Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 31 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

Salsa teflek membuka pintu ketika menyadari apa yang di katakannya tadi. Namun, dia tidak mendapati Azka di depan kamar.


"Azka!" pekik Salsa, tapi tidak ada sahutan apapun.


Wanita itu berlari menuju kamar kemudian membuka pintu secara tergesa-gesa.


"Azka, maaf. Aku nggak bermaksud ngomong gitu." Salsa langsung memeluk tubuh Azka dari belakang.


Laki-laki itu sedang berdiri di balkon kamarnya, memperhatikan suasana rumah yang banyak berubah setelah dia pergi selama lima tahun.


Azka berbalik, ketika merasakan seseorang memeluknya. Wajah yang tadinya senduh berubah ceria saat itu juga. Dia membalas pelukan Salsa sangat erat.


"Aku cinta sama kamu Azka, nggak mungkin aku rela kalau kamu pergi. Aku cuma emosi tadi, maaf," sesal Salsa sesegukan.


Matanya sudah sembab karena terus menangis.


Azka melerai pelukan Salsa, kemudian menghapus air mata di pipi sang istri.


"Sssstttt, sayangnya Azka nggak boleh nangis. Bantu aku buat menuhin keinginan putra kita Sal!"


Salsa menganggukan kepalanya.


Cup


Azka mencium kedua mata sebab Salsa dan memeluknya kembali. "Maafin aku, kita mulai dari awal mau kan? Aku janji nggak bakal buat kamu terluka apa lagi nangis."


"Salsa, aku mencintaimu lebih dari kamu mencintaiku."


"Aku juga cinta sama kamu, Ka."


***


Setelah pertengkaran tadi, keduanya berbaikan dan menyadari kesalahan masing-masing.


Tubuh Salsa kembali drop, suhu bandannya mulai panas seperti yang sudah-sudah.


"Demam lagi, sebaiknya kita kerumah sakit ya, Sayang," ajak Azka, namun di jawab gelengan oleh Salsa.


"Aku nggak papa Ka, nanti setelah minum obat pasti baikan. Peluk aku aja biar anget," gumam Salsa.


Azka tersenyum, menjawil hidung istrinya. "Lalu ini apa, Sayang?" tanyanya.


Pasalnya sedari tadi, Azka sudah memeluk Salsa dan menyalurkan kerinduannya.


"Kurang erat."


"Gini?" Azka semakin mengeratkan pelukannya. Lebih tepatnya seperti menindih Salsa.


Kaki Azka berasa di atas pada Salsa. "Iya."


"Sal."


"Kenapa Ka?"

__ADS_1


"Karena aku udah balik, kita lanjutin apa yang belum selesai ya cantiknya Azka. Lima tahun yang lalu kita bakal ngadain resepsi, tapi gagal karena kecelakaan, jadi aku mau lanjutin sekarang."


"Nggak usah Ka, lagian udah lima tahun juga."


"Kenapa nggak? Aku mau istri aku di akui semua orang, biar mereka tau kamu itu milik aku Sal.Aku bakal buat kamu jadi ratuku," bisik Azka sebelum memejamkan mata.


Dia sangat rindu pelukan hangat ini. Pelukan penuh cinta tanpa ada kebingungan dalam dirinya lagi tentang Salsa dan Angkara.


***


Azka terbangun di pagi hari dan tak mendapati Salsa di sampingnya. Dia segera beranjak untuk mencuci muka dan sikap gigi, barulah setelahnya mencari sang istri.


Senyuman tulus dan imut yang tak pernah terlihat sejak kepulangan Azka di rumah ini, kini kembali lagi. Lelaki itu menyugar rambutnya kebelakang, berjalan semakin dekat pada Salsa yang membelakanginya.


"Sayang," bisik Azka. Dia langsung mengalungkan tangan kanannya di leher sang istri, sementara tangan kiri melingkar di perut.


Azka mencium pipi Salsa, menelusuri hingga belakang telinga.


"Eeuuggghhh." Salsa melengguh, mencoba menjauhkan kepalanya karena geli, dia juga sedikit kaget karena kedatangan suaminya.


"Azka, berhentilah!" perintah Salsa.


Bukannya berhenti, tangan Azka semakin erat memeluk tubuh Salsa.


"Mumpung anak kita nggak ada di rumah, kita habisin waktu berdua aja."


