Kembalinya Suamiku

Kembalinya Suamiku
Part 6 - Kembalinya Suamiku


__ADS_3

Sore harinya, Salsa mengajak Azka untuk pulang ke rumah mereka. Wanita itu berencana memulai semuanya dari awal.


Berpikir, jika tinggal di rumah penuh akan kenangan mereka setelah baru-baru menikah, bisa membuat ingatan Azka kembali lebih cepat.


Salsa tersenyum, mengecup kening putranya yang sudah terlelap setelah ia membacakan dongen. Merasa tidak ada yang di perlukan lagi, Salsa kembali ke kamarnya dan mendapati Azka tengah duduk di ranjang seraya membaca buku.


"Belum tidur, Ka?" tanya Salsa basa-basi.


"Menurut kamu?"


Tersenyum, itulah yang di lakukan Salsa. Mencoba mengerti akan situasi yang ada.


Sebelum mendekati Azka, Salsa terlebih dahulu ke kamar mandi untuk melakukan ritual sebelum tidur seperti biasanya. Setelah itu, baru Salsa mendekati ranjang. Mengambil bantal di samping Azka kemudian berbaring menghadap laki-laki itu.


Senyuman Salsa tak pudar sedikitpun memandangi wajah tampan sang suami.


"Kita tidur bersama?" tanya Azka seraya meletakkan bukunya di atas nakas.


Tidak habis pikir dengan wanita yang mengaku-ngaku menjadi istrinya ternyata sangat berani dan sedikit agresif.


Tak ada kejaiman yang di perlihatkan Salsa sedikitpun, wanita itu terang-terangan menunjukkan ketertarikan padanya.


"Iya suamiku."

__ADS_1


"Jangan panggil saya seperti itu rasanya sangat aneh. Kamu juga harus ingat, saya laki-laki normal, apa tidak masalah tidur seranjang?"


Salsa mengeleng masih dengan senyuman. "Aku bakal buat kamu terbiasa sama panggilan itu Ka."


Walau Azka sering menggunakan kalimat baku, Salsa tetap pada pendiriannya, berbicara informal pada sang suami.


"Lagian nggak masalah kalau kita tidur berdua, normal atau nggak. Kita suami istri kalau kamu lupa Ka."


"Memang saya lupa."


Azka membaringkan tubuhnya telentang setelah meletakkan bantal guling di tengah-tengah mereka. "Jangan pernah lewati bantal itu selama kita tidur bersama! Kau memang menggapku suami, tapi tidak denganku. Sampai detik ini kamu masih orang asing untuk saya."


Tangan Salsa yang hendak memindahkan guling langsung berhenti. Percayalah, kalimat Azka barusan sungguh melukai hatinya. Orang Asing? Selupa itu Azka padanya?


Salsa langsung membalik tubuhnya tak ingin Azka melihatnya meneteskan air mata. "Ternyata aku nggak sekuat itu," gumam Salsa.


"Kamu menangis?" tanya Azka.


Salsa semakin memajamkan matanya. "Nggak."


"Tapi ...."


"Ternyata Azkaku emang udah hilang. Dulu dia nggak pernah suka liat aku nangis. Dia selalu ngomong 'Jangan nangis sayang, aku nggak suka' Sekarang dia cuma bertanya 'Kamu Menangis?' "

__ADS_1


***


Pagi harinya, Salsa terbangun dan sudah tidak mendapati Azka di sampingnya.


"Apa itu semua hanya mimpi? Apa aku harus mengatakan mimpiku buruk atau indah?" gumam Salsa menyangka semuanya hanyalah mimpi.


Namun, lamunan itu buyar ketika melihat Azka keluar dari kamar mandi dan sudah rapi dengan pakian santai.


"Bukan mimpi?" gumam Salsa.


"Bukan Mimpi?" ulang Azka tak mengerti.


Salsa mengeleng, baru tersadar semuanya memang nyata, Azka memang kembali itu bagian terindahnya, dan Azka melupakan dirinya itu bagian terburuknya.


"Kamu pasti lapar, aku buat sarapan dulu."


Salsa langsung turun dari ranjang, mencepol asal rambutnya kemudian keluar dari kamar tanpa mencuci muka terlebih dahulu.


Usai sarapan terhidang seperti biasa, barulah Salsa memanggil Azka agar segera sarapan.


"Azka ayo makan dulu terus minum obat. Aku bangunin anak kita dulu," ujar Salsa ketika berpapasan dengan Azka di anak tangga.


"Hm."

__ADS_1


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2