Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 58 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

Setelah pulang dari jalan-jalan dan liburan bersama kedua orang tercinta, Azka mutuskan untuk pulang kerumah.


Pikirannya mulai bercabang kemana-mana karena perkataan Salsa tadi, yang mengatakan tidak sengaja melihat Giani di tempat hiburan dengan wajah lebam-lebam.


Tidak bisa dibayangkan jika itu benar Giani, mungkin Rayhan akan murka dan bertindak tanpa berfikir jika mengetahuinya. Dia saja sebagai laki-laki tidak rela jika ada yang membuat perempuan yang dia cintai menangis, apa lagi harus terluka.


Lamunan Azka harus buyar karena suara lembut yang mengalung indah keluar dari mulut sang istri.


"Papa, kita mampir ke minimarket bentar ya, bahan-bahan dapur di rumah Mama hampir habis, kayaknya stok bulanan juga," ucap Salsa.


"Siap," sahut Azka dengan senyuman.


Karena mini market sangat banyak yang mereka lewati, Azka memilih dengan asal dan mengajak sang istri belanja sebelum pulang. Ini yang dia sukai dari istrinya, selalu memperhatikan hal-hal kecil, padahal itu semua bisa di urus oleh asisten rumah tangga.


Parhatian Salsa bukan hanya pada Mamanya, tetapi juga pada mertuanya, membuat dia di sayangi oleh siapapun.


"Kita mau main lagi, Papa?" tanya Angkara.


"Mainnya udah, kita belanja dulu bro. Anak, papa mau apa, hm?" tanya balik Azka.


Laki-laki itu langsung menurunkan Angkara di atas troli dan mendorongnya tepat di belakang Salsa.


"Aduh, Mama sakit," keluh Angkara dengan wajah cemberut, ketika Salsa memasukkan tisu dan beberapa cemilan kedalam troli.


"Eh, maaf nggak liat nak." Salsa tertawa, langsung mencubit pipi gemas Angkara, wanita itu tidak sadar bahwa putranya ada di dalam sana.


Karena tak ingin sial untuk kedua kalinya, bocah kecil itu memilih turun dari troli dan berlarian kesana-kemari.


"Sal, aku ngejar Kara dulu," pamit Azka dan di jawab anggukan oleh Salsa.


Kedua laki-laki tampan berbeda generasi itu, berlarian di antara rak-rak, Azka terus mengejar Angkara yang berlari seraya tertawa.


Langkahnya semakin lebar, ketika melihat sang putra terjerambah ke lantai karena menabrak seorang wanita.


"Lain kali kalau jalan hati-hati dek, jangan lari-larian, kan jatuh akhirnya. Orang tua kamu mana?" tanya wanita yang baru saja di tabrak Angkara.


Sebelum Angkara menjawab, Azka lebih dulu menyahut.


"Minta maaf!" perintah Azka pada putranya.


"Maafin Kara tante, Kara nakal," sesal Angkara.


"Tidak apa-apa dek." Wanita itu mengelus pipi Angkara dan beralih menatap wajah tampan Azka.


"Adiknya lucu kak," puji wanita itu.

__ADS_1


"Papa, sini bantuin ih!" panggil Salsa dengan suara lumayan keras. Bagaimana tidak, dia tidak suka melihat suaminya bersama wanita lain.


"Iya sayang," sahut Azka. "Ayo bro!" Azka langsung menarik tangan Angkara tanpa memperdulikan wanita yang berusaha cari muka di hadapannya.


Entahlah, Azka tidak tahu di mana muka wanita itu, hingga harus cari muka di hadapan Azka. Sepertinya orang yang selalu mencari muka, pantas di sandingkan dengan orang yang bermuka dua, agar bisa saling berbagi satu sama lain.


"Ngapain sih? Genit banget perasaan," gumam Salsa."


Tangan Azka melayang ke kening Salsa, hingga menghasilkan suara lumayan renyah.


"Tadi ada orang cari muka," jawab Azka.


"Cari muka?" ulang Salsa.


"Iya, tapi dia salah orang, aku kan nggak bermuka dua," ucap Azka dengan wajah datarnya, tetapi berhasil membuat Salsa tertawa.


Setelah belanja semua yang di perlukan tanpa ada yang terlupa, barulah mereka benar-benar pulang kerumah.


***


Seperti janjinya semalam, Salsa kini memakai baju dinasnya dan menghampiri Azka yang sedang duduk bersandar di kepala dipan seraya memainkan laptopnya.


Wanita cantik itu, langsung berbaring di samping sang suami.


"Aku mau nagih janji kamu tadi pagi," ucap Salsa.


Azka yang tadinya fokus, langsung mematikan laptopnya, kemudian menarik Salsa agar bisa di peluk dengan posisi setengah berbaring.


"Setelah aku nepatin janji, kamu juga harus nepatin, bonus kamu yang mimpin," bisik Azka. "Soalnya kamu cantik banget kalau lagi ...."


Azka mengelus bibir seksinya yang baru saja terkena sentilan dari sang istri. Wajah Salsa memerah seperti kepiting rebus.


"Jangan bahas itu ih," rengek Salsa.


"Tapi ada bonus?" tanya Azka memastikan dan di jawab anggukan oleh Salsa.


Akhirnya ketua geng Avegas itu menceritakan masalahnya dari akar, batang, tangkai, daun, bunga dan buah, hingga tidak ada yang tersisa lagi.


Salsa mematung, jadi serumit itu masalah suaminya? Dan dia tanpa rasa kasihan malah memperlambat semuanya? Terlebih Giani, perempuan yang selalu membantu dirinya sejak hamil, karena Alana berada di luar Negeri saat itu.


"Kenapa nggak ngomong dari awal Ka?" tanya Salsa.


"Aku nggak mau buat kamu kepikiran Sal."


"Aku merasa bersalah karena selalu larang kamu Ka, aku ngiranya kamu cuma mau balas dendam sama Wiltar, bukan nyelamatin orang." Salsa mendongak untuk menatap wajah tampan sang suami.

__ADS_1


Senyumnya sedikit tersingging ketika Azka mengecup bibirnya. "Besok kita pulang, kamu harus urus masalah ini sampai selesai Ka. Kalau memang benar, orang yang aku liat tadi Giani, berarti dia dalam bahaya, aku nggak mau itu terjadi."


"Nggak papa kita pulang besok?" tanya Azka.


Walau laki-laki itu memperlihatkan senyuman pada Salsa, bukan berarti dia tidak kepikiran. Azka yakin, Riko ada di sekitar sini, tetapi dia tidak boleh ngegabah, jangan sampai Giani malah semakin terancam.


"Iya nggak papa, selesaikan masalah kamu dulu, bebaskan Giani, barulah kita bisa liburan, Ka!" pinta Salsa.


"Azka emang nggak salah nyari istri," gumam Azka menguyel-uyel pipi Salsa.


Laki-laki itu menyeringai ketika menyadari sesuatu, istrinya memakai baju dinas kesayangannya.


"Ngapain senyum-senyum gitu?" tanya Salsa menyentuh bibir seksi Azka.


"Ada masalah, bukan berarti aku lupa sama janji kamu ya."


"Katanya baru jam delapan, masih terlalu dini," sindir Salsa.


"Bodoh amat."


Dengan mudahnya Azka menganggat tubuh Salsa hingga duduk di atas perutnya. Pipi wanita itu merona ketika tatapannya tak sengaja bertemu Azka.


"Matiin lampu," lirih Salsa menutup wajahnya dengan kedua tangan, dia semakin malu saat Azka tersenyum jahil padanya.


Menuruti perintah sang istri, Azka langsung mematikan lampu kamar, hingga ruangan luas yang mereka tempati minim pencahayaan.


"Pintu aman sayang?" tanya Azka, di jawab anggukan oleh Salsa.


"Saatnya buka puasa." Dengan satu tarikan, pakaian yang di kenakan Salsa terlepas seluruhnya.


Bagaimana tidak, baju dinas wanita itu hanya memiliki tali sekali tarik.


Bohong jika Azka membiarkan Salsa memimpin begitu saja. Laki-laki itu langsung menindih sang istri dengan seringai liciknya.


"Welcome dedeknya Kara."


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo

__ADS_1


__ADS_2