Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 39


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka langsung memasuki hutan . Saat masuk , Aurora langsung bersiul seperti biasa sebelum melanjutkan langkahnya.


" Wow bagus juga siulan mu itu. Belajar dari mana."


Rio yang berada di belakang Adrian dan juga Aurora langsung mengomentari. Adrian tidak membiarkan sahabatnya berjalan bersama Aurora.


" Rahasia !" jawab Aurora sambil sesekali menebas daun yang menghalangi jalannya.


" Kok main rahasia kenapa sih?"


" Hidup tanpa rahasia itu nggak mungkin loh. Sebentar kok ada yang aneh ya."


Aurora melihat sekelilingnya, entah kenapa ada yang merasa beda dengan suasana hutan yang ia tinggalkan selama sebulan ini.


" Ada apa , Ra?"


" Entahlah... sepertinya kita akan bertemu kelompok lain selain kita."


" Maksudnya?"


" Kita akan tahu sebentar lagi. Ayo kita cari pohon tertinggi di hutan ini!"


" Buat apa?"


" Memeriksa keadaan lah ... mau apa lagi coba."


Menuruti ucapan Aurora, mereka mencari pohon tertinggi di sekitar mereka. Tak ada pembicaraan. Suasana cukup hening . Kemudian salah satu dari bawahan Dewa melihatnya.


" Apakah pohon itu termasuk?" tunjuk anak buah Dewa pada pohon tua yang cukup tinggi.

__ADS_1


" Good... cermat juga loh," puji Aurora sambil menghampiri pohon itu


Aurora langsung memanjat pohon itu dengan lincah. Para pemuda yang melihatnya cukup kagum dengan kelincahan Aurora.


" Hati-hati Ra!"


Aurora tidak menanggapi mereka. Dia fokus dengan kegiatannya. Dia masih berusaha untuk memanjat lebih tinggi.


" Gila yu anak... cewek apa cewek."


" Kalau bicara itu yang benar dong. Kamu bisa lihat kan kalau dia itu cewek!"


" Slow bro... nggak usah ngegas. Gua cuma heran aja. Kok ada cewek yang ada takut-takutnya. "


" Dia ma wonder women!"


" Gua setuju dengan julukan Lo. Terus kita cuma lihat dia doang. Nggak ikutan naik gitu?"


" Gua mau ikutan naik lah!" kata Adrian yang langsung memanjat pohon di depannya.


" Gua juga... gua pengen tahu apa yang bisa kita dapatkan."


Akhirnya empat orang naik ke atas pohon dan tiga yang lainnya tetap berdiri dibawahnya. Tapi itu tidak berlangsung lama karena mereka lebih suka jika menunggu dengan duduk dibawahnya.


Aurora yang sudah ada di puncak langsung melihat sekitar . Ternyata apa yang ia khawatirkan selama ini terjadi.Dia melihat sekelompok orang yang membawa senjata api sedang berjalan. Jarak nya pun cukup jauh. Setelah memastikan, Aurora langsung turun.


Adrian, RIo, dan juga Angga yang tadi mengikutinya pun ikut turun. Meskipun tidak begitu jelas mereka juga melihat yang dilihat oleh Aurora.


" Sepertinya kita akan mendapatkan kesulitan. Banyak orang sedang berburu. Semoga saja white, wolf dan wolfy baik-baik saja."

__ADS_1


" Apakah white asli penghuni hutan ini?"


" Bukan... dia berasal dari luar negeri. Terus desa yang memberikannya kepada ku ."


" Apakah selain kita ada yang mengetahui keberadaan merek ?"


" Tentu saja ... banyak warga yang mengetahui keberadaannya."


" Apa jangan-jangan itu mereka yang kini ingin memiliki hewan itu ?"


" Entahlah aku tidak ingin berburuk sangka."


" Terus apa yang kita lakukan selanjutnya?"


" Kita pantau mereka dahulu. Selain itu aku juga pengen mengetahui keberadaan mereka."


" Baiklah kalau begitu."


" Sekarang kita bagi tugas aku akan mencari hewan kesayanganku dulu. Sedangkan kalian. mengawasi pergerakan mereka."


" Oke!"


Setelah berembuk mereka langsung pergi berpencar Adrian tentu saja dengan Aurora. Rio dengan Angga , sedangkan Dewa dan juga anak buahnya satu tim.


Disepanjang jalan Aurora mencoba memanggil hewan kesayangannya tetapi nihil .


" Sepertinya ada sesuatu dengan mereka . Menurut Abang bagaimana?"


" Abang juga berpikir seperti itu. Untungnya kita sudah membawa peralatan yang bisa kita gunakan."

__ADS_1


" Ayo kita lanjutkan!


__ADS_2