
Salsa terbangun ketika deringan ponsel di atas nakas terdengar, dia melirik ponselnya yang berada di sana. Senyumnya mengembang ketika mengetahui siapa yang menelpon.
"Mama, Kara kangen," seru bocah kecil di seberang telpon. Angkara terlihat sangat bahagia berada di gendongan Ans.
"Mama juga kangen, Sayang. Kara kapan pulang?"
Di seberang telpon, Angkara melirik Omanya. "Oma, kita kapan pulang?"
"Minggu depan."
"Minggu depan Mama. Kara senang banget di sini sama Oma dan Opa, banyak mainan, jalan-jalan sepuasnya. Mama mau apa biar Kara beliin."
"Cepat pulang aja Nak, Mama kangen banget sama Kara." Salsa mengembungkan pipinya karena sangat rindu.
Angkara terdiam, ketika Tari membisikkan sesuatu di telinganya.
"Kara bakal pulang kalau Mama sama Papa buatin Dedek," ucap bocah kecil itu.
"Mami," tegur Salsa.
"Biar kamu ada temannya, Kara biar buat Mami aja."
"Ini lagi nyisil, Sayang. Yang lama-lama di sana biar dedeknya cepat jadi."
Salsa langsung menoleh ke belakang, dia baru sadar Azka berdiri belakangnya. Laki-laki itu segera menutup kamera ponsel agar apa yang akan di lakukannya tidak di lihat oleh siapapun.
Cup
"Azka aku lagi ...."
"Udah mati, Sayang." Azka tanpa dosa memutuskan sambungan telpon begitu saja. Memasukkan ponsel sang istri di saku celananya.
"Ayo, udah malam kita pulang kerumah!" Ajak Azka.
Dia segera menarik sang istri agar berdiri, merapikan rambut Salsa yang sedikit berantakan karena bangun tidur.
"Aku kangen sama Kara, Ka."
"Di rumah aja lanjutnya, di sini ribut. Di bawah makin banyak laki-laki, takutnya ada yang nggak sengaja masuk di kamar ini."
Sedaritadi, Azka selalu melirik pintu kamar walau dia berada di bawah bersama teman-temannya, takut ada laki-laki masuk begitu saja karena kamar tidak di kunci. Kamar hanya bisa di kunci dari dalam, dan Salsa sedang tidur tadi.
Salsa mengangguk setuju, mengikuti langkah Azka keluar dari kamar. "Yah kita nggak jadi ke pantai, karena aku ketiduran," sesalnya. "Kenapa nggak bangunin aku tadi?"
"Itu nggak bakal terjadi, apa lagi liat kamu tidur lelap banget, bahkan jika nyamuk berani bangunin kamu, nyamuknya bakal aku penggal."
"Dih, emang bisa? Ngasal aja kalau ngomong." Salsa tertawa renyah, memukul lengan Azka.
Kini keduanya sampai di ruang tamu, di sana sudah banyak orang, inti Avegas tentunya. Mereka tidak ada yang pulang kerumah, dan malah melanjutkan pesta atas kepulangan Azka sepenuhnya.
"Udah bangun bu Ketu?" tanya Dito basa-basi.
"Nggak, dia masih tidur," sahut Rayhan.
"Santai bro, santai kayak di pantai," lerai Ricky.
"Hati-hati pak Ketu."
"Balik lagi?" tanya Samuel, seraya menyesap minuman beralkohol di hadapannya.
__ADS_1
"Liat nanti," jawab Azka menarik istrinya keluar dari kerumunan orang-orang.
Dia semakin mengamit pinggang wanitanya. "Udah mau pulang bang?" tanya Regan.
"Hm, kalian lanjut pesta aja," jawab Azka.
"Pantesan kak Salsa nggak kecantol sama yang lain, ternyata bang Azka kerennya nggak kaleng-kaleng," bisik salah satu anggota yang sempat naksir dengan Salsa, saat bertugas memgawal wanita itu.
"Hust, kira-kira lo kalau ngomong, ntar bang Azka dengar lo bakal bonyok," tegur Regan.
Azka yang tak sengaja mendegarnya bukannya marah malah menyeringai. Senang, karena Salsa benar-benar menjaga hati hanya untuknya.
"Setia banget ternyata," gumam Azka.
"Huh?" bingung Salsa.
"Nggak ada, masuk buruan!" Azka membukakan pintu mobil untuk Salsa.
