Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 24


__ADS_3

" Diandra!" teriak Reyhan begitu dia memasuki rumah Aurora.


" Ngapain sih Lo teriak-teriak gitu, nggak sopan tahu . Masuk rumah orang bukanya salam malah teriak kayak Tarsan, " omel Diandra sambil melotot dan mengelus dadanya karena kaget.


" Gua bukan Tarsan!" elak Reyhan tidak terima.


Tingkah mereka berdua menarik perhatian orang-orang yang berkumpul disana.


" Kalian sudah saling kenal?" tanya Aurora sambil melihat kearah Diandra dan juga Reyhan bergantian.


" Najis!" kata Diandra .


" Ogah la kak!" kata Reyhan.


" Kok gitu ... jangan-jangan kalian ini mantan kekasih?" tanya Aurora dengan jail.


" Mana ada, Kak Rara tau nggak Reyhan itu play boy."


" Pantes si cakep 👍 dia. Uh kalau Reyhan seumuran mah sudah kak Rara jadiin pacar."


" Dek!" teriak Adrian tidak terima.


" Kok malah di dukung di kak?" tanya Diandra tidak terima.


" Memangnya Reyhan punya berapa pacar?"


Aurora tidak menghiraukan ucapan Diandra dan juga Adrian. Dia masih asyik menggoda .


" Mana saya tahu... kan aku bukan pacarnya."


Kini Aurora mengajak Reyhan dan juga Reyna duduk di sofa bergabung dengan Adrian, Faisal dan Diandra . Adrian langsung menarik tangan Aurora ke sampingnya. Aurora menurut.


Nampaknya Reyhan dan juga Diandra tidak memiliki hubungan yang baik. Sudah seperti tom and Jerry.


" Memangnya pacar kamu berapa Rey?"


" Mana ada pacar sih kak ... kalau temen wanita emang banyak. Tapi selama ini kami cuman berteman loh nggak lebih. Entahlah setiap Diandra ngeliat saya kayak mau ngajak perang. Padahal kan cuman mau nyapa."


" Jadi begitu? Apa itu benar Diandra?"


" Sudahlah dek nggak usah ngurusin urusan orang nggak baik!" tegur Adrian.

__ADS_1


" Ya udah deh kalau begitu."


" Ya Alloh neng... ternyata udah pulang toh. Kok bibi nggak tahu sih."


" Ibu ... bukan bibi !" ralat Aurora.


" Tapi neng_ ."


" No debat!"


" Baiklah kalau begitu, Non Reyna sama den Reyhan juga sudah datang toh. Mau langsung ke kamar atau bagaimana?"


" Boleh juga Bu."


" Silahkan ikuti Ibu!"


" Oke!" kata Reyhan dan juga Reyna dengan kompak .


Reyhan maupun Reyna mengikuti ibu Ida dari belakang. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa Reyna akan menempati kamar Aurora yang dulu. Sedangkan Reyhan di lantai satu .


" Kalau gitu Abang pulang dulu ya dek ."


" Nggak lah dek , Abang kan masih banyak yang harus di urus untuk keperluan besok."


" Baiklah kalau begitu."


" Jangan lupa untuk datang. Ajak paman sama Tante juga , jangan lupa lupa juga Reyhan sama Reyna."


" Oke!"


Akhirnya Ardian dan juga adik-adiknya pun pulang. Tinggal Aurora yang masih duduk di sofa. Lalu diapun menuju kamarnya untuk istirahat.


Keesokan harinya Aurora sudah bersiap untuk menghadiri acara yang diselenggarakan di rumah Adrian. Dia juga mengajak Paman Raka, Tante Ratna, Reyhan dan juga Reyna.


Aurora nampil beda kali ini. Untuk pertama kali dia menggunakan gaun .



" Wah kak Rara cantik banget!" puji Reyna.


" Kamu juga cantik loh dek."

__ADS_1


" Benarkah?"


" Tentu... sekarang lebih baik kita turun sebelum paman Raka ngomel."


" Oke!"


Reyna dan juga Aurora berjalan bersama menuruni tangga. Mereka mendengar suara Reyhan yang mulai menggerutu. Pasti dia sudah menunggu.


" Kok lama banget sih mereka turun!'


" Sabar atuh cah ganteng."


" Reyhan udah sabar atuh Tante. Mereka saja yang nggak sadar kalau sudah_"


" Sudah apa?"


" ... "


" Reyhan!"


" Ada bidadari Tante!"


" Bidadari?"


Tante Ratna dan juga paman Raka bingung dengar ucapan Reyhan yang ngelantur. Tapi mereka melihat kearah yang pandang oleh Reyhan. Mereka pun turut terpesona dengan kehadiran dua orang itu.


Reyhan melangkah ke arah Aurora dan mengulurkan tangannya.


" Kak Rara sama Reyna nggak boleh jauh dari aku loh!"


" Kenapa?"


" Takut ada buaya darat."


" Loh di depan kakak kan buayanya!" gurau Aurora.


" Ha ha ha ha ha," pecahlah tawa mereka. Reyhan langsung cemberut.


" Baiklah pangeran tampan kita langsung berangkat!"


" Oke!"

__ADS_1


__ADS_2