
"Heboh banget perasaan," ucap Dito yang juga baru datang.
Ricky yang sibuk mengelus tangannya karena mendapat geplakan dari Azka segera menoleh.
"To, ketua gue udah balik njir. Dah sangar dan nggak bingung lagi kek orang gila," sahut Ricky seperti bocah yang baru saja bertemu teman lama.
"Serius ini?" Dito tak kalah kagetnya.
"Beneran Ka?" tanyanya lagi.
"Sumpah, kalian alay banget." Azka mengeleng tak percaya.
Beberapa saat kemudian, anggoa inti lainnya mulai datang satu persatu-satu. Ricky yang hendak memberitahu kabar bahagia itu pada Keenan, Samuel dan Rayhan malah kena mental dengan jawaban masing-masing.
"Udah," ucap Keenan dan Samuel berbarengan ikut duduk bersama yang lain.
"Terus gue harus pesta gitu?" tanya Rayhan melakukan hal yang sama seperti yang lain.
"Lo kenapa sih Ray? Sewot banget perasaan," kesal Ricky.
"Giani balik setelah lama menghilang, tapi statusnya udah jadi istri orang," jawab Keenan.
"Berarti gue nggak salah liat dong? Kemarin gue liat Giani sama cowok di mall."
"Berisik banget sih kalian!" Kesal Rayhan. "Ada apa nih nyuruh kita-kita ngumpul?"
"Gue mau ngomongin sesuatu sama kalian, ini tentang Wiltar," ucap Azka.
Sebelum melanjutkan kalimatnya, Azka melirik Salsa yang sedang sibuk dengan ponselnya. "Kamar di atas apa kabar?" tanya Azka pada yang lain.
"Bersih, kek biasa. Napa? Lo mau tidur?" sahut Dito.
"Sal, ke kamar dulu gih! Nanti aku susul setelah urusan aku sama mereka selesai!" pinta Azka, membuat wanita beranak satu itu langsung mendongak.
"Oh ganggu ya? Kalau gitu aku pulang aja Ka," sahut Salsa.
"Jangan!" cegah Azka. Laki-laki itu menyerahkan benda pipihnya pada Salsa. "Ke kamar aja, sekalian bawa hp aku."
Karena tak ada pilihan lain, Salsa segera mengangguk dan beranjak menuju kamar di lantai dua. Kamar yang beberapa kali dia kunjugi bahkan sampai tertidur di sana saat pacaran dulu, karena menunggu Azka rapat dengan teman-tamannya.
Setelah di rasa Salsa tak ada lagi di sekitarnya. Azka segera memulai pembicaraan. Alasan dia tidak ingin Salsa mendengar diskusi mereka, karena takut wanita itu marah atau melarangnya ini itu jika mengetahui rencananya.
"Jery ngincar gue, kalian pasti tau itu. Gue cuma mau bilang, jangan pernah kepancing sama serangan mereka sebelum tau siapa bekingannya," ucap Azka.
__ADS_1
Setelah mengabungkan kisahnya di masa lalu juga pertemuan tidak sengajanya beberapa kali dengan Wiltar, Azka sedikit bisa membaca situasi.
Salah satunya, dendam yang begitu besar geng Wiltar padanya karena berhasil hidup setelah Leo di nyatakan meninggal karena di hukum mati.
"Gue setuju sama lo, Ka. Sebaiknya kita cari aman dulu," sahut Keenan.
"Bersikap biasa-biasa aja, jangan sampai mereka curiga kita lagi nyari siapa datang di balik semuanya," usul Rayhan.
"Ini masalah kita, jangan sampai angkatan dua jadi sasaran selanjutnya!" peringatan Samuel.
"Oh iya gue lupa ngasih tau ini. Anggota geng Wiltar makin banyak dan tersebar di beberapa tempat, salah satunya di kampus lo Ka, jangan sampai dia ngincar Salsa," ucap Ricky.
Azka memijit pelipisnya, ini semua seperti dijavu untuknya, melindungi seseorang untuk kedua kalinya dengan orang yang sama. Entah sampai kapan dendam masa lalu ini akan segera berakhir.
"Dulu mungkin gue cuma punya satu kelemahan aja, tapi sekarang bertambah satu," gumam Azka.
Dia sangat takut Salsa dan Angkara menjadi sasaran Wiltar selanjutnya.
