
"Pengawal?" ulang Salsa di jawab anggukan oleh Azka.
"Hm, mama nyuruh aku jadi pengawal kamu, dengan bayaran lumahan mengiurkan setiap bulannya. Pernah dengar Bayangan?"
"Pesuruh bayaran itu kan? Dia di takuti banyak orang."
Azka lagi-lagi menganggukan kepalanya. "Bayangan itu Avegas dan ketuanya aku Sal. Itulah mengapa aku kenal ayah kamu, tapi maaf aku nggak bisa nyelematin ayah dari kekejaman Elang."
Kening Salsa semakin mengerut, siapa lagi Elang? Kenapa banyak yang tidak dia ketahui.
"Leo ketua Elang sekaligus ketua Wiltar. Kita membuat geng motor hanya sebagai pengalihan perkumpulan biar nggak di curigai sana orang-orang sekitar. Sekarang uang yang mama berikan lima tahun yang lalu, aku kembalikan ke kamu!"
"Tapi Azka ...."
"Kenapa Sayang? Itu uang kamu. Lagian aku berterimakasih banyak sama mama, karena mempertemukan aku sama perempuan yang hatinya seperti malaikat, mau menerima semua kekurangan aku, memahami setiap ego dalam diri aku."
Hembuasan nafas panjang terasa seiring pelukan Salsa semakin erat. "Aku kira kamu mau ngomong apa Azka. Itu semua hanya masa lalu, aku nggak peduli di balik bertemunya kita ada begitu kejadian yang nggak aku ketahui. Yang aku tahu, kamu sangat mencintaiku melebihi apapun, sampai rela mempertaruhkan nyawa hanya untuk melindungiku dari orang-orang yang membenci ayah."
"Kan, nangis!"
"Nggak nangis, tapi air matanya keluar sendiri."
Azka tertawa mendengar jawaban istrinya, dia menarik Salsa agar melerai pelukannya, mengecup kedua mata Salsa yang basah akan air mata.
"Jangan nangis, nanti jeleknya hilang. Kalau tambah cantik bahaya, banyak yang godain."
"Bisa aja."
__ADS_1
***
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Perut Salsa mulai membuncit, tetapi yang membuat Azka aneh, karena istrinya tidak pernah meminta hal-hal aneh padanya. Ngidam dan sebagainya juga tidak, istrinya segar bugar layaknya tidak hamil.
Azka yang merasa khawatir, malah terus menawarkan Salsa periksa ke dokter hampir setiap minggu, takut ada kelainan pada calon anaknya.
Sama seperti saat ini, Azka bersujut di depan Salsa, memeluk perut buncit wanitanya, bahkan sesekali memberi kecuman.
"Ayolah Sayang, kita kerumah sakit!"
"Aku nggak papa Azka. Anak kita baik-baik saja, kamu merasakan sendiri denyutannya."
"Tapi kamu aneh banget selama hamil."
"Ck, itu bukan aneh Sayang. Beruntung malah, calon baby kita nggak nyusahin mama sama Papanya. Aku tuh herannya sama kamu. Ngebet banget pengen liat aku ngidam."
Tawa Salsa semakin menjadi mendengar rengekan suaminya. Kenapa harus iri? Padahal Keenan tersiksa karena ngidam Glora yang aneh-aneh.
"Sayang?"
"Apa lagi Sayang?"
"Ngidam kek sekali-kali!"
Salsa menghembuskan nafas kasar, baiklah dia akan pura-pura ngidam demi menyenangkan suaminya.
"Aku mau makan sate, tapi nggak pakai tusuk, maunya sekarang."
__ADS_1
Benar saja, Azka langsung berdiri, mengecup pipi Salsa.
"Siap laksanakan kesayangan."
Tawa Salsa mengelegar ketika Azka menghilang di balik pintu. Dia sampai memegangi perutnya.
"Liat Nak? Papa sangat sayang sama kamu, sampai mama nggak minta aneh-aneh aja, di mintain. Pokoknya prinses Mama nggak boleh ngecewain Papa ya!"
Senyum Salsa mengembang, ketika denyutan terasa di di perutnya.
"Anak baik."
Karena sendirian di rumah, Salsa memutuskan untuk membaca novel di aplikasi andalannya. Sekarang dia sedang membaca novel.
Hasrat Terlarang Nona Muda
Yang berkisah seorang gadis cantik mencintai abangnya sendiri. Kalau saja Azka tahu dia membaca seperti ini, bisa di pastikan ponselnya akan di sita.
Dengan alasan. "Apapun alasannya, pelakor tetaplah pelakor!"
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
__ADS_1
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo