Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 43 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

Setelah kepergian Angkara dan Maminya, Azka menutup pintu rumah rapat-rapat, kemudian berjalan ke dapur untuk menemui pembantu yang di bawa Tari.


"Tolong masak makan siang untuk istri saya Bi!" perintah Azka, setelah itu melenggang pergi.


Azka menemui Salsa di kamar utama, dia tersenyum ketika mendapati sang istri meringkuk di atas ranjang. Wanita itu sudah bangun, tapi seperti engang beranjak.


"Udah nggak panik lagi, hm?" tanya Azka dengan suara lembutnya. Dia duduk di ranjang, mengangkat kepala Salsa agar tidur di pangkuannya.


"Berhenti ngurusin Avegas, Ka. Aku nggak suka kalau kamu terus dalam bahaya!" pinta Salsa sunguh-sunguh.


"Kalau aku berhenti ngurusin Avegas, maka banyak yang bakal jadi korban Sal. Musuh aku udah tau aku kembali, tau aku menjabat sebagai ketua lagi."


"Tapi aku takut," rengek Salsa.


"Percaya sama aku." Azka menunduk untuk mengecup bibir istrinya.


"Kara mana Ka?"


"Udah di jemput sama Mami, biarin Kara disana dulu. Kamu mau cuti kuliah dulu Sal? Setidaknya sampai urusan aku selesai."


"Kenapa?"


Azka mengeleng, dia tidak ingin Salsa semakin khawatir bahwa dia juga sedang takut sekarang. Masalah teror ini saja dia akan menanganinya sendiri.


Sejak kembalinya, ada saja kejanggalan yang dia temui di dalam berkumpulan mereka. Jika kemarin Rayhan, hari ini lain lagi.


"Sal, aku nggak bisa percaya sama siapapun lagi," gumam Azka.


"Huh?" bingung Salsa.


"Nggak Papa, ayo bangun! Kita makan siang dulu, rumah udah aku beresin, tapi nggak bisa masak, jadi nyuruh Mami bawa pemabantu."


"Aku cuci muka dulu Ka."


Azka mengangguk, menunggu sang istri di sofa, seraya memainkan ponselnya. Pikirannya sedang bercabang kemana-mana. Tidak percaya dengan kejanggalan di antara merek, tapi itu terasa nyata.


Azka mengelengkan kepala, berusaha mengusir prasangka buruk yang terus berputar di pikirannya.


"Nggak mungkin mereka berhianat, kalau memang ingin, udah dari dulu."


Azka segera membuka room chatnya dengan inti Avegas.


Azka: Kalian ada waktu? Kumpul malam ini di rumah gue bisa?"


Samuel: Y


Ricky: Siap siaga pak ketu


Dito: Gue ajak Alana ya, sekalian main sama Kara @Azka


Azka: @Dito Kara nggak di rumah, tapi bawa aja, ada Salsa yang bakal jagain


Rayhan: Cemilan jangan lupa, gue lagi kere soalnya


Keenan: Ikut


***

__ADS_1


Malam harinya sesuai yang telah di sepakati, Inti Avegas berkumpul di ruang tamu. Azka memutuskan melupakan semuanya dan bersikap biasa-biasa saja pada teman-temannya. Biarkan mereka bermain-main.


Karena, sepandai-pandainya seseorang menyembunyikan api, asapnya akan terlihat juga.


"Wajah lo napa bojok gitu To?" tanya Rayhan.


Semua tertuju pada Dito, dan mereka baru sadar, kalau wajah Dito babak belur seperti habis di serang.


"Gue kena cegat pas kesini, untung gue nggak jadi bawa Alana," jawab Dito.


"Jangan bilang?" Rikcy menjeda.


"Siapa lagi Ky, sudah jelas mereka lah. Pengen banget gue buka helmnya, eh malah keburu kabur," gerutu Dito.


Azka menghembuskan nafas kasar. "Sepertinya mereka ada di sekitar kita, dan mantau setiap apa yang kita lakukan. Sejauh ini ada petunjuk?"


"Markas Wiltar aktif lagi, gue baru dapat sinyal semalam. Tapi di sana sunyi, kayaknya sengaja buat mancing kita kesana."


"Jangan gegabah, kali ini kita nggak bisa pakai otot, kali ini kita bakal balas lewat kecerdasan. Tenaga kita sia-sia kalau nyerang mereka."


"Gue setuju El, mau sebanyak apapun kita lumpuhin Wiltar, kalau kita nggak tau Ketuanya, sama aja bohong," timpal Azka.


