Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 44 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

"Udah belum Sal?" tanya Azka.


Laki-laki itu sibuk mengikat tali sepatunya seraya menunggu sang istri selesai bersiap-siap. Hari ini, Azka mengajak Salsa untuk jalan-jalan sebagai pengalihan dari masalah yang sedang di hadapi.


Azka tidak mau, istrinya stress karena masalah teror meneror yang semakin menjadi, bukan hanya Salsa yang dapat, tapi juga Glora.


Keenan baru saja mengabarkan, bahwa Glora ketakutan karena teror berupa ancaman.


"Udah Ka, gimana?" Salsa memutar tubuhnya tepat di hadapan Azka, mengibarkan dress pink yang dia kenakan.


"Bagus," sahut Azka.


Laki-laki itu berdiri dan langsung mengamit pinggang sang istri. "Ayo, kita nyari sarapan di luar aja!" ajak Azka.


Salsa mengangguk, segera mengambil tasnya di atas meja dan berjalan beriringan keluar dari kamar. Sebelum benar-benar pergi, Salsa pamit pada pembantunya di rumah, tak lupa berpesan agar mengunci pintu saja.


"Kita jemput Kara?" tanya Salsa.


"Nggak, aku mau pacaran sama kamu. Kalau ada Kara nggak bisa soalnya," jawab Azka.


Salsa menghembuskan nafas panjang, sudah tiga hari sejak Salsa di ambil oleh mertuanya, tetapi Azka belum mengijingkan untuk bertemu.


Sebenarnya bukan masalah Azka ingin berduaan dengan Salsa, tetapi lebih ke keselamatan Angkara sendiri.


Jika berada di sekitar Azka untuk saat ini, maka bocah kecil itu akan dalam bahaya.


Azka mengelus pipi Salsa dengan ibu jarinya. "Biarin Kara sama Mami dulu sampai masalah aku selesai ya!" bujuk Azka.


Dia menatap sangat dalam mata Salsa.


"Aku takut kecolongan untuk yang satu ini Sal, sampai sekarang, aku belum tau siapa musuh aku sebenarnya," batin Azka.


"Kok natapnya gitu Ka? Kenapa?"


"Nggak papa, cuma hari ini kamu lebih cantik dari biasanya." Azka tersenyum, segera memasang seatblet dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah padatnya jalan raya.


Laki-laki itu menghentikan mobilnya di pinggir jalan ketika melihat beberapa pedagang yang menyediakan sarapan pagi.


"Mau makan apa Sal? Bubur ayam?"


"Nasi goreng aja deh, di depan situ," tunjuk Salsa pada warung paling depan.


Menuruti keinginan sang istri, Azka melajukan mobilnya sedikit kedepan. Turun dari mobil hendak membukakan pintu, tetapi Salsa lebih dulu membukanya.


Sebelum duduk, dia memesan nasi goreng dua porsi pada panjual pinggir jalan, dan duduk di salah satu bangku.


Kedua pasangan itu memang satu selera jika menyangkut tempat makan. Lebih suka di pinggir jalan.


Keduanya akan makan di Kafe atau Restoran ketika bersama Angkara saja.


Seraya menunggu, Azka memainkan ponselnya dengan sebelah tangan, sementara tangan yang satunya sibuk mengelus punggung tangan Salsa.


Makanan yang di pesan sudah di antar ke meja, tetapi Azka tak kunjung melepaskan benda pipihnya.


"Ka, sarapan dulu! Main hp nya nanti aja,"


"Makan duluan aja," sahut Azka.

__ADS_1


Karena lapar, Salsa langsung menyantap makanannya tanpa menunggu sang suami.


"Iya, gue bakal kesana besok pagi!" ucap Azka setelah menerima telpon dari salah satu sahabatnya.


"...."


"Anak-anak udah pada berangkat sama Rayhan?"


"...."


"Kita berangkatnya besok malam aja kalau gitu, biarin Ray mastiin keamanan di Villa sama yang lain."


Uhuk


Salsa tersedak karena makan terburu-buru, saat hendak mengambil sebotol air minum, Azka lebih dulu mengambilnya.


Laki-laki itu membuka tutup botol dengan sebelah tangan dan memberikan pada Salsa.


"...."


"Maklumin aja, Ray terlalu semangat. Gue matiin nih, mau sarapan dulu."


Tut


Azka langsung menantap sang istri setelah sambungan telpon terputus. "Makannya hati-hati, nggak ada yang ngejar," omel Azka.


