
"Dokter? Apa yang dokter katakan kenapa ekspresi dokter seperti itu?"
"lya dok katakan jangan membuat kami penasaran," sambung Varo saat dirinya sudah tidak sabar ingin mengetahui keadaan bayi yang berada didalam kandungan Berlian.
"Maaf………. Kalian kena prank hahahaha," ucap dokter Fitri disambung dengan tawa kencang yang keluar dari mulutnya. Membuat Berlian dan juga Varo hanya saling menatap.
"Maaf telah membuat kalian menunggu," ucap dokter Fitri ketika sudah berhenti tertawa.
"Dokter jangan bercanda. Tidak lucu dok!" ujar Varo kencang membuat dokter Fitri langsung fokus kembali.
"Sebenarnya ada kejutan untuk kalian berdua,"
"Kejutan apa dok?"
"Iya apa dok?" sambung Berlian.
"Ini," ujar dokter Fitri sambil menyodorkan lembaran hasil USG kehadapan Varo dan juga Berlian. Membuat Varo langsung mengambilnya.
"Gambar apaan ini dok tidak jelas sekali, apa anak saya tidak jelas." ucap Varo membuat Berlian langsung mencubit perut Varo.
"Ach sakit mommy apa yang kamu lakukan?"
"Jaga bicaramu. Apa kamu ingin anak kita tidak jelas. Sebenarnya kamu menginginkan anak ini apa tidak? Kenapa kamu berkata seperti itu!" ucap Berlian dan langsung menangis, membuat Varo bingung kemudian memeluk tubuh Berlian dengan erat saat Berlian mencoba melepas pelukannya dari Varo.
"Kenapa kamu menangis mommy? Tentu saja aku menginginkan anakku. Kenapa kamu berkata seperti itu," ucap Varo sambil menangkup wajah Berlian dan mengusap air mata Berlian saat Varo sudah melepas pelukannya.
"Tadi kamu bilang hasil USG ini tidak jelas?"
"Iya memang ini tidak jelas,"
__ADS_1
"Uwaaaaaa," tangis Berlian pecah kembali.
"Mommy katakan kamu kenapa menangis?"
"Kamu bilang hasil USG tidak jelas, berarti kamu mengatai anakmu sendiri tidak jelas?" ucap Berlian sambil menghapus air matanya.
"Tidak aku tidak mengatai anakku. Sekarang kamu lihat nih hasil USG ini," ucap Varo yang langsung menunjukan hasil USG kepada Berlian, membuat Berlian langsung mengambilnya dan menatap hasil USG dengan ekspresi wajah yang tidak bisa ditebak.
"Iya benar katamu Varo ini tidak jelas," ucap Berlian yang masih terus menatap hasil USG tersebut.
"Dasar pasangan aneh. tentu tidak jelas, sini kembalikan dan saya akan memberitahu kejutan hasil USG ini," ujar dokter Fitri membuat Berlian langsung memberikan hasil USG kepada dokter Fitri.
Berlian dan juga Varo langsung menatap hasil USG sambil mengangguk-anggukan kepalanya saat dokter Fitri sedang menjelaskan.
"Aku tidak mengerti apa yang dokter Fitri katakan, dua kantung, dua kantung,"
"Sama aku juga tidak paham," sambung Berlian setelah Varo selesai berbicara. Membuat dokter Fitri langsung menepuk jidatnya, pasalnya dokter Fitri sudah menjelaskan dengan detail.
"Jelaskan saja baby aku perempuan atau laki-laki dok? Dia baik-baik saja kan disini?" tanya Varo sambil mengelus perut Berlian yang sudah lumayan besar tidak seperti orang hamil pada umumnya saat kandungannya menginjak empat bulan. "Oh ya tadi dokter bilang kejutan? Kejutan apa dok?" tanya Varo membuat dokter Fitri langsung menghembuskan nafasnya saat dirinya merasa jiwa dokternya hilang saat menghadapi pasangan yang duduk di depannya.
"Bayi kalian sehat semua. Kalau jenis kelamin belum terlihat dua-duanya…"
"Sebentar dok?" ucap Varo memotong perkataan dokter Fitri. "Dokter bilang tadi dua-duanya. Berarti baby aku ada dua begitu maksud dokter?" tanya Varo dengan antusias saat mendengar penjelasan dokter Fitri, membuat dokter Fitri langsung mengangguk dan tersenyum.
"Ya Allah terima kasih," ujar Varo yang langsung berjongkok di hadapan Berlian sambil menciumi perut Berlian. Begitu juga dengan Berlian yang begitu senang dan langsung meneteskan air mata bahagia.
"Mommy terima kasih. Kenapa kamu menangis?" tanya Varo yang sekarang sudah berdiri dan langsung meraup wajah Berlian dengan kedua tanganya.
"Aku sangat bahagia ini air mata bahagia Varo," ujar Berlian membuat Varo langsung menghapus air mata Berlian.
__ADS_1
"Sekali lagi aku berterima kasih padamu mommy karena kamu sudah memberi ku baby sekaligus dua untukku," ujar Varo yang langsung menciumi seluruh wajah Berlian dari kening, mata, pipi, dagu, dan diakhiri mel*mat bibir Berlian dengan dalam.
"Jangan memancing. Saya harus mencium siapa? Kaki meja?" ucap dokter Fitri saat Varo dan juga Berlian berciuman dengan begitu lama tepat di hadapan dokter Fitri membuat Varo dan juga Berlian langsung melepas tautan bibirnya dan langsung tersenyum kearah dokter Fitri.
"Maaf dok, aku hanya meluapkan kegembiraan saja. Dokter maklumin saja ya?"
"Iya, iya terserah kepada kalian," ucap dokter Fitri tanpa ekspresi. "Oh ya selamat ya untuk kalian yang akan memiliki bayi kembar," ucap dokter Fitri dengan mode on.
"Terima kasih dok," ujar Berlian sambil tersenyum manis.
"Oh ya dok, apa tidak berbahaya untuk baby kembar kita bila kita melakukan hubungan suami istri?" tanya Varo penasaran.
"Tidak akan ada masalah, karena kandungan ibu Berlian sangat kuat, mau melakukan sebanyak apapun tidak masalah, kalau bapak tidak kasihan dengan ibu Berlian. Karena mengandung bayi kembar itu lebih berat, apa bapak ingin menambah berat beban ibu Berlian dengan menaikinya?"
"Tentu tidak. Karena aku yang akan berada di bawah dan istriku yang berada diatas," ujar Varo kemudian dirinya langsung membopong tubuh Berlian.
"Hei tunggu! kalian mau kemana?" tanya dokter Fitri saat Varo membopong tubuh Berlian untuk keluar dari ruangan dokter Fitri.
"Mengarungi samudra mencapai kenikmatan, nanti aku transfer biaya tadi dok sekalian bonus untuk dokter," ucap Varo yang langsung keluar dari ruangan dokter Fitri.
"saya tidak butuh bonus, yang saya butuhkan hanya terong impor. Terong dimana kamu????????
*
*
*
Bersambung..............
__ADS_1
Like, komen, jangan lupa 😂😂😂😂😂😂