Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 8 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

"Azka lupa ingatan, dia nggak kenal aku maupun kalian," ujar Salsa ketika anggota inti Avegas melonggo mendapat semprotan dari Azka.


"Tunggu-tunggu lupa ingatan? Yang benar aja." Sanggah Ricky. "Lima tahun yang lalu Azka di nyatakan meninggal karena jantung bukan kejedot ya kali Anemia."


"Amnesia!" ralat yang lain.


"Sama aja, cuma beda penyebutan," ucap Ricky tak ingin kalah.


"Sama pala lo, ini nih yang buat lo masih zombi sampai sekarang," ejek Keenan.


"Iya deh yang udah tunangan," cibir Dito.


Azka hanya diam memperhatikan interaksi 4 laki-laki di hadapannya. Terlihat sangat asik tapi ia tidak mengerti apa yang mereka bahas.


"Ayolah pak Ketu, lo becanda kan?" Rayhan masih tidak percaya. "Lo bahkan nggak ingat istri lo sendiri? Parah ini mah parah."


"Kalian sebenarnya siapa, kenapa sok akrab seperti itu?" tanya Azka mulai terusik.


"Anjirlah nih orang. Awalnya gue bahagia dia kembali tapi kalau gini mati ajalah sekalian. Air mata gue kebuang sia-sia," kesal Dito.


"Serius dikit!" tegur Keenan.


Laki-laki itu memperbaiki posisi duduknya dan akan bersikap serius. Sayangnya Samuel tidak ikut berkumpul bersama mereka karena kemarin, laki-laki itu melakukan penerbangan untuk pertama kalinya.

__ADS_1


"Lo beneran lupa sama kita-kita Ka? Lo bahkan nggak ingat sama Avegas? Avegas lo bangun susah payah demi melindungi orang lain dan membasmi kejahatan tanpa campur tangan hukum. Kita disini sahabat lo, inti Avegas."


"Saya tidak tahu dan saya tidak ingat apapun. Tolong hargai saya, jangan memaksakan kehendak sendiri."


"Pengen banget gue cekek leher Azka ngomong formal gitu," gumam Rayhan.


Semua mata tertuju pada Azka, ketika laki-laki beranjak.


"Mau kemana lo Ka?" cegah Dito.


"Bukan urusan kalian."


Setelah kepergian Azka, kini tatapan tertuju pada Salsa yang masih berdiri.


Laki-laki itu tahu betul bagaimana penderitaan Salsa selama lima tahun karena kepergian Azka. Salsa tak pernah sekalipun mendapatkan kebahagianya apa lagi pada saat masa-masa kehamilan.


Karena tidak adanya resepsi tentang pernikahan Azka dan Salsa. Wanita itu mendapat cibiran dari orang-orang yang tidak di kenal. Wanita murahan, hamil di luar nikah. Anak Haram dan sebagainya.


Hidup Salsa benar-benar hancur berkeping-keping setelah Azka pergi. Impian yang ingin ia capai harus kandas di tengah jalan karena tak sanggup.


Kuliah Salsa harus putus karena hinaan orang-orang sekitar. Mereka mengira Salsa hamil tanpa suami.


"Aku baik-baik aja, dari awal kenal dia juga gini kan? Dingin dan mulutnya sedikit pedas. Anggap aja kali ini aku di suruh berjuang buat dapatin hati Azka untuk kedua kalinya."

__ADS_1


Salsa tersenyum, berusaha memperlihatkan pada sahabat-sahabat suaminya bahwa ia baik-baik saja. "Dulu Azka yang ngejar-ngejar aku, kali ini aku yang bakal ngejar-ngejar dia."


"Semangat bu ketua, kita tetap dukung. Syukurlah Azka kembali, setidaknya kita bisa liat dia lagi. Tentang ingatan, kita bakal bantu tenang aja," ujar Dito.


"Makasih."


"Sal, tapi gue kepo cerita Azka kenapa bisa kembali dan lupa ingatan. Bukannya hari itu dia di umumkan meninggalkan bahkan di kebumikan kan?" tanya Keenan.


"Sama gue juga penasaran," timpal Rayhan.


"Kalian nggak sibuk? Kalau nggak aku bakal ceritain semuanya versi Papi Azka."


Salsa sudah mendapat cerita lengkapnya dari Ans sebelum pria paruh baya itu meninggalkan kediaman Reni kemarin.


"Nggak sama sekali."


"Jangan sekarang lah, gue jemput prinses gue dulu,"


"Lah iya sekalian jemput Arga sama Angkara," timpal Rayhan di jawab anggukan oleh Dito.


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1



__ADS_2