Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 9 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

Lima tahun yang lalu.


Azka sempat tersadar ketika mendengar seorang wanita menangis dan terus memanggil namanya. Ketika ia membuka mata seraya menahan rasa sakit yang sangat hebat, ia sudah berada di atas mobil ambulans.


Laki-laki itu menatap seseorang pria yang terus meneteskan air mata, dia adalah Ans.


"Pa-papi," lirih Azka susah payah. Bibir pucatnya bergetar ingin mengatakan sesuatu.


Ans yang tersadar ada yang memanggil namanya segera menoleh dan tersenyum ketika putranya membuka mata. Laki-laki itu hendak berteriak untuk menyuruh sopir ambulans kembali kerumah sakit, tetapi tangan dingin Azka mengenggam tangannya.


"Bawa Azka pergi dan sembunyikan keberadaan Azka dari semua orang termasuk Salsa, Pi," pinta Azka terbata.


"Tapi nak, Mami dan Istri kamu ...."


Azka mengeleng, memegangi dadanya yang terasa sakit.

__ADS_1


"Jika orang lain mengetahui Azka hidup, maka Leo nggak bakal dapat hukuman yang setimpal. Umumkan kematian Azka pada yang lain!"


Ans mengeleng, tak kuasa melihat tubuh tak berdaya putranya. Mereka baru saja baikan, tetapi putranya malah ingin meninggalkan dirinya.


"Janji sama Azka, Pi."


Dengan berat hati, Ans menganggukkan kepalanya dan detik itu juga Azka kembali tak sadarkan diri.


Beruntung di dalam mobil ambulans hanya ada dirinya dan beberapa perawat laki-laki. Semua orang masih berduka di rumah sakit, menenangkan Salsa juga Tari yang sedang histeris.


Sangat sulit untuk Ans menyembuyikan semua kebenaran selama lima tahun dari menantu dan istrinya yang terus menangisi Azka. Terlebih saat mengetahui Salsa mengandung cucunya.


Tak percaya dengan orang lain, Ans menemui Reni agar menjadi dokter pribadi Azka selama di rawat. Awalnya wanita itu tidak ingin bekerja sama dan ingin memberi tahu Salsa, tetapi urung mendengar kalimat Ans selanjutnya.


"Kau ingin Cucu kita dan Salsa dalam bahaya kalau saja Leo tidak di penjara dan Azka masih dalam kondisi kritis?"

__ADS_1


Semuanua berjalan lancar sejak saat itu. Tapi suatu hari kondisi Azka semakin memburuk dan membutuhkan donor jantung untuk mengantikan jantung Azka yang rusak.


Sangat sulit bagi Ans mencari pendonor jantung yang pas untuk Azka. Hingga Azka mengalami koma tak sekalipun mereka mendapatkan pendonor jantung yang pas.


Saat akan mulai menyerah, keajaiban datang, dan Reni tidak menyangka orang itu adalah Rio. Rio meninggal dunia dan permintaan terakhirnya adalah mendonorkan organ tubuhnya pada Azka.


Entah, Rio mengetahui keberadaan Azka darimana, tapi Ans sangat bersyukur tentang itu. Bahkan pria yang selalu memetingkan harga diri, rela bersujud di depan orang tua Rio karena bentuk terimakasihnya.


Pencangkokan jantung berhasil, sayangnya Azka kembali mengalami kritis dan koma selama bertahun-tahun. Baru terbangun setelah lima tahun lamanya.


Sesuatu yang di takutkan terjadi, Azka terbangun dengan ingatan yang hilang sepenuhnya. Rasa bahagia juga sedih dirasakan Ans saat itu. Bahagia putra tunggalnya kembali, tetapi bersedih karena tidak mengenali dirinya sebagai seorang ayah.


Mengira ingatan Azka akan lebih cepat pulih ketika bertemu dengan Salsa, Ans memutuskan untuk membawa Azka bertemu Salsa tepat di hari ulang tahun cucunya ketika memastikan kondisi Azka baik-baik saja. Bahkan luka jahitan sudah kering sepenuhnya.


...****************...

__ADS_1


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2