"Kirain nggak ngeh kalau aku batuk, karena sibuk sama dunia sendiri," sindir Salsa.


"Mau sesibuk apapun aku, nggak mungkin kamu bisa lolos dari perhatian aku Sal."


Salsa dan Azka sampai di Bandung setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. Sebelum mengadakan resepsi, keduanya mengunjungi makam pak Arion, ayah Salsa, sekaligus liburan di Bandung sebelum ke Villa.


"Istirahat dulu di rumah Mama, kayaknya kamu lelah naik mobil."


Salsa mengeleng. "Langsung ke makam ayah aja Ka, tujuan awal kita kan emang kesana," jawab Salsa.


Azka mengangguk, tanpa istirahat di rumah langsung menuju pemakaman mertuanya.


Dia ikut berjongkok di dekat Salsa, memperhatikan apa yang di lakukan istrinya.


Salsa mengusap batu nisan ayahnya dengan mata berkaca-kaca, sekali berkedip maka air mata itu akan tumpah membasahi pipinya.


"Udah hampir satu tahun Salsa nggak ngunjungi Papa, kangen banget."


Azka mengelus pundak Salsa untuk menenangkan.


"Suami aku udah balik Papa, Salsa udah jauh lebih bahagia sejak terakhir kesini."


Azka tersenyum. "Maaf Pa, baru bisa berkunjung sekarang, makasih juga udah jaga istri Azka selama Azka nggak ada."


Azka dan Salsa tak lupa mendoakan Pak Arion sebelum pergi. Saat Salsa berdiri, Azka seperti urung meninggalkan pemakaman.


"Azka, ayo! Udah sore kita balik," ajak Salsa.


Azka menggaguk, segera mengikuti langkah Salsa keluar dari pemakaman.


Sebelum kasuk ke mobil, dia masih menyempatkan menatap pemakaman mertuanya.

__ADS_1


Aku sudah memberi keadilan pada Papa, Leo di penjara dan di hukum mati sesuai pasal yang berlaku. Tapi maaf, sekarang aku membuat Salsa dalam bahaya lagi karena dendam masa lalu yang belum usai.


"Azka, kamu kenapa?" heran Salsa.


"Nggak papa Sal, ayo!"


Sebelum pulang kerumah, Azka menghentikan mobilnya di pinggir pantai yang kebetulan dekat dengan jalanan yang mereka lewati.


Dia senyum kecut. Mengingat betapa bodohnya dia dulu karena menuduh Salsa dan Keenan hanya karena melihatnya berpelukan di pinggir pantai.


"Jadi ke ingat pas kamu ...."


Cup


Azka langsung mengecup bibir Salsa agar tidak melanjutkan kalimatnya.


"Nggak usah di bahas, iya aku salah."


Senyum-senyum sendiri itulah yang di lakukan Salsa, sepertinya dia berhasil membuat Azka kesal. "Ayo Sayang!" Salsa langsung mengenggam tangan Azka agar berjalan kepinggir pantai.


Setelah berada di pinggir pantai, Salsa langsung melepas tangan Azka, lalu berjalan mundur seraya tersenyum.


"Papanya Kara yang tampan paripurna, ntar malam aku bakal mimpin kalau berhasil nangkap aku!" teriak Salsa seraya berlari-lari kecil, hingga anak rambutnya beterbangan di terpa angin sore.


Mendapat tantangan dengan hadiah yang sangat menyenangkan, Azka segera mengejar sang istri.


"Nakal kamu ya!" balas Azka.


"Ayo tangkap aku Ka!" tantang Salsa.


Azka menyeringai, segera berlari untuk menangkap Salsa.


Brugh


Salsa tersungkur hingga seluruh pakaiannya basah, tubuhnya melayang di udara karena perbuatan Azka.


"Makanya nggak usah nantang kalau nggak bisa lari," omel Azka.


"Azka sayang, cium dong!" Salsa mengalungkan tangannya, tak lupa memanyungkan bibirnya, bersiap di cium oleh suaminya.


"Nakal banget, siap-siap malam nanti. Ingat kita cuma berdua di rumah sayang," bisik Azka.


Dia membuka pintu mobil dengan sebelah tangannya, mendudukkan Salsa dengan hati-hati. Sebelum menutup pintu, Azka mengambil sesuatu di jok belakang dan membungkus tubuh istrinya.


"Makasih sayang."


"Jangan bersikap terlalu manis Sal, aku trauma," gumam Azka.


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo

__ADS_1


__ADS_2