
Azka tidak bisa duduk dengan tenang sejak beberapa menit yang lalu, keringat dingin membasahi pelipis juga seluruh tubuhnya. Terus melafalkan do'a tanpa henti seraya menatap ruang operasi di depannya.
"Kamu dan anak kita pasti baik-baik saja," gumam Azka berusaha tidak khawatir, meskipun itu sangat sulit di hindari.
Untuk kali pertamanya dia seperti orang gila, karena berjalan bolak-balik seperti setrika, membuat inti Avegas juga orang tua dan mertunya menahan senyum.
Tidak ada yang aneh dengan kodisi Salsa, wanita itu baik-baik saja, tetapi Azka sangat berlebihan mungkin karena pertama kalinya. Tidak seperti inti Avegas dan yang lainnya, sudah pernah menyaksikan hal seperti ini ketika Salsa melahirkan Angkara.
"Duduk dulu pak ketu," ujar Rayhan.
Bukannya duduk, Azka malah memicingkan matanya pada Rayhan.
Beberapa kali Azka mengambil nafas untuk menenangkan diri. Memejamkan mata sesekali.
***
Senyuman di wajah Azka tidak pernah pudar sedikitpun sejak Salsa juga anak keduanya keluar dari ruang operasi dan di nyatakan sehat walafiat tanpa ada keanehan sedikipun.
"Anjir si bucin senyum mulu," ejek Dito.
"Ssstttttt, sebaiknya kalian pergi, anak sama istri gue mau istirahat. Lagian nggak guna kalian di sini selain ngabisin cemilan sama nularin bakteri."
Tenang, tarik nafas. Itulah yang di lakukan inti Avegas meski ingin rasanya memberi pelajaran pada ketua bucinnya.
Namun, situasi tidak memungkinkan terlebih prinses Azka sedang tidur, yang ada mereka akan mendapat omelan dari wanita yang setengah berbaring di brangkar.
"Ya udah deh, kita pamit, nanti kesini lagi." Ricky berdiri lebih dulu.
"Nggak usah balik lagi kalian kesini, ngabisin uang aja."
__ADS_1
"Azka," tegur Salsa dengan suara pelan.
"Jangan belain mereka, kenyataan itu."
"Terserah lo pak bucin," ejek Rayhan sebelum meninggalkan ruang rawat Salsa.
Mereka pergi bukan karena di usir, melainkan kesibukan masing-masing.
Setelah teman-temannya pergi, Azka mendekati istrinya, duduk di pinggi ranjang dengan senyuman manis di wajahnya. Di perhatikannya makhluk kecil di gendongan sang istri.
"Cantik banget, bibir sama hidubgnya mirip kamu Sal," lirih Azka bergantian memandangi wajah Salsa dan wajah putrinya.
"Udah ketebak endingnya, kan pas diperut Papanya suka nyium hidung sama bibir," sahut Salsa.
"Halo anak Papa, cantik banget. Sehat-sehat ya Nak, biar bisa cepat keluar dari rumah sakit. Abang Kara udah nggak sabar pengen liat kamu."
"Ck." Azka berdecak mendengar sahutan Salsa.
Dia semakin memajukan tubuhnya, menumpu salah satu tangan di kepala brangkar sebagai penopang tubuhnya agar tidak menindih putri dan istrinya.
Bibirnya menyentuh kening Salsa, terbenam cukup lama. Bahkan Azka memejamkan matanya, menikmati sensasi berbeda juga debaran jantungnya yang sedari tadi tidak berhenti setelah melihat putrinya.
"Terimakasih istriku, sudah mau melengkapi segala kekuranganku, dan memberikan aku dua malaikan kecil yang sangat tampan juga cantik. Aku adalah laki-laki paling beruntung di dunia ini karena mendapatkan perempuan sepertimu Salsa Natasya Anjani, semoga rumah tangga kita selalu seperti ini, penuh canda tawa dan kebahagian selamanya."
Usai mengatakan isi hatinya, barulah Azka menjauhkan bibirnya dari kening Salsa. Saat itulah dia terkejut melihat bulir bening menetes membasahi pipi Salsa.
"Sayang? Aku buat kamu kesakitan?" Salsa mengeleng.
"Aku terharu sama kata-katamu kamu Azka. Aku berharap tidak ada yang bisa memisahkan kita hingga tua nanti. Semoga bukan hanya di dunia, tetapi juga di Surga."
__ADS_1
"Sehidup sesurga hanya bersamu Salsa Natasya Anjani."
"Sehidup sesurga hanya bersamamu Farel Azka Afrizal Wijaya."
Tatapan keduanya bertemu, hingga membuat pipi Salsa merona.
Oek ... oek ... oek.
Keduanya tertawa karena tangisan si kecil.
...****************...
...ENDING...
Huhuhu, akhirnya kisah ketua Avegas dengan gadis berambut sebahu yang berawal dari benci dan takdir yang tidak sengaja mempertemukan mereka berakhir dengan bahagia.
Terimakasih authot ucapkan kepada kalian karena sudah setia menemani selama ini🥰
Untuk bunos capter akan ada. Author menamatkan agar ada akhir dari sebuah kisah😊.
Kok sulit banget yang ngelepasin Avegas dan kisahnya?🥺, meski begitu cerita harus ada akhirnya bukan?
Untuk kisah Samuel dan Rayhan akan ada, tapi Author belum janji kapan. Pantengin terus notifikasi.
Salam sayang dari kalian, jangan lupa mampir di novel baru Author.
HASRAT TERLARANG NONA MUDA
Sakuel dari kisah "Hay pak guru" sahabat Salsa dan Azka.
__ADS_1