Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 12 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

Salsa sedikit berlari untuk menyamai langkah Azka yang sedikit lebar.


"Azka, kata Papi kamu bakal kuliah?" tanya Salsa setelah berhasil menyamai langkah Azka.


"Iya, kenapa?"


"Aku ikut, aku juga bakal kuliah bareng kamu."


"Bukannya udah?


Salsa mengeleng, kalau saja Azka tahu bagaimana kehidupannya dulu mungkin laki-laki itu akan iba padanya.


"Aku nggak sempat kuliah dulu karena hamil, dan sekarang mau kuliah sekalian jagain kamu."


"Oh gitu," gumam Azka kembali berjalan, membuka pintu mobil yang sudah di panaskan oleh sopir di rumah mereka.


"Sayang, kamu mau ambil jurusan apa? Kamu masih ingat cita-cita aku?"


"Nggak."


"Cita-cita aku jadi dokter. Kamu tau? Dulu pas aku nanya cita-cita kamu, pasti jawabnya, jadi pasien biar bisa sama aku terus," antusias Salsa bercerita walau Azka sibuk menyetir tanpa memperdulikan dirinya.


Tanpa meminta izin terlebih dahulu, Salsa langsung meraih tangan Azka kemudian mengenggamnya.


"Kebiasan kamu pas kita lagi jalan," ujar Salsa mengingatkan.


Percayalah sangat sulit bagi Salsa untuk tetap tersenyum di saat hatinya merasakan sakit. Hal-hal kecil yang selalu membuatnya tersetuh kini tak ada lagi.

__ADS_1


Azka yang perhatian dan posesif padanya sudah hilang bagai di telan bumi.


"Apa lagi?" tanya Azka melirik Salsa.


"Banyak, dan aku bakal ingetin satu persatu."


Keduanya sampai di kampus setelah menepuh perjalanan cukup jauh. Salsa tak pernah melepaskan ngenggaman tangannya dari Azka sepanjang turun dari mobil.


"Anak kamu ... maksud saya, anak kita di jemput sama siapa pulang sekolah nanti?"


"Di jemput Mami," jawab Salsa. "Oh iya Ka, kamu beneran nggak ingat sama Mami dan Papi?"


"Mungkin, tapi rasanya saya tidak asing berada di dekat mereka, mungkin karena darahnya mengalir di tubuh saya."


Langkah Salsa terhenti, ia menondongak untuk menatap wajah datar Azka. Selama beberapa hari ini, Salsa benar-benar melihat Azka yang dulu. Azka yang sikapnya cuek dan sangat dingin pada perempuan.


Tangan mungil itu terulur menyetuh dada Azka. "Kalau kamu merasa dekat dengan Mami sama Papi. Apa di hati kamu nggak ada aku sedikitpun Ka?"


"Nggak ada, aneh bukan?"


"Sangat."


"Kalau begitu, buat nama kamu kembali menempatinya," perintah Azka dengan sedikit sunginkan di bibir.


Jika Salsa bersedia membuatnya jatuh cinta, maka Azka akan mencoba untuk mencintai Salsa kembali.


"Itu pasti suamiku," jawab Salsa.

__ADS_1


Keduanya kembali berjalan memasuki kampus untuk mendaftarkan diri sebagai mahasiswa baru. Sungguh terasa sangat aneh. Di saat teman-temannya mulai meniti karir mereka berdua baru saja akan mendaftar.


"Azka!"


Sepasang suami istri itu segera berbalik dan mendapati wanita cantik tengah berdiri dengan wajah shoknya.


"Kami beneran Azka? Kamu nggak mati?" Lara mantan Azka saat SMA menutup mulutnya tak percaya.


Ia seperti bermimpi masih bisa melihat Azka setelah kabar kematian itu.


Azka menatap heran Lara, sedangkan Salsa semakin mengeratkan genggaman tangannya. Azka bisa mengingat Samuel dengan mudahnya, jangan sampai Azka meningat Lara juga.


"Siapa kamu? Azka? Jadi benar nama saya memang Azka?" tanya Azka pada Lara.


Ya selama ini Azka juga tidak tahu siapa namanya, ia menerima panggilan begitu saja dari orang-orang terdekatnya.


"Azka ayo kita pergi!" ajak Salsa menarik tangan Azka agar segera menjauhi Lara.


"Aku kangen sama kamu Ka." Lara tiba-tiba langsung memeluk tubuh Azka.


"Lara! Jangan mengambil kesempatan. Azka suami aku kalau kamu lupa." Salsa langsung menarik kasar tubuh Lara agar menjauh dari Azka.


Sampai kapanpun, Salsa tidak akan rela jika orang lain memeluk suaminya, apa lagi itu Lara.


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ

__ADS_1


__ADS_2