Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 62 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

Tatapan semua orang yang ada di ruang rawat Azka tertuju pada sosok laki-laki tampan dengan luka lebam di wajahnya. Laki-laki itu adalah Rayhan, yang baru saja datang setelah menemani Giani di ruang rawat lain.


"Ngapain lo kesini?" tanya Rikcy dengan wajah tidak santai.


Mimik wajah yang biasanya tersenyum tak ada lagi, rasa kecewa laki-laki itu pada sahabatnya sangatlah besar.


Ricky menarik kerah baju Rayhan, hendak melayangkan pukulan, tetapi Keenan langsung merelai.


"Sudah, Ray dalam pilihan sulit semalam."


"Nggak gitu caranya Keen, walau dalam situasi tersulit sekalipun, nggak seharusnya ngorbanin sahabat sendiri, kita bisa nyari jalan keluar," bantah Ricky dengan mata memerah.


Salsa yang melihat pertengkaran itu hanya bisa terdiam, karena tidak tahu permasalahannya, bahkan orang yang menembak Azka saja wanita itu tidak tahu.


"Azka, Rayhan sama Ricky kenapa?" tanya Salsa.


"Gue yang nyuruh Rayhan, jadi jangan hakimi dia." Kalimat yang baru saja keluar dari mulut Azka berhasil mengungdang perhatian yang lain.


Dengan mimik wajah sangat tenang, Azka mengenggam tangan Salsa sebelum menceritakan sesuatu yang tidak di ketahui oleh teman-temannya.


***


Satu jam sebelum penyerangan.

__ADS_1


Azka yang hendak naik kemotornya langsung di cegat oleh Samuel, laki-laki itu memberinya rompi anti peluru.


"Riko nginjar nyawa lo, besar kemungkinan lo targer pertama yang mungkin dia lumpuhkan," ucap Samuel, laki-laki itu senyum tipis seraya menepuk pundak Salsa. "Lo harus pulang dengan selamat, kasian Salsa kalau harus merasakan kehilangan untuk kedua kalinya."


"Thanks, El. Lo emang tau apa yang gue butuhin."


Setelah berbincang cukup lama dengan Samuel, Azka langsung menyusul Rayhan menuju lokasi masing-masing. Di tengah perjalanan, kedua laki-laki itu sempat bertukar pikiran dan pembicaraan tanpa siapapun ketahui.


"Kalau benar Riko ada di titik 2, artinya lo sama gue dalam bahaya Ray."


"Benar Ka, gue jadi was-was jangan sampai hal yang nggak di inginkan terjadi, apa lagi salah satu dari kita terluka," sahut Rayhan.


"Mungkin nggak sih, Riko bakal ngasih gue pilihan antara lo dan Giani?" tanya Rayhan tiba-tiba berhasil menghentikan langkah Azka.


Dia yang lebih depan segera berbalik dan menepuk pundak sahabatnya. "Pilih Giani, gue pakai pengaman, nggak mungkin terluka."


"Hm."


Dan apa yang mereka bicarakan benar-benar terjadi di lokasi penyerangan, Riko memberi Rayhan pilihan yang sangat sulit, walau ragu Rayhan melakukan apa yang di perintahkan Azka. Sayangnya laki-laki itu terkejut ketika melihat darah mengalir di dada Azka. Rayhan mengira salah sasaran, itulah mengapa tangannya bergetar hebat, tubuhnya sangat lemas.


***


Anggota inti menghembuskan nafas kasar, satu persatu dari mereka melempat kulit kacang yang ada di atas meja pada Azka. Yang merasa paling bodoh di sini adalah Ricky, Dito, dan Keenan yang sama sekali tidak tahu apapun tentang persiapan sahabatnya.

__ADS_1


"Anjir, jantung gue hampir copot pas Azka pingsang, kirain bakal mati lagi," gerutu Dito.


"Lah masih mending lo. Gue? Yang nembak dan ngira salah sasaran apa kabar?" sahut Rayhan.


"Ck, jadi malu gue emosi tadi," decak Rikcy.


"Wait, terus darah dan tentang pingsan itu lo bisa jelasin?" tanya Dito.


"Itu darah yang sengaja gue bawa biar lebih nyata, tentang pingsan bukan akting, tubuh gue benar-benar lemas, mungkin karena sedikit rasa trauma."


"Jadi yang nembak Azka itu Rayhan?" tanya Salsa setelah mengerti situasi yang ada.


"Hooh bu ketua, laporin noh ke paduka Angkara biar di katain jelek," kompor Dito.


"Baru aja aku mau nyumpahin yang nembak Azka jomblo seumur hidup, tapi nggak jadi deh, kasian Raynya," ucap Salsa dengan ana bercanda.


Terdengar helaan nafas berat keluar dari mulut Azka. "Akhirnya semua masalah selesai," gumamnya, dia menyandarkan kepalanya di pundak sang istri tanpa malu pada teman-temannya.


Deringan salah satu ponsel, membuat ke tujuh manusia di ruangan itu saling pandang.


"Siapa?" tanya Azka.


"Polisi"

__ADS_1


...****************...


Was nggak komen, author ngamuk😌


__ADS_2