
Tulang Salsa seakan-akan melunak mendengar kabar buruk tentang suaminya, jantungnya berpacu sangat cepat, air mata mengalir begitu saja membasahi pipinya.
Ini bagai dejavu untuknya, jam 5 pagi hari, dia harus mendapat kabar yang sangat menyakitkan.
Tanpa memperdulikan siapapun, Salsa berlari keluar dari rumah hanya memakai piyama tidur, dia harus ke bandung untuk mengecek sendiri kondisi suaminya.
Di depan pintu, dia di kejutkan dengan seorang laki-laki. Tangannya refleks melayang memukul dada laki-laki itu yang dia ketahui salah satu anggota Avegas.
"Puas kalian sudah buat suami aku terluka!" maki Salsa dengan suara bergetar, orang yang di pukul tidak membalas, laki-laki itu hanya berjalan dan membuka pintu mobil untuk Salsa.
"Saya akan mengantar kak Salsa ke bandung," ucap laki-laki itu yang mendapat perintah langsung dari Samuel.
Tanpa banyak protes, Salsa naik ke mobil, terus menangis tanpa henti, membuat anggota Avegas itu iba melihatnya.
Pantas saja Azka selalu berhati-hati mengambil tindakan, bahkan sering menunda, ternyata ini semua karena istrinya.
Hampir 3 jam berkendara, akhirnya Salsa sampai di rumah sakit yang di sebutkan Mamanya tadi, dia berlari memasuki rumah sakit lumayan besar itu.
"Dimana Azka?" tanya Salsa pada Keenan yang berdiri di depan ruang rawat.
Keenan yang di tanya, segera mengusap punggung bergetar Salsa. "Azka baik-baik aja, Sal. Dia ada di dalam."
Tanpa bertanya lebih lanjut, Salsa langsung membuka pintu kamar, dan mendapati Azka tengah berbaring dengan selan infus di tangannya.
__ADS_1
Laki-laki itu tertawa tanpa tahu bagaimana cemasnya Salsa, kalau saja dia tidak memperhatankan kesadarannya, mungkin dialah yang akan di rawat.
"Azka!"
Salsa langsung memeluk sang suami, tidak peduli dengan teman-teman suaminya yang berada di ruang rawat.
"Kenapa kamu hobi banget buat aku khawatir hah? Mana yang luka?"
"Berhenti menangis, aku nggak papa, cuma pingsan tadi karena shok. Liat, nggak ada yang luka sama sekali."
Tak ingin percaya, Salsa melepas seluruh kancing baju pasien Azka, meraba seluruh tubuh sang suami, memastikan benar-benar tidak ada luka di sana.
"Tapi kabar yang aku dengar tadi, kamu kena tembak," ucap Salsa sesegukan.
Teman-teman Azka? Semuanya sudah keluar karena tahu endingnya seperti apa, daripada harus melihat keromantisan keduanya yang bisa saja membuat jiwa jomblo meronta-ronta mereka mutuskan untuk pergi.
"Aku takut banget kehilangan kamu Ka."
"Sssttt, udah Sayang, jangan nangis lagi. Kapan aku nginkarin janji hm? Aku udah janji kembali dengan selamat, dan hidup bahagia."
"Selamat tapi masuk rumah sakit, wajah kamu lebam-lebam, tangan kamu di infus," cemberut Salsa.
Azka tertawa, dia menjawil hidung sang istri karena gemas. Mungkin jika dia tidak memakai rompi yang di berikan Samuel, saat ini dia akan terbaring di brangkar dan membuat semua orang berduka, termasuk istrinya.
__ADS_1
Ringisan terdengar keluar dari mulut Azka karena pukulan Salsa yang membabi-buta.
"Jangan ketawa Azka, aku tadi hampir pingsan dengar kabar kamu. Mulai hari ini kamu nggak boleh lagi berurusan sama Avegas."
"Iya Sayang. Aduh, sakit banget sal jantung aku." Azka memegangi dada sebelah kirinya. "Kencang banget detakannya kalau dekat kamu."
Sekali lagi, tubuh Azka di hujani pukulan-pukulan manja dari Salsa. Wanita itu sekarang sangat kesal pada suaminya, karena berhasil membuatnya olahraga jantung di pagi hari.
"Tidur Sayang, kamu pasti lelah," bisik Azka.
"Kamu juga."
"Kita tidur bareng-bareng."
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo
__ADS_1