Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 19 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

Azka mengernyit mendengar kalimat terakhir Salsa. "Belum mendapatkan kebahagiaan?" tanyanya


"Iya, di saat aku mulai merasakan kebahagian setelah kita menikah. Kamu ...." Tenggorakan Salsa seakan tercekat. Kenangan malam itu adalah kenangan terburuk yang pernah di alaminya.


"Kamu apa?" desak Azka penasaran.


"Kamu ninggalin aku Ka. Seandainya malam itu aku nggak tidur dan cegah kamu pergi semuanya nggak bakal jadi begini. Seandainya malam itu kamu nggak balas Leo kita mungkin udah hidup bahagia."


"Leo, siapa lagi dia?" Bingung Azka. Sangat banyak teka-teki di hidupnya.


"Dia musuh kamu Ka, dia yang udah nembak kamu sampai harus koma bertahun-tahun. Tapi tenang aja, Leo udah di hukum mati satu tahun yang lalu karena udah bunuh kamu ada ayah."


Azka memijit pelipisnya, kepalanya semakin pening memikirkan itu semua. Salsa yang menyadarinya segera berhenti cerita.


"Sampai situ aja dulu Ka, takutnya kamu sakit. Di habisin kopinya sayang, Aku ke dapur dulu mau masak untuk makan malam nanti."


Azka mengengam tangan Salsa sebelum beranjak. "Kenapa nggak nyewa asisten rumah tangga?"


"Kamu nggak suka kalau ada orang lain di rumah kita, katanya nggak bebas mesra-mesraan. Suamiku, istrinya di lepas dulu ya ntar kita kelaparan lagi."


Azka mengeleng. "Tinggalah sebentar Sal, perasaan aku lebih tenang kalau di dekat kamu."


***


Karena sikap Azka yang tiba-tiba manis dan tak ingin di tinggal sendiri, alhasil mereka memesan makanan untuk makan malam bertiga.


Setelah makan malam, seperti janji Azka pada putranya, lelaki itu ke kamar Angkara untuk belajar bersama.


"Papa, aku mau celita sesuatu, tadi pas di sekolah ada tante-tante yang minta salam sama Papa."


"Terus, Kara jawab apa?"


"Tante, jangan salam-salam sama Papa aku, dia cuma milik Mama."


"Anak pintar." Azka mengacak-acak rambut putranya.


Lama Azka di kamar Angkara hanya untuk menemaninya belajar, tak lupa mendengarkan segala cerita bocah kecil itu.


Dari cara bicara Angkara, dapat Azka tebak, anak itu akan tumbuh menjadi laki-laki pintar.


"Tugas mewarnainya udah selesai, saatnya tidur jagoan, Papa."


"Papa, temenin Kara tidur!" pinta anak kecil itu dan dijawab anggukan oleh Azka.


Setelah memastikan Angkara terlelap, barulah Azka menyusul Salsa ke kamar dan mendapati wanita itu tengah tidur membelakangi pintu.


"Tumben tidur cepat," gumam Azka.


Lelaki itu ikut berbaring di samping Salsa, saat akan memejamkan mata, terpaan nafas sedikit panas mengenai kulitnya.


Refleks Azka memeriksa kening Salsa dan tekejut mendapati tubuh istrinya sangat panas.

__ADS_1


"Sal, kamu baik-baik aja? Mau ke dokter?"


Tak ada sahutan, hanya keringat dingin yang mulai keluar di tubuh Salsa dengan air mata mengalir begitu saja.


"Salsa!"


Wanita itu membuka mata.


"Kamu demam, kita kerumah sakit ya!" ajak Azka.


Salsa mengeleng. "Aku nggak papa Ka, cuma demam biasa kok bentar lagi juga sembuh. Kalau kamu khawatir peluk aku aja," lirih Salsa.


Azka langsung memeluk tubuh Salsa, menepuk-nepuk punggung wanita itu pelan. "Ada lagi selain peluk yang kamu butuhin?"


"Nggak ada cuma ini."


***


Salsa mengeliat ketika terpaan sinar matahari mulai dirasakan kulit putihnya, ia tersenyum ketika membuka mata objek pertama yang dia dapati adalah wajah tampan sang suami.


Tangannya terulur untuk menyentuh pipi juga hidung Azka. "Terimakasih Ka, udah balik lagi walau dengan versi yang berbeda. Aku yakin ada atau nggaknya ingatan kamu. Kamu masih tetap Azka yang aku cintai dan mencintaiku tulus. Buktinya kamu belum ingat aku aja perlakuan kamu udah manis gini, gimana nanti? Mungkin aku adalah wanita paling beruntung."


