
" Alhamdulillah... kenyang juga perut aku. Makasih bang ," ucap Aurora dengan tulus.
" Apa sih ... yang nggak buat adek ?" jawab Adrian.
Adrian tersenyum lembut ke arah Aurora yang wajahnya sudah memerah . Mereka bertatapan cukup lama hingga dua orang yang masih ada bersama mereka menjadi kesal . Karena mereka seperti tak dianggap kehadirannya.
" Ya ... beginilah kalau dunia sudah milik berdua. Yang lain ngontrak!" kata Reyhan dengan suara yang cukup keras. Membuat dua orang itu tersadar.
" Ya iya lah ... makanya bayar dong kontrakannya," jawab Aurora dengan muka yang masih memerah.
" Ih ... nggak perasaan amat sih. Amat aja masih punya perasaan," gerutu Reyhan. Sedangkan Reyna meskipun kesal tetapi tetap menikmati makanan yang masih ada.
" Kalau punya perasaan tuh seharusnya sadar , sehabis makan tuh piringnya langsung di bersihkan," sindir Aurora.
" Idih .... kakak juga gitu . Malah asyik berpandangan sama kak Rian."
" Iri bilang boss!"
" Siapa juga yang iri."
" Abang boleh numpang kamar mandi kan ?" tanya Adrian menghentikan perdebatan Aurora dengan Reyhan.
" Boleh .... Abang belum sholat asar?"
" Belum ."
" Kalau begitu biar Reyhan yang antar ke kamar kosong yang dekat kamarnya. Rey .. antar bang Rian sekalian ambilkan sarung dan baju Koko yang ada di lemari . "
" Siap ... ayo kak !" ajak Reyhan meninggalkan piring begitu saja di atas meja. Kesempatan menurutnya.
" Ayo !"
Adrian beranjak dari duduknya dan mengikuti Rian yang lebih dulu berjalan. Aurora hanya geleng-geleng kepala melihat Reyhan yang berjalan dengan cepat.
" Sudah selesai dek ?"
__ADS_1
" Belum kak ... bentar lagi ," jawab Reyna sambil terus makan.
" Enak banget loh kak 👍😋😋😋!"
" Setuju kakak .... emang Abang pinter banget cari makanan yang enak."
" 👍"
" Alhamdulillah.... habis juga kak ."
" Kalau gitu ... ayo kita rapikan !"
" Let's go!"
Mereka merapikan piring dan peralatan lain yang masih ada di meja . Terang bulan dan martabak yang masih ada mereka tinggalkan di meja.
" Sekarang bantu kakak cuci piring. Kakak yang gosok dan kamu yang bilas," kata Aurora saat meletakkan piring di wastafel.
Tanpa menjawab Reyna langsung melakukan apa yang diminta oleh Aurora. Dia sudah tidak kaku lagi, sebab sudah sering membantu Bu Ida dan Tante Ratna mencuci piring.
Setelah selesai mereka berdua kembali keruang keluarga. Disana sudah Reyhan yang memainkan ponselnya.
" Dari dapur , kenapa?" tanya Aurora sambil duduk di sofa singel.
" Kirain keluar."
" Sudah sore ... mau keluar kemana coba ?"
" Bisa saja bermain sama sahabat kakak."
" Ide yang bagus tuh !" jawab Aurora dengan mata berbinar.
Aurora langsung bangun dari duduknya dan keluar. Dia bersiul untuk memanggil sahabat-sahabatnya. Kemudian duduk dengan tenang di teras rumah.
" Para bodyguard yang ditempatkan di sekitar rumah heran dengan tingkah majikan mereka. Bahkan Reyna dan Reyhan tak kalah heran. Tetapi mereka ikut duduk di samping Aurora.
__ADS_1
Tak lama kemudian Auman harimau dan serigala bersahutan. Para bodyguard merasa takut . Karena mereka belum pernah berhadapan langsung dengan hewan buas seperti itu. Tetapi mereka juga tahu jika hewan buas itu milik majikan mereka . Karena tadi saat datang sudah di beritahu. Mereka juga tahu jika hewan buatan ini memang dikhususkan untuk mereka.
" A u u u u u u u u u u!"
" Gr r r r r r r r r r r r r r!"
Tiba-tiba saja ketiga hewan buas itu sudah ada di depan Aurora. Reyna dan Reyhan perlahan mundur. Begitupun dengan para bodyguard yang ada disekitarnya. Ada yang gemetar dan mau pingsan untung teman disampingnya langsung tanggap. Dia membawanya ke kamar.
Aurora yang sedang fokus dengan ketiga hewan kesayangannya tidak begitu memperhatikan. Dia mengelus hewan-hewan tersebut yang sudah berbaring disamping dan depan Aurora.
" Bagaimana tempat tinggal kalian yang baru ?" tanya Aurora. Hal itu membuat yang lain menatap Aurora. Bagaimana bisa Aurora berbicara dengan hewan ? itulah pikiran mereka. Begitupun dengan Reyhan dan Reyna.
" A u u u u u u u u u u!"
" Jadi kalian suka ?"
Adrian yang baru turun dari lantai dua penasaran dengan Reyhan dan juga Reyna yang sudah bersembunyi di belakang pintu .
" Kalian ngapain?"
" Sut!🤫🤫🤫🤫"
" Ha ...."
" Lihat ke depan!" tunjuk Reyhan.
" Oh ... jadi kalian takut sama mereka?" tanya Adrian dengan tersenyum.
" Kak Rian pasti juga nggak berani ," sindir Reyna.
" Siapa bilang?"
" Ya kami lah !" jawab Reyna dan juga Reyhan kompak, meskipun dengan lirih.
" Kalau begitu lihat ya !"
__ADS_1
Adrian keluar dari rumah disambut oleh white, membuat Reyhan dan Reyna langsung kaget .
" Kok bisa ????"