Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 80


__ADS_3

Proses pemindahan white, wolf dan wolfy berjalan dengan mulus. Tidak butuh waktu yang terlalu lama, sebab mobil yang pernah di pakai untuk membawa mereka tempo dulu ada di tempat . Dewa sedang berada di kantor , jadi hanya berpamitan lewat ponsel.


" Ayo sayang-sayangku kita lihat tempat tinggal baru kalian. Semoga saja kalian kerasan," ajak Aurora setelah tiba di hutan buatan miliknya.


Dilihat dari luar hutan buatan itu sudah seperti ladang yang ada pagarnya. Tidak terlihat adanya rumah. Sebab rumahnya berada di tengah hutan. Rumahnya cukup mewah, meskipun di kelilingi oleh pepohonan.



Untuk sampai ke rumah, bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan sepeda. Yang disediakan di di garasi yang ada di depan. Selain ada satpam di depan rencananya di setiap sudut hutan akan di sediakan rumah pohon yang di sediakan untuk penjaga.


Hanya saja untuk itu semua masih diperlukan proses. Sekarang aja masih membuat pagar tralis yang digunakan untuk pengamanan.


Ada dua satpam yang berjaga di luar. Setelah itu ada beberapa bodyguard yang terdiri dari beberapa wanita pilihan yang diketuai oleh ketua penjaga yang bernama Juan .


Juan orangnya cukup gagah. Dia salah satu anak buah dari almarhum sang kakek yang ditugaskan untuk menjaga keselamatan Aurora.


" Silahkan nona!"


" Terimakasih... Apakah semua ayam dan kelinci sudah kamu lepaskan?"


" Sudah semua Nona."


" Terimakasih."


Aurora masuk di ikuti ketiga hewan kesayangannya. Reyhan dan Reyna sudah terlebih dahulu berjalan menuju rumah . Ternyata pembuatan rumahnya telah selesai semuanya.


Aurora membawa ketiganya ke dekat sungai buatan. Sungai nampak natural seperti sungai pada umunya. White yang melihat aliran sungai langsung masuk ke dalam. Sedangkan wolf dan wolfy duduk di sebelah Aurora yang memilih duduk di atas sebuah batu yang ada di pinggir sungai.


__ADS_1


" Wah .... segarnya !" batin white setelah masuk kedalam sungai buatan .


" Kalian tidak ikutan white?" tanya Aurora pada kedua binatang yang ada di sampingnya.


Seolah faham dengan apa yang di ucapkan oleh Aurora, kedua serigala itu menggeleng dan mengibas ekor mereka.


" Padahal kalian bau loh!" sindir Aurora sambil menutup hidungnya dengan tangan.


" A u u u u u u u u," seolah protes keduanya langsung bersuara cukup nyaring.


" Gitu aja marah !"


Aurora bangun dan ikut mencebur ke dalam sungai. Rasanya sungguh segar, airnya pun jernih. Seperti sungai pada umumnya, di dalamnya ada berbagai jenis hewan air. Seperti ikan , udang sungai, kepiting sungai dan hewan air lainya.


Air itu berasal dari sumber mata air buatan. Aurora sangat beruntung sebab sebelum membeli tanah ini , sebelumnya di tanah ini memang sudah banyak tumbuh pohon-pohon yang cukup besar.


Aurora memandikan white dengan lembut. Wolf dan wolfy yang melihatnya jadi iri, mereka pun turut serta turun ke sungai. Setelah puas bermain di sungai, Aurora mengajak ketiganya berkeliling.


Suasana cukup sunyi saat Aurora masuk ke dalam. Mungkin Reyhan dan Reyna sedang istirahat di kamar. Aurora menyediakan kamar untuk mereka . Di depan pintu kamar ada nama pemiliknya.


Kamar Aurora ada di lantai dua. Begitupun milik Reyhan dan Reyna. Selain itu masih dua kamar yang . Selain itu ada juga kamar yang di buat untuk ruang olahraga.Meskipun peralatannya masih belum tersedia.


Di lantai satu selain dapur dan ruang tamu ada juga kamar yang di sediakan untuk para bodyguard. Hanya untuk bodyguard wanita . Bagi bodyguard pria di sediakan rumah tersendiri.


" Lapar banget !"


Aurora melihat kearah jam ternyata sudah pukul empat sore. Dia telah menyelesaikan sholat ashar. Kemudian Aurora keluar dari kar untuk memasak . Karena memang tidak ada pembantu.


Dia membuka kulkas yang ada di dapur , ternyata isinya sudah penuh. Setibanya tadi , Aurora menyuruh salah satu bodyguard untuk membelikan berbagai macam bahan masakan.

__ADS_1


Belum juga Aurora memulai masak , ponselnya berbunyi. Ternyata ada panggilan dari Adrian . Dengan cepat Aurora mengangkat panggilan tersebut. Siapa tahu bisa makan tanpa perlu repot memasak 🤭🤭🤭.


" Assalamualaikum..."


" ......"


" Ada di rumah baru ."


" ...."


" Masak nggak tahu sih bang ?"


" ...."


" Iya."


" ...."


" Belum."


" ...."


" Beneran loh adek tunggu!"


" ...."


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


" Yes !" pekik Aurora girang

__ADS_1


" Kak Rara ngapain????"


__ADS_2