Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 52 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

Saat terbangun, Salsa sudah tidak mendapati Azka di dalam kamar maupun di ruangan lainnya. Wanita itu mendengus ketika melihat benda pipih di atas meja.


"Ish, dulu yang marah-marah kalau aku lupa bawa hp dia, sekarang malah kebalik," gumam Salsa.


Wanita beranak satu itu, segera mandi sore sebelum keluar dari kamar. Dia menghampiri Bi siti yang berada di dapur.


"Bibi tau Azka kemana?" tanya Salsa.


"Nggak Non, cuma nitip pesan. Katanya kalau non bangun, jangan lupa makan."


Salsa mengangguk mengerti, dia memutuskan membantu bi Siti memasak untuk makan malam nanti. Setelah semuanya selesai, Salsa duduk di teras depan untuk menunggu sang suami.


Lama Salsa duduk di teras rumah, bahkan sampai matahari mulai terbenam, Azka belum juga menampakkan batang hidungnya.


Pikiran Salsa mulai gelisah, dia paling takut jika Azka pulang malam seperti ini, apa lagi naik motor tanpa membawa ponsel. Baru saja akan beranjak untuk menghubungi seseorang, suara motor besar memasuki pagar rumahnya.


Raut wajah murung Salsa seketika berganti dengan senyuman. Ah katakanlah dia terlalu lebay, karena khawatir berlebihan pada suaminya jika keluar seorang diri, apa lagi saat malam hari.


Salsa tidak peduli tanggapan orang lain. Mereka tidak pernah merasakan, rasa sakitnya kehilangan seseorang yang kita cintai. Menyambut suaminya subuh-subuh buta yang berlumuran darah, dengan wajah pucat juga suhu tubuh sangat dingin, di saat dia sedang hamil muda. Tak ada rasa sakit sedahsyat itu yang pernah di rasakan Salsa.


Bahkan rasa sakit, saat Azka menyeratkan keluar dari apartemen, tak sebanding malam itu.


"Ngapain di luar malam-malam, hm?" tanya Azka langsung mengecup kening Salsa yang diam mematung di ambang pintu.


"Nungguin kamu pulang, aku khawatir," jawab Salsa.


"Ck, udah di bilangin, aku nggak bakal kenapa-napa juga."


"Khawatir sama suami sendiri kan, nggak ada salahnya," protes Salsa.


"Iya tau, Mama nya Kara, tapi nggak harus nunggu di luar. Ntar kamu masuk angin lagi."


"Darimana?" tanya Salsa.


Wanita itu memeluk lengan Azka, berjalan beriringan memasuki rumah yang penuh akan kenangan mereka berdua.


"Markas," jawab Azka.


Salsa mengambil nafas panjang. "Aku nggak tau mau ngomong apa lagi sama kamu Ka."


"Ngomong cinta aja, nggak papa," goda Azka mengulum senyum, walau dia tahu Salsa sedang mode serius.


Azka melepaskan tangan Salsa dari lengannya. "Siap-siap gih, kita makan malam di luar sama Kara."


"Serius?"


"Hm."


***


Seperti yang di janjikan Azka tadi. Laki-laki itu mengajak istri dan putranya untuk makan malam bersama di restoran favorit Angkara.

__ADS_1


Sepanjang jalan, suasan mobil sangat berisik karena celotehan Angkara yang tiada habisnya. Bocah kecil itu menceritakan seluruh aktivitasnya bersama Oma dan Opanya dengan raut wajah bahagia.


"Apa lagi sayang?" tanya Salsa dengan senyuman.


Azka yang sedang menyetir, sesekali melirik dua orang tercintanya.


"Kara, sini di pangku sama Papa aja!" ucap Azka, ketika melihat Salsa seperti kewalahan.


"Jangan Pa, biar sama aku aja. Iya kan Kara?"


Angkara mengangguk. "Iya Papa."


"Mama sama Papa tau? Opa mau beliin Kara pesawat besar banget."


"Hah?" kaget Salsa.


"Kata Papa coba aja minta sama Opa, jadi Kara minta. Kata Opa, nanti Kara di beliin ada tulisannya nama Kara."


"Hebatkan Ma? Nanti kalau pesawatnya datang, Mama sama Papa boleh pinjem, tapi bentar aja ya nanti rusak."


Salsa dan Azka sontak tertawa, Angkara sangat lucu jika berbicara seperti ini.


Azka kembali fokus menyetir, sementara Kara masih melanjutkan ceritanya bersama Salsa. Laki-laki itu memicingkan matanya ketika melihat beberapa motor dengan jaket yang lumayan familiar di matanya.


Dia langsung mengambil ponselnya di dasbor mobil, lalu mengirim pesan ke grub besar Avegas


...๐ŸŠPerkumpulan Cowok-cowok Tampan๐ŸŠ...


^^^Di jalan .... anak-anak wiltar lagi ngumpul!: Azka^^^


#&@*: Mantap jiwa


Rayhan: Otw๐Ÿพ


Ricky: Gasken!!!!


Usai mengirim pesan, Azka membanting setir kemudi untuk putar balik menuju restoran favorit Angkara yang ada di seberang jalan.


Sangat di untungkan, dia memakai mobil, atau geng Wiltar akan mengenali dirinya.


Setelah memarkirkan mobil dengan aman, Azka membukakan pintu untuk Salsa juga putranya, berjalan beberiringan memasuki restoran dengan Angkara berasa di tengah-tengah.


Sebelum kesini, Azka sudah memesan ruangan VIP untuk menikmati momen kebersamaanyan dengan istri juga putra tercintanya.


"Kenapa nggak di luar aja, Pa?" tanya Salsa heran.


"Biar lebih privasi aja."


Salsa mengangguk mengerti, melihat-lihat menu yang baru saja di bawa pelayan ke meja mereka.


"Kara mau es krim, boleh?" tanya Angkara menunjuk gambar es krim yang sangat lezat pada menu makanan.

__ADS_1


"Nggak!"


"Boleh."


"Papa, Kara nggak boleh ...."


"Udah lama dia nggak makan es krim," potong Azka.


"Siapa yang tau, selama ini Kara tinggal sama Mami, apa-apa di turutin," gumam Salsa.


"Oma kayak Mama, nggak bolehin Kara makan ini itu, jadi males. Kara senangnya kalau jalan sama Opa, apapun pasti di beliin," gumam Angkara dengan bibir manyung, karena keinginannya kali ini tidak akan terkabul.


"Pilih aja Nak, kalau Mama nggak mau bayar, biar Papa aja."


"Yey, makan Es krim!" sorak Angkara.


Salsa hanya mengelengkan kepala, tidak Ayah tidak anak, sama -sama keras kepala. Aturan bukannya di turuti, malah di langgar.


Selang beberapa lama menunggu, akhirnya makanan yang mereka pesan datang. Ketiganya makan dengan khidmat, hingga beberapa pelayang datang membawa buket bunga yang sangat cantik.


Pelayan itu memberikan buket bunga pada Salsa yang baru saja selesai makan.


"Happy Anniversary yang ke 6 Nona," ucap sang pelayang.


Mata Salsa membulat, dia melirik Azka yang tengah mengulum senyum.


"Kamu ingat Ka? Aku aja sampai lupa kalau ...." Salsa menutup mulutnya menahan haru, karena banyak masalah, dia sampai melupakan hari spesial mereka.


"Nggak mungkin aku lupa semua tentang kita Sal," balas Azka. "*Happy Anniversar*y yang ke 6 sayang, semoga rumah tangga kita selalu di limpahi keberkahan dan kebahagian, bertahan sampai kita tua nanti. Terpisah jika maut yang memisahkan," ucap Azka tulus.


"Happy Anniversary Sayang," gumam Angkara mengulang ucapan Azka seraya memperhatikan tulisan yang ada di atas kue lumayan besar. Bola mata bocah kecil itu berbinar bahagia.


"Hua, kuenya besar banget, Kara nggak mau makan ini." Angkara mendorong piring berisi makanan di hadapannya, masih menatap kue cantik di atas troli.


Angkara melirik Papanya. "Papa, Anniversari itu apa? Kenapa pas Kara ulang tahun, tulisannya Happy birthday?"


Salsa tertawa mendengar pertanyaan putranya, dia mengelus rambut Angkara. "Kalau Happy Birthday ucapan ulang tahun, tapi kalau Happy Anniversary, itu ucapan untuk merayakan sebuah momen." Salsa mengantikan Azka menjawab.


"Momen?" tanya Angkara.


"Ck, bocil kepo, sini sama Papa! Kita tiup lilin sama-sama."


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiah๐Ÿฅฐ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo

__ADS_1


Tante, culik Kara dong!



__ADS_2