Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 51 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

"Yang Egois itu Lo!" balas Rayhan dengan mata memerah, amarah yang selama ini di pendamnya memuncak dan siap meledak.


Inti Avegas yang sedari tadi terdiam menatap Rayhan tak percaya, baru kali ini mereka melihat kemarahan happy virus yang selalu menghibur di situasi apapun.


"Gue?" tunjuk Azka pada dirinya sendiri.


"Ya lo! Lo cuma mikirin keselamatan Istri dan anak lo, tanpa mikirin orang lain Ka."


"Maksud lo apa, hm? Lo mau mutar balik fakta gimana lagi?"


"Lo nggak pantas jadi ketua!" bentak Rayhan, dia mendorong tubuh Azka agar menjauh darinya. Laki-laki itu membalas tatapan tajam Azka.


"Orang egois kayak lo nggak pantes jadi ketua!"


"Jelasin sama gue sialan! Letak keegoisan gue ada dimana?"


"Lo nuduh gue seakan-akan gue berkhianat, bukan cuma lo, Gue juga kecewa sama, lo dan lo!" tunjuk Rayhan pada Samuel dan Keenan.


"Kalian nyurigain gue, tapi nggak ada satupun yang mau bertanya, gue bersikap seperti ini karena apa. Malam itu, gue dengar pembicaraan lo sama El, kenapa nggak langsung nanya dan malah acuhin gue, hm?" geram Rayhan.


Selama ini, dia sadar para sahabat, bahkan sepupunya sendiri mencurigai dirinya, dia berusaha bersikap biasa-biasa saja karena merasa dirinya memang bersalah karena menyembunyikan indentitas Riko yang sebenarnya.


"Dari awal gue memang nyembunyiin identitas Riko! Kenapa? Kalian marah dan kecewa? Kenapa nggak ada yang bertanya?"


"Berhenti bertele-tele seperti itu sialan!" Azka hendak maju untuk memukul Rayhan untuk kesekian kalianya. Namun, tubuhnya langsung di cegat oleh Samuel.


Laki-laki itu langsung berdiri karena merasakan kejangalan. Firasatnya benar, ini semua hanya kesalahpahaman, salahnya karena tidak ingin bertanya dan menyelidiki sendiri.


"Lepasin gue El, gue harus beri pelajaran sama dia!" bentak Azka terus meronta.


Samuel menghiraukan, dan malah memerintahkan Keenan juga Dito agar menahan tubuh Azka, sementara Ricky membantu Rayhan bangun.


"Ok gue salah karena nggak nanya sama lo, tapi lo bukan anak kecil lagi Ray, yang barus di tanya saat lo punya masalah," ucap Samuel dengan suara sangat tenang.


"Sekarang gue tanya sama lo, alasan lo ngelakuin semua ini karena apa?" lanjut Samuel.


"Karena Riko suaminya Giani," jawab Rayhan dengan nafas memburu.


Mengingat nama perempuan yang dia cintai, membuat hati Rayhan semakin kacau, apa lagi sekarang Giani ikut menghilang karena indentitas Riko terungkap.


"Daebak, gue ketinggalan berita," kaget Ricky.

__ADS_1


"Kalian nggak sepenuhnya salah, gue yang salah karena mencampur adukkan masalah pribadi dalam komunitas kita. Ka, gue minta maaf karena lepas kendali tadi," ucap Rayhan, yang kini emosinya mulai turun.


Merasakan Azka tidak memberontak lagi, Dito dan Keenan melepaskan Azka. Namun, tetap berjaga-jaga, agar Azka tidak membuat Rayhan masuk rumah sakit.


Inti Avegas lainnya memang kecewa karena Rayhan menyembunyikan indentitas musuh selama ini, tetapi yang lebih marah adalah Azka, karena nyawa orang-orang terdekat laki-laki itu terancam.


"Gue nggak butuh maaf lo, gue cuma butuh penjelasan!"


"Ayolah, jangan tegang-tegang gini, kita bukan orang baru. Minum dulu, kita selesain dengan kepala dingin," lerai Dito. "Ka, Ray dinginin kepala dulu gih, biar nyambung bicaranya," pinta Dito.


"Nggak bisa, gue harus pulang!" sanggah Azka.


"Gue ngaku salah karena nyembunyiin indentitas Riko. Gue ngelakuin ini semua bukan karena ingin berkhianat atau semacamnya, gue cuma mau nyelematin Giani. Selama ini gue berusaha meyakinkan Giani kalau semua bakal baik-baik saja kalau dia mengajukan gugatan perceraian atas dasar kekerasan dalam rumah tangga."


"Tapi gue belum sempat nyelesain semuanya, indentitas Riko sudah terkuak, alhasil Giani ikut menghilang," lirih Rayhan.


Laki-laki itu terlihat sangat tidak berdaya. Tak pernah sekalipun dalam pikirannya ingin mengkhianati para sahabatnya. Menghancurkan Avegas yang tengah mereka bangun susah payah.


Semua ini Rayhan lakukan demi keselamatan Ginia. Perempuan yang dia cintai mendapat siksaan dari Riko sebagai suaminya, dan Rayhan tidak punya kuasa untuk membawa Giani pergi.


Dia menyembunyikan ini dari teman-temannya agar tidak ada pergerakan apapun yang mampu membuat Riko terancam, sayangnya, semua rencana yang dia susun harus berantakan, karena penyerangan Riko yang tak terduga di pesta.


"Itu murni tanpa campur tangan gue, bahkan pengawal papi lo sendiri nggak bisa deteksi senjata yang di bawah Riko."


Azka menghembuskan nafas panjang, memejamkan matanya yang terasa perih. Benar apa yang di katakan Keenan dan Salsa. Para sahabatnya tidak mungkin berkhianat, tetapi musuh tahu cara memanfaat situasi, menempatkan Rayhan sebagai kambing hitam di antara mereka.


"Kita ubah strategi pertahanan," ucap Samuel. "Kalau memang dia bersembunyi, maka kita yang bakal buat dia datang sendiri." Laki-laki itu menyeringai jahat.


Azka dan Keenan yang mengerti arah pembicaraan Samuel ikut tersenyum.


"Gue suka ide lo, El." puji Keenan.


"Apaan sih kalian bertiga, kagak ngerti gue," kesal Ricky.


"Sama Ky," timpal Dito.


"Kumpulkan semua anggota gue mau ngasih perintah!" pinta Azka, segera bangkit dari duduknya.


Jika mereka bersembunyi, maka Avegas akan melakukan sebaliknya.


"Ray, lo ngapain diam aja goblok!" tegur Azka.

__ADS_1


"Gue nggak di hukum? Masih bagian dari Avegas?" tanya Rayhan.


Azka tertawa. "Lo bukan berkhianat, lo cuma melindungi perempuan yang lo suka, salahnya lo nggak diskusi sama kita-kita. Gue juga bakal lakuin itu kalau di posisi lo, mungkin lebih gila."


"Asyek, ini nih yang gue suka," sahut Keenan langsung merangkul Rayhan dan Azka. "Perdamaian!"


Setelah semua anggota berkumpul seperti biasa dan Azka berdiri paling depan menghadap anggotanya. Barulah ketua Avegas itu mengeluarkan perintah yang mungkin akan membahayakan mereka semua, tapi ini harus mereka lakukan.


"Kalian udah siap nyerang?" tanya Azka.


"Siap!" sahut mereka serentak.


"Mulai hari ini, gue perintahkan sama kalian untuk menyerang dan membantai semua anggota Wiltar yang kalian temui di luar sana! Kalau perlu, serang markas mereka, permalukan mereka, usik harga dirinya sampai ketua yang sebenarnya keluar!" ucap Azka dengan lantang.


"Jangan takut apapun, bahkan polisi sekalipun. Jika mereka bisa berlindung di bawah kekuasaan, maka kita juga bisa!"


Azka senyum penuh kemenangan, sekarang dia akan memanfaatkan kekuasaan yang dia punya untuk membantai geng Wiltar. Hukum bukanlah masalah untuknya, apa lagi Mami nya seorang pengacara.


Setelah semuanya bubar, Azka menemui inti Avegas sebelum pulang kerumah.


"Orang-orang terdekat kalian?" tanya Azka.


"Kita urus masing-masing Ka. Glora sama orang tua gue lagi kekuar Negeri liburan."


"Alana aman, sama orang tua gue," sahut Dito.


"Gue nggak punya beban," ucap Samuel dan Ricky berbarengan.


"Lo tenang aja Ray, kita bisa nyelamatin Giani apapun yang terjadi."


"Thanks, kalian udah percaya sama gue," ucap Rayhan tulus.


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo

__ADS_1


__ADS_2