Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 46 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

Tidur Salsa harus tertunda karena kedatangan Tari kedalam kamarnya, wanita paruh baya itu mencari Azka yang hilang entah kemana.


"Suami kamu mana Sal? Dari tadi di cariin sama Papinya tapi belum ketemu," ucap Tari seperti mengerutu, mungkin sudah lelah mencari Azka kemana-mana tapi tak menemukannya.


Tari juga sudah menelpon putra tampannya, tetapi ponsel Azka tidak aktif sama sekali.


"Kenapa Mi? Azka baru aja pergi, katanya mau tidur sama teman-teman yang lain. Ponselnya dia titip sama Salsa," balas Salsa menunjuk ponsel di atas nakas.


Wanita itu tidak tahu bahwa ponsel Azka mati total.


"Tolong bantu Mami nyariin ya Nak! Soalnya Papi mau ngomong penting katanya."


Salsa mengangguk, segera mencari keberadaan Azka di Villa yang luasnya bikin ngucap, membuat orang lelah jika mengelilinginya.


Tak menemukan Azka di Villa utama, Salsa memutuskan untuk mencari sang suami di bagian luar Villa utama. Seperti yang di katakan Azka tadi, bahwa dia akan tidur bersama teman-temannya.


Senyum Salsa mengembang melihat Azka tengah bercengkrama bersama teman-temannya.


***


Semua mata tertuju pada satu objek, yaitu Salsa yang baru saja memasuki ruangan luas tempat Anggota Avegas berkumpul.


Reflek, Azka langsung berdiri ketika menyadari wanita cantik yang hanya memakai daster di bawah lutut.


"Berhenti natap istri gue, atau gue patahin leher kalian!" tegas Azka.


Seketika semua anggota menundukkan kepala masing-masing. Dari suara Azka saja sudah dapat di pastikan dia tidak main-main dengan perintahnya.


"Serem amat ketua gue kalau lagi cemburu," gumam Rayhan.


"Yoi, padahal nggak sengaja juga," sahut Ricky.


Pletak


Dua R langsung mendapat geplakan dari Keenan. "Diam goblok, Azka lagi mode singa. Dari tadi sampai Villa nggak ada senyum-senyumnya."


Jika inti Avegas sedang sibuk bisik membisik, lain halnya dengan ketua mereka yang langsung menghampiri sang istri sebelum terlalu dekat dengan segerombolan Avegas.


Laki-laki itu langsung menghadang sang istri.


"Ngapain kesini Sal? Aku kan udah bilang di kamar aja!" omel Azka. "Ini bukan rumah kita dimana kamu bisa pakai daster gitu aja."


"Kamu malu aku pakai daster di depan teman-teman kamu Ka? Aku keliatan jelek?" Salsa mundur satu langkah, kemudian mendongak untuk menatap wajah tampan Azka.


Rahang laki-laki itu terlihat mengeras seperti menahan amarah.


"Bukan gitu Sal." Azka mendes*ah pasrah, mengusap wajahnya demi menetralisir rasa marah dalam dirinya.


Bukan marah karena merasa malu Salsa memaki daster, bukan. Tetapi dia marah karena Salsa keluar dari Villa utama tanpa di temani oleh siapapun. Villa utama dan tempat dia berada bersama teman-temannya lumayan jauh, dan harus melewati taman.


Disana memang banyak orang, tapi hanya petugas yang sedang mendekorasi, tak ada satupun yang Azka kenal.


Dia juga marah dan cemburu melihat istrinya yang hanya memaki daster dan di lihat banyak orang. Salsa terlihat sangat seksi dimata Azka jika hanya memakai daster, besar kemungkinan terlihat seksi juga di mata yang lain.

__ADS_1


"Di panggil sama Papi," gumam Salsa langsung berbalik, merasa kecewa akan respon yang diberikan Azka.


"Aku juga gini karena ngandung anak kamu, tau tubuh aku nggak bagus kalau pakai daster," gerutu Salsa dengan suara sengaja di kecilkan.


"Bukan itu maksud aku Sal, aku nggak malu kamu berpakaian seperti ini."


"Bohong banget."


"Ck." Azka berdecak.


Dia langsung mengendong Salsa ala bridal style. "Tubuh kamu kamu seksi banget kalau lagi pakai daster, aku nggak suka mereka nikmatin itu," bisik Azka.


