Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 60 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

Setelah sampai di bandung jam 12 malam, mereka langsung berpencar ke titik masing-masing yang telah di tentukan sebelumnya.


Azka dan Rayhan yang lebih dulu sampai di titik itu, menatap tak percaya bangunannya, ini bagai dejavu untuk mereka berdua.


Gedung terbengkalai yang sangat gelap menjulang tinggi dihadapan mereka. Jika Giani benar-benar ada di dalam sana, maka perempuan itu akan sangat ketakutan.


Rayhan tahu betul kelemahan Giani seperti apa.


Tangannya terkepal, tak bisa dia bayangkan bagaimana menderitanya Giani saat ini hanya karena dirinya. Seandainya dulu dia tidak bodoh bermain dengan wanita lain di saat Giani sudah menjadi kekasihnya, perempuan itu tidak pergi dan berakhir bertemu Riko.


"Masuk!" seru Azka pada anggonya.


Mereka berjalan memasuki gedung yang sangat mencekam, mereka tidak menggunakan senter karena tahu keberadaannya akan terbaca jika melakukan itu.


Seperti biasa, Avegas akan sangat hati-hati jika misi menyelamatkan orang seperti ini, bukan takut teluka. Namun, mereka takut orang yang akan mereka selamatnya dalam bahaya.


Tidak bisa melihat? Tentu bisa, Avegas mempunyai kacamata canggih yang bisa mereka pakai untuk melihat di kegelapan.


"Ray, lo keutara, gue keselatan!" Perintah Azka.


Akhirnya Rayhan dan Azka berpisah di dalam gedung luas itu, terus berjalan menyuri untuk mencari keberadaan seseorang.


Mereka benar-benar uji nyali di sini, ketika hampir mencapai lantai teratas, suara teriakan terdengar di telinga Rayhan.


"Bang, kayaknya arah jam 12," bisik Regan yang kebetulan ikut bersama Rayhan.


Tepat saat mereka sampai di sumber suara, mereka mendapati banyak anggota wiltar sedang berjaga, sepertinya sudah tahu tentang penyerangan atau memang sudah siaga di hari sebelumnya.


"Shiittt," umpat Rayhan ketika mereka mendapat sorotan cahaya dari salah satu anggota Wiltar.


Niat hati menerobos secara sembunyi-sembunyi gagal total, hingga terjadi perkelahian yang menimbulkan kegaduhan.


Butuh waktu cukup lama untuk mengalahkan anggota Wiltar, hingga Rayhan dapat menerobos satu ruangan.


Darah Rayhan mendidih, tangannya terkepal, mendengar teriakan kesakitan Giani, tanpa abah-abah dia mendobrak pintu.


Nyesh


Hati Rayhan bagai di sayat ribuan benda tajam, melihat pemadangan laknat di hadapannya.


Anggota Avegas yang berada di belakang laki-laki itu segera menunduk, demi menghargai inti Avegas. Tubuh Giani yang berada di atas ranjang usang dengan Riko di atasnya, membuat mata Rayhan memerah.

__ADS_1


"Anji*ng lo!" Rahyan berlari dan menarik kerah baju Riko, memukul laki-laki itu membabi buta.


"Dia bukan hewan sialan, yang bisa lo jajah begitu saja!" Murkanya, menghujani Riko pukulan.


Di luar pikiran, ilmu bela diri laki-laki itu berada di atas rata. Rayhan kesulitan untuk mengalahkan Riko, anggota Avegas yang hendak membantu, segera urung ketika tubuh Rayhan di hempaskan ke lantai, oleh Riko.


Laki-laki itu mengalungkan tangannya di leher Giani yang hanya terbalut selimut tebal, wajah lebab juga mata bengkak, penampakan itu berhasil menyakiti hati Rayhan.


"Diam di tempat kalian, atau perempuan kesayangan lo gue bunuh!" Ancam Riko, mengeluarkan sebuah belati dan meletakkan tepat di leher Giani.


"Ra-Rayhan, to-tolong," lirih Giani dengan air mata membanjiri pipinya.


Ancaman Riko tidak main-main, terbukti belati itu berhasil ternodai darah karena mengores leher Giani sedikit demi sedikit.


"Jangan bergerak, atau lo akan kehilangan leher," ucap Riko, berhasil menghentikan pergerakan Giani yang ingin lolos.