"Selamat pagi sayang," sapa Salsa ketika Azka membuka matanya.


"Kondisi kamu?"


"Udah sehat, aku kan wanita kuat Azka," jawab Salsa cepat. Ia sedikit memajukan wajahnya dan mengecup bibir seksi Azka sekilas.


"Vitamin di pagi hari suamiku."


"Kamu memang seagresif ini?"


"Nggak, dulu aku kalem. Tapi berhubung suami aku lagi lupa ingatan aku harus agresif biar hubungan kita nggak menonton. Kalau dulu, aku nafas aja kamu udah kepanasan, apa lagi kalau aku nyosor duluan."


Azka tertawa, mencoba untuk membalas ciuman Salsa walau hanya di pipi.


"Azka kamu masih normal kan? Kok nggak ada minta sesuatu gitu sama aku?"


"Sesuatu?"


"Iya, hubungan layaknya suami istri. Azka yang dulu mana mau lewatin pagi tanpa itu ...," lirih Salsa di akhir kalimat.


Mungkin sekarang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus karena secara tidak langsung sudah menawarkan diri.


"Bukannya nggak normal, tapi aku masih ragu Sal. Sebelum aku meminta, aku ingin ingatan aku kembali," jawab Azka.


"Kalau nggak kembali?"


"Maka tunggu aku jatuh cinta sama kamu untuk kedua kalinya."


Salsa memeluk Azka erat. "Aku yakin cinta itu bakal datang secepatnya, karena di hati kamu memang sudah ada aku sejak lama."

__ADS_1


"Pede banget."


"Emang iya, liat aja nanti."


***


Tak terasa sudah sebulan lamanya sejak kembalinya Azka di kehidupan Salsa. Awalnya wanita itu merasakan sakit yang teramat dalam, tetapi lambat laun luka itu mulai terobati dengan sikap manis Azka padanya.


Sekarang mereka seperti orang yang tengah pacaran, mengulang momen dulu saat masih SMA, bedanya pacaran mereka versi halal.


Azka dan Salsa sudah mulai kuliah setelah melewati beberapa tahap termasuk Masa orientasi siswa yang menguras habis tenaga Salsa.


Keduanya kuliah di kampus yang sama tetapi di fakultas yang berbeda. Salsa mengambil jurusan kedokteran sedangkan Azka mengambil jurusan Manajemen. Namun, itu semua tak membuat jarak di antara mereka walau mempunyai kesibukan masing-masing.


Salsa selalu menyempatkan waktu untuk menemui Azka di saat makan siang berlangsung.


"Sayang!" panggil Salsa tanpa malu pada teman-teman satu ruangan Azka.


Toh Azka saja tidak masalah jika Salsa terang-terangan mempublish hubungan mereka.


"Berpawang ternyata, pantas cuek," gumam seorang gadis yang tentu saja jauh lebih mudah dari Salsa.


Rata-rata siswa akan masuk kuliah di usia 18 atau 19, sedangkan umur Salsa sudah 23 tahun.


"Kenapa?" tanya Azka.


"Ayo makan siang bareng, di kantin!" ajak Salsa.


"Aku masih ada tugas dikit, duluan aja kalau lapar." Salsa mengeleng, langsung mendudukkan diri di samping Azka.


"Aku tunggu kalau gitu." Salsa merebahkan kepalanya di atas meja dengan lengan sebagai tumpuan.


"Kamu ngantuk?"


Salsa menganggukan kepalanya. "Lelah habis praktikum, aku temenin sambil tidur ya Ka, kalau selesai bangunin!"


Azka mengangguk seraya mengacak-acak rambut Salsa, setelahnya, dia kembali mengerjakan tugas-tugas agar cepat selesai dan makan siang bersama Salsa.


Katanya menikah muda bukanlah hal yang mudah, sering bertengkar karena umur yang masih labil, emosi yang selalu di kedepankan. Ingin di mengerti satu sama lain. Saling agois ingin menang sendiri.


Namun, semua itu jauh dari hubungan Salsa dan Azka. Mereka memang seumuran, tetapi cara mengatasi sebuah hubungan terbilang cukup dewasa. Jika ada marah salah satunya, maka yang lain harus mengalah agar api tidak semakin berkobar.


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo

__ADS_1



__ADS_2