Dia mengendong tubuh Salsa melewati taman yang lumayan luas, tentu saja keduanya menjadi pusat perhatian. Karena malu, Salsa menyembunyikan kepalanya di dada bidang Azka.


Dengan hati-hati dia kembuka pintu dan menidurkan Salsa di samping Angkara. "Tidur! Besok kamu harus bangun pagi. Aku ketemu Papi dulu."


"Hm."


"Kamu masih marah Sal?"


Salsa mengeleng, langsung tidur membelakangi Azka, memeluk Angkara sangat erat.


***


Azka kembali ke teman-temanya setelah bertemu Ans untuk membicarakan sesuatu yang cukup mereka tahu berdua saja.


"Wih, balik lagi ternyata, kirain bakal di kelonin sampai pagi," sindir Ricky menyambut kedatangan Azka.


"Kara nggak bisa tidur nyariin gue," jawab Azka asal.


Malam ini mereka tidak ada yang membicarakan tentang Wiltar, mereka berkumpul hanya untuk seru-seruan semata.


Anehnya, Samuel menyadari kejanggalan kebersamaan inti Avegas malam ini. Ketuanya tak lagi sama seperti dulu, terlebih di salah satu inti Avegas.


Samuel diam, bukan berarti tidak menyelidiki dari belakang, dia diam untuk memantau agar tidak ada yang tahu apa yang dia lakukan.


"Keamanan gimana?" tanya Azka.


"Beres itu, semua aman terkendali. Gue jamin nggak bakal ada penyusup," sahut Rayhan dengan bangganya.


"Yoi, kita mah ngerjain seperfect mungkin, jadi nggak bakal terjadi sesuatu," timpal Rikcy.


"Gue percaya sama kalian," ucap Azka, berbeda dengan isi kepalanya.


Jam 3 dini hari, anggota Avegas mulai tidur satu persatu karena tak tahan dengan rasa kantuk yang menyerang.


Azka yang hendak menutup matanya, segera urung ketika Samuel menghampiri dan memberikan beberapa foto juga kertas padanya.


"Kakaknya Leo," ucap Samuel.


Mata Azka sontak membulat, sangat terkejut mengetahui siapa kakak Leo yang sebenarnya.


"Ada yang berusahaan nyembunyiin itu dari kita."

__ADS_1


"Siapa?" tanya Azka.


"Lo bakal tau nanti."


"Dia?"


"Hm."


***


Semua orang mulai sibuk dengan aktivitas masing-masing ketika matahari mulai terbit menyinari bumi.


Azka yang sejak semalam tidak tidur sedikitpun, langsung meninggalkan teman-temannya untuk menuju kamar menemui sang istri.


Bagaimana laki-laki itu bisa tidur dangan nyenyak setelah tahu siapa kakak Leo yang sebenarnya, dan tentu saja orang itu akan hadir hari ini di resepsi pernikahannya.


Dia tidak pernah menyangka, temannya sendiri tega membohongi juga menghianatinya.


"Lo bakal mati di tangan gue," gumam Azka dengan tangan terkepal, matanya memerah karena amarah. Mungkin jika ini bukan hari bahagianya, dia sudah memberi pelajaran pada orang itu.


"Sayang, Kara mana?" tanya Azka.


"Sama Mami, kenapa Ka?" sahut Salsa.


"Cuma nyariin doang, kamu di rias jam berapa? Sarapan dulu!"


"Sekitar jam 9 kayaknya Ka, aku makannya nanti aja, takut perut buncit lagi kalau makan. Lagian bentar lagi MUA datang, nggak enak kalau di tungguin."


Salsa menghentikan pekerjaannya dan mendekat pada Azka, dia mengelus pipi suaminya. "Kamu nggak tidur ka? Mata kamu merah. Mikirin apa sih?"


"Nggak bisa tidur mikirin reaksi aku pas liat kamu di pelaminan, pasti cantik banget," jawab Azka, menyentuh tangan Salsa yang berada di pipinya.


"Dih gombal banget." Salsa tertawa. "Aku tau kamu banyak masalah sekarang, tapi jangan terlalu di pikirin Ka, takutnya kamu sakit."


"Hm."


"Ayo, aku masakin kamu makanan buat sarapan!"


"Aku makan yang ada aja, baik-baik di kamar, jangan keluar kalau nggak ada yang nemenin!"


"Iya tuan posesif."


...****************...


Video resepsinya ada di Ig ya, jangan lupa di tonton dan ramaikanπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo

__ADS_1


__ADS_2