Rayhan? Laki-laki itu bangun di bantu oleh anggotanya, otaknya terus berputar mencari cara agar bisa melumpuhkan Riko tanpa melukai Giani.


"Selangkah lagi lo maju, maka Giani ...."


Langkah Rayhan mundur beberapa langkah, tak ada yang bisa dia lakukan sekarang, hingga kedatangan Azka bersama anggota yang lainnya datang.


Ini yang dia tunggu-tunggu, kedatangan Azka juga Rayhan. Dia nekat keluar dari penjara, hanya untuk membalaskan dendam adiknya, membunuh Azka.


"Lepasin Giani, dan lo bebas ngelakuin apa saja sama Avegas! Lo dendam sama Avegas, jangan jadi pengecut yang berlindung di balik seorang perempuan!" ucap Azka.


Tawa jahat Riko mengelegar, hingga sayatan di leher Giani semakin menjadi.


"Berhenti tertawa sialan! Lo ngelukain Giani!" bentak Rayhan.


Laki-laki itu tidak berdaya melihat wanita yang di cintainya tersiksa seperti ini, sejak dulu sampai sekarang tak sekalipun Rayhan membuat Giani bahagia. Bahkan sekarang, karena masalahnya antar geng motor, Giani harus menanggung semuanya.


"Lo pilih perempuan ini atau ketua lo?" tanya Riko.


Laki-laki itu melempar senjata kehadapan Rayhan, setelah mengganti belatih yang dia gunakan dengan benda yang sama.


Riko menyetel senjata yang ada di genggamannya, kemudian mengarahkan ke kepala Giani, bersiap menarik pelatuk kalau saja Rayhan dan Azka salah mengambil keputusan.


Dia tidak takut jika harus berada di balik jeruji besi, asal Azka meregang nyawa di hadapannya, jika tidak bisa membunuh dengan tangannya sendiri, maka Azka harus mati di tangan sahabatnya.


"Ambil senjatanya, tembak ketua lo, dan Giani gue lepasin!" Perintah Riko.

__ADS_1


Rayhan menunduk, mengambil senjata mematikan itu di lantai, menyetelnya seperti yang di lakukan Riko. Dia memejamkan mata, pilihan ini sangat sulit, tapi dia harus melakukannya.


Laki-laki itu menodongkan sejata tepat di dada sebelah kiri Azka, membuat sang ketua dan Anggota Avegas yang lainnya menatap tak percaya.


"Ray, lo gila?" tanya Azka.


"Bang!" tegur yang lainnya, sementara Riko mulai tertawa.


"Ayo tembak dia, maka perempuan ini bakal gue lepasin!"


Giani mengeleng. "Jangan dengarkan Riko Ray, jangan bodoh!"


Telinga gadis itu berdenging, darah kembali mengalir di bibirnya, ketika tangan besar Riko mendarat di pipi Giani.


Suara tembakan terdengar nyaring di ruangan itu, mata Anggota Avegas membulat sempurna, ketika darah mengalir di dada Azka. Rayhan benar-benar melukai sabahatnya karena seorang perempuan.


"Bang Azka," panggil Regan, laki-laki itu panik bukan kepalang.


Tangan Rayhan bergetar, dia sekarang seperti penghianat hanya karena seorang perempuan, lutut Rayhan melemah, hingga berjudut sejar dengan Azka yang juga bersujud di hadapannya. Laki-laki itu memegangi dadanya yang bersimbah darah.


"Azka, maafin gue," lirih Rayhan.


Melihat pemandangan itu, Riko tertawa puas, akhirnya apa yang dia ingingkan terjadi, Azka terluka karena sahabatnya sendiri.


"Lepasin Giani sialan!" Regan maju.


"Lo kira gue bodoh, hm? Gue nggak bakal ngelepasin ... Aaakkkkhhh." Riko mengerang ketika sesuatu mengenai lengan yang tengah memegang senjata, darah bercucuran dari sana.


Semua anggota Avegas terkejut, dan mencari siapa pelakunya. Rasa lega mereka rasakan ketika melihat Keenan di gedung sebelahnya tengah melambai dengan senjata di tangannya.


Dalam hitungan menit, Anggota inti berkumpul di ruangan itu, Dito dan Ricky segera membawa Azka kerumah sakit, Rayhan yang menyelamatkan Giani, dan yang lainnya tinggal untuk memberi pelajaran pada Riko yang tak berdaya lagi.


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo

__ADS_1


__ADS_2