***
Sesampainya di rumah, Azka langsung membuka kemejanya karena kegerahan, hingga memperlihatkan otot-otot perut yang semakin menggoda di mata Salsa.
Wanita itu buru-buru mengalihkan perhatiannya saat tertangkap basah oleh pemiliknya.
"Mau pegang dulu?" tawar Azka.
Laki-laki itu berjalan mendekat ke ranjang di mana Salsa sedang duduk. Membimbing tangan mungil wanitanya untuk menyentuh perutnya.
"Keras? Pengen gigit?"
Blush
"Dulu kamu nawarin, sekarang aku mau terima tawaran kamu Sal. Kita mulai dari mana?" bisik Azka sedikit jahil.
Inilah mengapa Salsa mengatakan suaminya mempunyai kepribadian ganda. Jika di rumah, Azka berlagak seperti kucing yang selalu ingin di manja, tetapi jika di luar rumah, laki-laki itu berlagak seperti harimau yang siap menerkam lawan jika salah langkah.
"Aku-aku gerah, aku mau mandi dulu." Salsa mendorong tubuh Azka agar menjauh. "Kamu juga bau Azka, sana mandi!"
"Nanti aja Sal, kamu nggak kangen gitu sama aku? Udah lima tahun kita nikah, dan aku bisa hitung berapa malam kita lakuin itu."
"Itu-itu karena kamu menghilang padahal kita baru nikah. Jangan ngitung malamnya, enak aja," protes Salsa.
"Terus apanya sayang? Rondenya?"
Plak, Salsa mengeplak lengen Azka.
"Azka, kok kamu makin vulgar gini sih?"
"Sama istri sendiri pahala."
"Shitt," umpat Azka, baru saja dia akan memulai, deringan ponsel terdengar nyaring. Dia melirik ponselnya sendiri.
"Siapa?" tanya Salsa.
"Mami, angkat aja, aku mandi dulu." Azka segera ke kemar mandi, pasti Angkara akan menanyakan kenapa ponsel Mamanya tiba-tiba mati tadi.
Bocah kecilnya sangat kepo dan tidak akan menyerah sebelum mendapat jawaban yang pas.
Azka keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk, berjalan mendekati Salsa, naik ke ranjang dan memeluk sang istri dari belakang, menumpu dagunya di pundak sang istri.
__ADS_1
"Anak papa lagi ngapain itu?" tanyanya.
"Lagi makan malam sama Oma. Papa habis mandi?" tanya balik Angkara.
"Iya. Ngomongnya sama Papa dulu ya, Mama juga mau mandi."
"Oke Papa."
"Mandi dulu Sal, pasti gerah banget!"
Salsa mengangguk, segera beranjak untuk mandi sebelum Azka berubah pikiran dan menjadi ganas seperti tadi.
"Mi?" panggil Azka dengan raut wajah serius. "Pulang besok! Salsa kangen sama Kara, dia sedih terus."
"Bukannya tadi ...."
"Dia nggak enak sama Mami kalau nyuruh pulang, dia nggak mau kesannya ngelarang Kara pergi sama Mami."
"Iya Mami pulang besok, kalian udah baikan?"
"Iya, Salsa kan cinta mati sama Azka, Mi." pedenya.
"Nggak kebalik?" ledek Tari.
"Papa-papa!" teriak Angkara dari arah belakang. Tari langsung mengarahkan kamera ke wajah Kara.
"Kenapa Nak?"
"Papa udah buat Dedek? Kalau belum, tunggu Kara pulang ya Pa. Nanti kita buatnya sama-sama."
Azka melotot tak percaya, tidak bisa membayangkan jika Angkara benar-benar melakukannya.
"Kenapa Papa?"
"Sal, udah belum?" teriak Azka, tak ingin menjawab sesuatu yang akan menjadi bumerang untuknya.
"Belum!" sahut Salsa.
"Papa!"
"Iya nak, iya, kita buatnya sama-sama setelah Kara pulang. Udah dulu ya, kita ketemu besok."
Tut
Azka langsung memutuskan sambungan telpon begitu saja, meletakkan ponselnya di atas nakas.
"Kenapa Ka?" tanya Salsa.
"Shittt," umpat Azka. Dia terkejut ketika melihat Salsa memakai lingerie berwarna ungu yang sangat terbuka, apa lagi di bagian Paha dan Perut.
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo
__ADS_1