Mendengar itu, Salsa langsung membalikkan tubuhnya setelah mematikan kompor. Sialnya, saat dia berbalik, Azka malah mengambil kesempatan itu untuk mengunci tubuhnya lebih dalam lagi. Dia tersudut dan kepalanya hampir membentur lemari dapur bagian atas.


"Azka, aku masih belum lupa sama rasa sakit yang ...."


Kini dia melakukannya dengan kesadaran penuh, juga ingatan dan cinta yang sama pula.


Azka mengusap bibir Salsa dengan seringainya. "Aku tau, tapi kali ini aku bakal bersikap egois Sal. Memilih melupakan segalanya dan memulai sesuatu yang baru untuk kita."


Azka menatap Salsa penuh cinta.


"Gampang banget," gumam Salsa tak terima.


Namun, bukan Azka namanya jika dia tidak benar-benar egois dan keras kepala. Jangan lupakan sikap pemaksanya.


"Minggir Azka! Aku mau masak dulu."


"Hukum aku, Sayang!" pinta Azka.


"Nggak usah, nggak ada gunanya juga. Kamu udah ingat semuanya, dan aku tau kamu pemaksa."


"Aku serius sayang."


Hap


Tubuh Salsa melayang keudara, dunianya seperti terbalik bahkan sedikit pusing karena Azka mengendongnya seperti karung beras.


Ceklek

__ADS_1


Suara pintu di kunci, membuat Salsa semakin panik bukan kepalang. Dulu dia memang menunggu Azka melakukannya, tapi sekarang dia belum siap, apa lagi setelah semuanya terjadi.


"Turunin aku Azka!" Salsa memukul-mukul pinggang Azka agar menurukan dirinya.


Sesuai permintaan, Azka menurunkan Salsa tepat di atas ranjang, kemudian menindihnya. Dia membenamkan wajahnya di antara gunung kembar Salsa, dan memeluk wanitanya dengan posesif.


"Masih terlalu pagi untuk berakitvitas, Yang. Aku masih ngantuk," gumam Azka mulai memejamkan matanya.


Jantung Salsa berdebar sangat hebat. Momen ini sangat dia tunggu, Azkanya kembali dan mengingatnya. Tapi setelah dia mendapatkannya, semuanya terasa biasa saja. Bahagia juga sekedernya.


"Jantung kamu ...."


"Udah!" pekik Salsa, tak ingin Azka membahas jantungnya yang berdisko hebat.


"Aku mencintaimu Sal, dan jangan pernah berpikir untuk pergi dariku. Kamu tau? Sampai ujung duniapun aku ...."


"Dunia bulat, nggak ada ujung," ralat Salsa.


Azka senyum tipis, mendongak hanya untuk menyentil hidung Salsa. Kenapa dia merasa sangat gemas sekarang? Sepertinya Azka yang harus berjuang kali ini untuk meluluhkan hati Salsa. Dan itu semua sangat mudah untuknya.


Rasa cinta Salsa sangat besar untuknya, semua itu terbukti saat Salsa rela membuka pintu kamar hanya untuk mencarinya. Mencegahnya pergi dan menangis dalam pelukannya.


Awalnya dia ingin menuruti keinginan Salsa untuk pergi selama-lamanya, tetapi dia tidak tega jika harus membuat Readers menangis dan kecewa karena dia menghilang untuk kedua kalinya, dan mungkin tidak akan kembali lagi.


"Aku bakal berhenti mencintaimu ...." Mata Salsa membulat mendengar itu. Apa maksud Azka mengatakan semuanya?


"Azka." Tenggerokan Salsa tercegat, dia hanya ingin di bujuk dan di mengerti, tapi kenapa Azka malah menyerah? Mana tadi ungkapan cintanya. "Tapi kamu bilang bakal jadiin aku ratu," lirih Salsa.


"Aku bakal berhenti mencintaimu ... jika lingkarang mempunyai ujung dan siku-siku."


Blush


Wajah Salsa langsung merona merah, Azka selalu bisa membuatnya salah tingkah. Kali ini, orang yang sedang menindihnya memang benar Azka, bukan yang lain.


"Baper?" tanya Azka tanpa dosa.


"Nggak!" Sangah Salsa.


"Benarkah?" Goda Azka.


"Azka, aku lapar, pasti kamu juga. Sebaiknya kita sarapan dulu."


"Sayang." Azka sama sekali tak mendengarkan Salsa, dia malah sibuk dengan dunianya sendiri, memainkan rambut sebahu Salsa tanpa menatap wajah wanitanya.


"Tempat minum aku semakin gede ya?"


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005

__ADS_1


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo



__ADS_2