Pembicaraan mereka harus terhenti kerena kedatangan Salsa membawa minuman dan beberapa cemilan, seperti biasa jika teman-teman suaminya sedang berkumpul. Azka tak pernah marah sekalipun, jika Salsa tiba-tiba datang menganggu diskusi mereka.


"Makasih Bu ketu, tau aja gue lagi lapar." Dua R langsung mencomot kue bolu yang terlihat sangat lezat itu.


"Satu potong 100 rb," ucap Azka.


"Anjir, Bolu gini aja mahal banget dah," protes Ricky.


"Lo kira istri gue babu lo?"


"Azka!" tegur Salsa tak enak.


"Sans Bu ketu, udah biasa. Btw lo kenapa tadi? Sampai-sampai Azka pulang buru-buru," tanya Rayhan.


"Oh tadi, ada paket yang ...."


"Paket salah alamat, mana pemiliknya laki-laki, ngeyel minta masuk kerumah," potong Azka.


"Oalah, kirain darurat." Rayhan mengangguk mengerti.


Sementara Samuel menatap Azka penuh selidik.


"Lanjut lagi, aku ke atas bentar." Pamit Salsa.


Setelah kepergian Salsa, mereka kembali membahas tentang Wiltar.


"Kalian udah pada tau belum, kalau Kakanya Leo keluar dari penjara 5 bulan yang lalu?" tanya Dito tiba-tiba.


"Serius?" tanya mereka serempak.


"Hooh, gue curiganya yang jadi ketua Wiltar sekarang, dia."


"Kok bisa bebas cepat gitu? Bukannya masih lama ya?" tanya Rayhan.


"Uang di atas segalanya Bro, apa lagi pak Arion kan udah nggak ada, yang bawa bukti kuat dia. Buktinya hilang setelah pak Arion meninggal. Dengar-dengar ayahnya Leo ngajuin banding ke pengadilan dan di setujui makanya lolos," lanjut Dito.

__ADS_1


"Ok, kita punya tersangka utama sekarang, tapi pertanyaanya. Ada yang tau wajah kakaknya Leo?" kali ini Keenan ikut menimpali.


Ya mereka hanya mendengar berita yang beredar, tak sekalipun pernah melihat wajah kakaknya Leo, bahkan namanya saja tidak.


Berita hanya menyebutkan inisial R.


"Coba cari Ky!" perintah Azka.


"Nggak ada, gue udah nyari pas dengar berita kebebasannya. Keknya ayah Leo membungkan semua media," ucap Dito.


"Anggara Group?" tanya Ricky.


"Bego kok di pelihara Ky? Anggara group media iklan, ya kali publish berita," protes Rayhan.


"Ya juga ya."


"Biar gue yang nyari tau siapa kakaknya Leo."


"Serius lo Ray?"


"Iya."


"Ada baiknya kalau ada yang bantu lo Ray. El, lo bisa bantu Ray?" tanya Azka.


"Nanti gue bantu nyari."


Serius mendiskusikan sesuatu, tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Jam 12 malam, siapa yang menyangka mereka menghabiskan banyak waktu hanya membahas tentang Wiltar.


Satu persatu inti Avegas bubar. Ketia yang lain sudah pergi, Azka langsung mencegat Keenan.


"Keen, kalung lo mana?" tanya Azka tiba-tiba.


Sontak Keenan meraba lehernya dan terkejut tidak menemukan benda itu. "Perasaan pas gue jalan sama Glora masih ada deh. Keknya jatuh di suatu tempat," gumam Keenan.


"Nanti gue cari, kenapa Ka?" tanya balik Keenan.


Azka mengeluarkan kalung di saku celananya. "Punya lo bukan?"


"Lah, kok ada di elo? Dapat dimana?"


"Depan rumah gue tadi, lo hari ini ada kerumah nemuin Kara?"


"Rencananya iya, pas pulang jalan sama Glora, tapi nggak sengaja liat segerombolan jaket hitam di dekat komplek lo, gue ikutin dan liat salah satu motor berhenti depan pagar terus nyerahin kotak sama Kara, pas gue tanya satpam rumah lo, katanya kang paket."


"Terus?"


"Gue curiga, dan ngikutin motor itu, ternyata dia geng Wiltar, makanya gue nelpon lo tadi, tapi syukurlah bukan teror. Thanks kalungnya, gue bakal simpan biar nggak ilang lagi."


"Gue sempat curiga sama Lo," jujur Azka.


Keenan tertawa. "Gue nggak punya alasan buat berkhianat. Gue suka lo yang sekarang Ka, lebih waras dan nggak meledak-ledak kek dulu. Pertahanin! Banyak yang menginginkan kita retak."


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual

__ADS_1


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo


__ADS_2