
Azka menelan salivanya kasar ketika Salsa mengalunkan lengan di lehernya, refleks dia melingkarkan tangan di pinggang sang istri.
Sunggu pemandangan di depannya sangat menggoda iman.
"Mulai dari mana?" Bisikan yang mengalung indah dari Salsa membuat Azka seperti tersengat aliran listrik.
Dimana istrinya yang tadi malu-malu dan mencoba menghindar? Kenapa sekarang Salsa malah yang membuatnya panas dingin seperti ini.
"S-siap?" gugup Azka, dia menyeringai.
Tepat saat Salsa mengangguk, Dia membawa tubuh itu keranjang, membaringkan tubuhnya hingga tertindih tubuh mungil sang istri.
"Jangan salahin aku kalau lepas kendali Sal," ucap Azka dengan seringaian liciknya. Dia membalik posisi menjadikan Salsa berada di bawah kendalinya.
"Bismillah buka puasa sepuasnya."
Mata Salsa terpejam, ketika Azka mengecup keningnya sedikit lama, turun ke belakang telinga menghadirkan sensi geli yang tak tertahankan.
Salsa mendongak, memberi ruang untuk Azka menjelajahi leher jenjangnya.
"Uuuugggghhhh." Salsa sedikit melenguh ketika Azka mengigit bibir bawahnya hingga membuat bibirnya sedikit kebas.
Lenguhan itu membuat gair*ah Azka semakin berkobar, mulut yang semula berada di wajah sang istri turun menjelah, menghirup aroma vanila melalui tulang selangka sang istri.
Perlahan tapi pasti, tangannya mulai membuka satu persatu penutup kain tipis itu dari tubuh Salsa, terakhir dia menarik lilitan handuk di pingganya sendiri.
"Welcome to dedek Kara," bisik Azka penuh sensasi.
Alam seakan mendukung pelepasan rindu yang tengah terjalin di antara Salsa dan Azka. Di luar sedang gerimis yang mengundang dinginnya malam.
Azka benar-bemar meluapkan segala rindunya pada sang istri. Menjamah tubuh itu sepuas hatinya. Tubuhnya bergetar ketika puncak kenikmatan itu datang, dia menghentak untuk menaburkan kecebong-kecebong yang akan berkembang biak di dalam rahim wanita yang di cintainya.
"Azka," gumam Salsa dengan nafas tercekat, tubuhnya ikut bergetar saat itu juga, pelukannya semakin erat pada punggung laki-laki itu.
"Iya sayang?"
"Aku lelah."
"Sekali lagi." Azka menumpu tubuhnya dengan tangan, hanya untuk melihat wajah sang istri di tengah temarang cahaya kamar.
Mungkin sekarang wajah Salsa sudah memerah, memerah kerena panas bercampur malu.
"Azka."
"Istirahatlah sebentar!" perintah Azka, namun dia tetap menjelajah di bagian dada sang istri.
"Sebentar? Artinya?"
"Tantu saja."
__ADS_1
***
Tubuh Salsa benar-benar remuk kali ini, walau bukan yang pertama tapi rasanya sangat sakit, mungkin karena sudah lima tahun lamanya, dan saat lahiran dia juga operasi, hingga tak ada robekan sedikipun di bagian inti tubuhnya.
Salsa terbangun saat merasakan benda kenyal menyetuh keningnya, saat membuka mata, dia malah mendapati panggeran tanpa kuda sedang memeluknya posesif.
"Pagi my Wife," sapa Azka mengecup bibir sang istri.
"Kuliah jam berapa?"
"Sepuluh kayaknya, nggak usah buru-buru bangun, kamu masuk jam 12," ucap Azka. "Lagian nggak ada yang perlu di urus selain suami kamu ini."
Azka merubah posisinya menjadi duduk seraya bersandar di kepala dipan, menarik tubuh Salsa agar berbaring di pangkuannya.
"Lelah?" tanya Azka.
"Banget, ganas banget semalam," cemberut Salsa.
"Baru pemanasan itu."
"Heh?" kaget Salsa.
"Canda sayang. Oh iya Sal, aku penasaran sama aplikasi asing di hp aku, itu buat apa?" tanya Azka tiba-tiba setelah teringat akan aplikasi itu. Niatnya, dia ingin menghapusnya, tapi takut sang istri mencarinya nanti.
"Noveltoon?" tanya balik Salsa.