Lima tahun yang lalu dimana setelah dia pulang untuk membalaskan penyerangan Leo di sekolahnya, dia mendapat sebuh pesan untuk bertemu berdua saja dengan Leo. Dan yang menyulut emosi Azka, ketika Leo membicarakan Salsa bahkan menjadikannya fantasi liat di depan mata kepalanya sendiri.
Leo memandangi foto Salsa dan merancau di depan Azka. Kalau saja waktu itu dia tidak mengingat pesan teman-temannya agar tidak membunuh Leo dan berakhir di penjara, mungkin Azka sudah menghabisinya.
Sayangnya, dia menyesal karena tidak membunuh Leo, hingga saat berjalan menuju motor, Leo memanggil namanya dan melesatkan peluru tepat di dada.
"Pak Ketu, lo kenapa?" tanya Keenan.
"El, ada?"
"Untuk sekarang nggak ada." Samuel menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, sudah lama sejak dia di tinggalkan oleh gadisnya, dan sampai sekarang dia belum mendapatkan informasi di mana gadis itu berada.
Bahkan, dia sendiri yang pandai mengali informasi tentang orang, tak bisa menemukannya. Alasan Samuel memilih menjadi Pilot, hanya satu, berharap saat dia bertugas, dia tidak sengaja bertemu Ara.
"Lah kok hening," protes Ricky ketika satu persatu dari mereka mengambil posisi yang sama untuk merenungi nasib masing-masing.
Ternyata memang benar, semakin bertambah umur, maka semakin banyak beban yang akan di pikul. Mungkin jika tentang Ekonomi mereka tidak akan pusing karena mereka semua anak-anak pengusaha ternanam, tapi jika berbicara tentang cinta, kisah cinta inti Avegas tak ada yang berjalan mulus.
Azka beranjak dari duduknya.
"Lo mau kemana pak ketu?" tanya Rayhan.
"Ke kamar," jawab Azka dan segera melenggang pergi.
"Njir, yang udah nikah mah beda. Ngomong Ke kamar aja berdamage," sahut Dito.
__ADS_1
"Lebih ber damage mana lo sama dia To? Cuma mabuk eh malah publish Alana," ledek Ricky.
"Lo kalau ngomong suka benar Ky," timpal Rayhan bertos Ria. Sedikit mengalihkan perhatian dari rasa sakit di dalam hatinya.
Jika Inti Avegas mulai salin meledek satu sama lain, Azka sudah sampai di kamar tempat Salsa istirahat. Saat membuka pintu, dia mendapati Salsa tertidur pulas dengan ponsel di tangannya.
Senyum Azka mengembang, mengambil ponselnya di tangan Salsa lalu meletakkan di atas nakas. Dari riwayat penjelajahan, Salsa mengecek, Watshap dan Instragramnya.
Satu aplikasi yang membuat Azka mengernyit bingung, aplikasi berwarna biru itu sangat asing di matanya.
Noveltoon?
"Aplikasih buat apa?" guman Azka.
Laki-laki itu segera menunduk untuk mengecup kening sang istri. Tujuannya menemui Salsa untuk mengajaknya pulang, tapi sepertinya dia mengurungkan niatnya setelah mengetahui wanitanya tertidur.
Azka hanya memperbaiki posisi Salsa agar lebih nyaman, setelahnya membungkus tubuh Salsa dengan selimut lumayan tebal, tak lupa menyetel Ac ruangan agar lebih dingin.
Ruangan yang di tempati Salsa saat ini sama sekali tidak berubah, selalu sama. Bahkan tata letak beberapa perabotan tidak bergeser sedikitpun.
Setelah memastikan Salsa tidur denga nyaman, Azka kembali bergabung dengan teman-temannya di lantai bawah, tak lupa membawa ponselnya.
"Lah, bu ketua mana?" tanya Dito.
"Tidur," jawab Azka.
"Jangan bilang lo habis celup ...."
Bugh
Bantal sofa melayan tepat di kepala Ricky, dan pelakunya adalah Rayhan. "Lo kira teh celup bisa segampang itu? Azka cuma 6 menit dikamar njir," relat Rayhan.
"Dih, si anying tau aja durasinya," ledek Ricky.
"Nggak sudi gue nabur benih di markas, enak aja, ntar anak gue gila kek kalian," ucap Azka dengan wajah datarnya.
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
__ADS_1
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo