Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 14 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

"Pengen banget gue benturin pala lo ke tembok Azka, sialan lupa sama gue!" teriak Rayhan, namun di hiraukan Azka begitu saja.


Laki-laki itu terus berjalan mengikuti kemana Samuel pergi. Ternyata Samuel kesebuah ruangan yang lumayan gelap.


Karena tak tahu harus melakukan apa, Azka memutuskan duduk di sofa embuk yang terdapat di ruangan itu. Memperhatilan tubuh kekar Samuel yang kini membelakanginya.


"Lo ingat ini ruangan apa?" Samuel mengeluarkan suara setelah lama terdiam.


Laki-laki itu masih tidak menyangka sahabatnya akan kembali, ingin memeluk seperti yang lain, tapi gengsinya terlalu tinggi.


"Tidak."


Pluk


Sebuah buku mendarat tepat di kepala Azka, dan tentu saja hanya Samuel yang berani melakukan itu.


"Shiitt," umpat Azka.


"Berheti bicara formal atau gue patahin leher lo Ka!" ancam Samuel. "Ketua gue nggak sekaku itu."


Alis Azka saling bertaut seraya mengelus kepalanya yang terkena buku. Ia mengenali Samuel, tapi hanya sekedar kenal tanpa tahu apa saja yang pernah mereka lalukan.


"Jadi benar saya ... maksudnya gue ...." Azka sedikit aneh jika harus mengubah bahasanya.


Tapi ia harus membiasakan semuanya, ia ingin mengingat semua kenangannya termasuk bersama Salsa. Dari cerita wanita itu setiap malam, kisah cintanya sangatlah romantis.

__ADS_1


"Gue ketua geng motor, sejak kapan?"


"Sejak kelas dua SMP kita udah bangun Avegas bersama-sama. Gue harap ingatan lo cepat kembali sebelum musuh mengetahuinya. Wiltar yang dulunya punah, sekarang mulai kembali lagi tanpa kita tahu siapa bekingannya."


"Wiltar? Musuh? Sebenarnya apa yang gue tinggalkan lima tahun yang lalu?"


"Banyak."


"Bantu gue ingat semuanya El, disini hanya lo yang gue kenal."


"Nggak ada yang bisa ngembaliin ingatan lo selain lo sendiri." Samuel tertawa kecewa.


"Miris banget lo ingat gue tau lo lupa sama istri sendiri. Gue harap ingatan lo nggak buat lo bodoh Ka, kalau lo memang lupa segalanya, setidaknya sisakan sesuatu untuk Salsa dan anak lo."


"Gue nggak ngerti."


Azka menunduk, entah mengapa hatinya sedikit teriris mendengar cerita Samuel tentang Salsa. Ia belum ingat apapun tentang wanita itu, tapi hatinya seakan mengatakan hal lain.


"Lo nggak perlu ingat yang lain selain mereka dan jangan terlalu percaya sama orang lain Ka. Musuh lo di luar sana banyak!"


Samuel meninggalkan Azka seorang diri di ruangan itu, memberi laki-laki itu ruang untuk berfikir.


Samuel yakin, jika Azka berhasil mengingat Salsa, maka yang lainnya akan ikut.


"Azka mana?" tanya Salsa ketika Samuel datang sendiri.

__ADS_1


Samuel hanya mengedikkan bahu acuh, dan tak ada yang tahu bahwa Samuel begitu peduli pada istri sahabatnya.


"Azka kamu nggak papa?" tanya Salsa ketika Azka ikut muncul tak lama setelah Samuel duduk.


"Nggak!" Azka langsung menarik tangan Salsa agar menjauh dari Keenan. "Kita pulang."


Salsa mengangguk patuh. "Aku pamit ya, kapan-kapan main kerumah biar Azka nggak sendiri!" pamit Salsa.


Setelah berada di dalam mobil, Salsa menatap Azka yang diam membisu seperti memikirkan sesuatu.


"Sayang, kamu mikirin apa?" keponya.


"Perasaan aku aneh setiap dekat sama kamu Sal." Salsa tersenyum, ia senang Azka tak sekaku sebelumnya.


"Aneh?"


"Hm, ingatan aku tentang kamu semuanya hilang. Perasaan aku saat pertama ketemu kamu dan sekarang beda. Nggak se asing dulu."


"Benarkah?" Binar kebahagian tercetak jelas di mata Salsa. "Kalau gitu boleh aku cium kamu?"


"Aku ...."


Tanpa menunggu jawaban, Salsa langsung mencium bibir seksi Azka. "Manis." Mengelus bibir Azka yang sedikit basah.


"Itu yang sering kamu ucapin pas selesai nyium aku."

__ADS_1


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


__ADS_2