"Hm."
"Jangan di hapus, awas aja!"
"Itu buat apa?"
"Baca novel online, di sana banyak banget cerita yang buat baper. Di sana juga aku belajar cara nyenengin suami," lirih Salsa.
"Benarkah, kalau baca bayar?"
Salsa menggeleng. "Nggak, tapi kalau mau ngasih tips sama penulisnya juga bisa."
"Koin kan? Nanti aku isiin, biar kamu bisa ngasih tips ke penulis kesayangan kamu."
"Ih, baik banget suami aku, makin cinta." Salsa sangat senang, dia mengira Azka akan memarahinya.
"Asal tidurnya jangan sampai kebablasan, kamu itu lagi kuliah. Baca cerita apa sekarang?" kepo Azka.
"Lagi baca 'Aku Bukan Penggoda' kasian tau Ka, pemeran utamanya menderita mulu, di cap pelakor padahal dia nggak bermaksud gitu," curhat Salsa. Dia menceritakan apa yang dia rasakan saat menbaca cerita itu, rasanya sesak saat di tuduh tapi tidak melakukannya.
Salsa pernah merasakan itu saat hamil dulu.
"Mana ada pelakor baik sampai nggak berniat gitu. Jangan karena dia pemeran utama kamu malah dukung Sal!"
__ADS_1
"Tapi dia nggak salah Azka, orang dia nggak tau cowoknya udah punya istri. Kasian dia juga hamil pas tau status pacarnya."
"Udahlah Sal, ngapain ngurusin cerita kayak gitu. Jelas-jelas dari segimanapun dia salah, ngapain juga nyerahin diri sebelum halal."
"Dahlah, kamu mah gitu Ka." kesal Salsa segera menyingkirkan tangan Azka dari perutnya, beranjak hendak turun dari tempat tidur, tetapi bagain intinya terasa perih.
Tubuhnya melayang ke udara karena Azka mengendong tubuhnya. "Kita mandi bareng, terus ke kampus bareng," ucap Azka.
***
Karena menghabiskan waktu di kamar sebelum berangkat, alhasil Salsa dan Azka sarapan di luar sebelum ke kampus. Keduanya seperti biasa, berpisah di parkiran dan menuju kelas masing-masing yang berlawanan arah.
Salsa langsung mendaratkan tubuhnya di kursi paling belakang, mengambil ponselnya untuk menghilangkan kegabutan di sela-sela waktu menunggu dosen masuk.
"Sendiri aja Sal?" tanya Riko basa-basi.
"Iya, kenapa, Ko?"
"Lo nggak liat grub? Hari ini dosen nggak masuk, kita cuma di suruh ke perpustakaan nyari bahan."
Salsa langsung menepuk jidatnya, selama bersama Azka dia sangat jarang membuka ponsel. "Oalah aku nggak tau, makasih Ko, udah ngasih tau hampir aja aku nunggu sampai bangkotan." Salsa tertawa merasa konyol sendiri.
"Bareng yuk!" ajak Riko dan di setujui oleh Salsa.
Keduanya berjalan beriringan di pinggir lapangan untuk menuju perpustakaan yang lumayan jauh, sesekali Riko memperhatikan cara berjalan Salsa yang cukup aneh.
"Kaki kamu sakit?"
"Huh? Nggak."
"Kok cara jalan kamu ...."
"Oh iy-iya, kaki aku sakit makanya gini." Salsa buru-buru meralat sebelum Riko mengajukan pertanyaan lainnya.
Karena merasa malu, Salsa mempercepat langkahnya menuju perpustakaan, dia meruntuki dirinya sendiri juga Azka. Dia tidak menyadari bahwa cara jalannya akan seperti sekarang, dan kesal pada Azka karena tidak menegurnya.
"Ish, mau enaknya doang," gerutu Salsa dengan wajah cemberut.
Salsa sampai di perpustakaan yang sangat ramai, dia memilih duduk di bagain pojok. Kalau saja Riko tidak ikut duduk dengannya, mungkin dia sudah lupa bahwa kesini bersama laki-laki itu.
Umur Riko dan Salsa hanya beda dua tahun saja, dan Riko jauh lebih tua darinya. Entah apa alasan laki-laki itu baru melanjutkan kuliah sekarang seperti yang dia lakukannya juga bersama Azka.
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
__ADS_1
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo