
Tawa Angkara memenuhi ruangan karena sangat bahagia mendapat mainan pesawat berserta seragamnya. Bocah itu kini berada di atas mobil-mobilan yang berbentuk pesawat, membelokkannya kesana kemari.
"Mama, Kara mau keluar!" teriak Angkara.
"Azka, buka pintunya dulu!" perintah Tari.
Laki-laki itu segera beranjak dan membuka lebar-lebar pintu utama, agar pesawat Angkara bisa keluar. Setelah di rasa aman, dia kembali masuk untuk mengawasi istrinya.
Sungguh, sepertinya Azka akan menjadi ibu-ibu rempong selama sembilan bulan, karena tidak ingin meninggalkan istrinya sendirian.
"Mami, kenapa beli mainan bayi sama baju sebanyak ini?" tanya Salsa tidak percaya, ketika membuka paper bag berisi pakaian bayi.
"Mami lagi bahagia karena menang di persidangan, ya udah belanja buat kamu. Mami gemes, pengen cucu perempuan biar bisa di dandani cantik-cantik."
Tari melirik putranya. "Azka, kamu nggak ada pekerjaan lain selain ngintilin istri kamu? Sana pergi!" usir Tari.
"Mami, jangan gitu sama suami Salsa."
Azka mengangguk seperti anak kucing, menyandarkan kepalanya di pundak sang istri. Selama bukan Salsa yang menyuruhnya pergi, makan dia tidak akan beranjak sedikitpun.
"Nggak sia-sia perjuangan kalian waktu pacaran, jodoh dan hidup bahagia sekarang," ucap Tari tiba-tiba mengenang masa-masa Azka dan Salsa pacaran, terlalu banyak masa sulit yang harus keduanya hadapi.
Karena tidak ingin ikut larut, Salsa tidak menanggapi kalimat mertuanya, dia malah membahas belanjaan yang lain.
__ADS_1
"Lucu banget baju hamilnya." Salsa memeluk baju berwarna pink dengan gambar hello kitty itu. Terlihat sangat imut.
Bukan hanya satu baju, tetapi banyak dengan berbagai macam karakter.
"Kayaknya kita jual kembali dapat uang, Mi."
"Jangan!" Tari dan Azka sontak bersuara. Pemikiran wanita hamil itu sungguh di luar dugaan.
"Tapi ini terlalu banyak."
"Mau Mami beli tokonya sekalian nggak akan bangkrut, diam dan nikmati saja!"
***
Sungguh, hari ini Salsa di buat tercengang dengan ibu dan anak di sekitarnya. Setelah mertuanya belanja gila-gilaan, kini giliran Azka belanja seperti kerasukan sebelum pulang.
Laki-laki itu membeli berbagai macam buah, susu ibu hamil, dan semuanya yang bersangkutan dengan ibu hamil. Dia juga membeli kulkas yang di khususkan untuk Salsa agar kebersihannya tetap terjaga.
Bi Siti kembali kerumah mereka karena permintaan Azka, agar bisa mengurus Salsa jika dia sedang tidak ada di rumah.
Sungguh amazing bukan? Salsa tidak bisa membayangkan, sesuatu yang akan terjadi, jika saja lima tahun yang lalu Azka tidak menghilang. Mungkin dia adalah wanita yang paling beruntung karena di ratukan.
Ketidak adaan Azka saja, dia di ratukan oleh sahabat-sahabat suaminya, apapun yang dia ingingkan selalu terkabul.
__ADS_1
"Sayang, jangan melamun seperti itu, apa kamu mau makan sesuatu?" Salsa mengeleng.
"Sayang, kok kamu beda sama ibu hamil yang aku baca di situs web. Katanya ibu hamil suka minta yang aneh-aneh, kok kamu nggak? Serius nggak mau apapun? Aku siap loh."
Salsa mengulum senyum, sungguh suaminya terlihat sangat lucu sekarang.
"Kalau aku mau jalan-jalan keluar negeri gimana? Kalau aku mau mobil, rumah baru?"
"Kita beli, aku bisa kabulin itu."
Salsa memicingkan matanya. "Ambil uang darimana? Kamu nggak kerja, ke Cafe juga jarang, sok-sok an jadi tuan muda."
"Aku nggak kerja aja banyak uang Sal, gimana kalau kerja?"
"Dih songong, padahal uangnya dari Papi."
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
__ADS_1
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo