putih dan juga serigala. Sepertinya gadis itu seperti yang pemuda waktu itu katakan. Dia sangat kuat dan cantik!"
" Bagaimana bos... apa kita akan menyerah begitu saja?"
" Menurut kalian?"
" Lanjut bos!"
" Kembali bos!"
" Ternyata kalian memang tidak berguna!"
" Maaf bos!"
" Lakukan pencarian!"
" Baik bos!"
" Tapi Bos??!"
" Kalian tak perlu berdebat sebab saya sudah ada dihadapan kalian, " ucap Aurora yang didampingi oleh Adrian dan juga Dewa .
" Kamu?"
" Sepertinya kedua anak buahmu sudah memberitahu tentangku. Tapi tidak masalah....aku akan berkenalan dengan kalian langsung . Kenalkan namaku Aurora, pemilik sekaligus sahabat dari harimau dan juga serigala yang telah kalian bius."
" Tapi mereka milik hutan ini."
" Memangnya kamu pikir mereka tidak mempunyai pemilik?"
" Jangan banyak bacot... cepat serang mereka bertiga!"
Perkelahian tak dapat dihindari. Mereka menyerang dengan agresif. Tapi jangan remehkan merja bertiga.Dengan cepat semua pemburu itu sudah babak belur.
" Aku tidak mengambil semua buruan kalian karena Meraka hasil buruan kalian. Tapi tidak dengan harimau putih dan juga serigala. Karena mereka adalah milikku... ingat milikku," kata Aurora sebelum meninggalkan tempat itu
Rombongan Aurora meninggalkan hutan itu waktu tengah malam. Ketiga binatang kesayangan Aurora ikut dengan patuh. Aurora juga memaksa untuk bersama dengan mereka . Jadi kini Aurora berada dalam box bersama dengan binatang kesayangannya. Meskipun awalnya yang lain menentang. Tapi melihat tatapan ganas dari binatang-binatang itu membuat nyali mereka ciut. Dan sekarang dengan santainya Aurora tidur di atas tubuh white. dan dihimpit oleh wolf dan wolfy.
" Nggak nyangka dia benar-benar tidur sama hewan-hewan itu ." kata Dewa saat sudah tiba dirumahnya setelah perjalanan yang melelahkan.
" Terus gimana banguninnya?"
" Bentar lagi juga bangun," kata Adrian santai.
__ADS_1
Adrian sudah bisa bersikap santai dengan sahabatnya. Meskipun masih belum bisa mengingat mereka.
Terimakasih sudah membaca cerita saya 🙏🙏🙏