
"Varo! Duduk tidak? Kalau kamu tidak duduk aku tidak akan menghabiskan makanan ini," ujar Berlian sambil menjauhkan makanan yang berada di hadapannya membuat Varo langsung duduk kembali saat dirinya akan mengintip kamar bibi Ami.
"Maaf mommy aku hanya ingin tahu apa yang sedang dilakukan pengantin baru di pagi hari," ujar Varo sambil membayangkan apa yang kemungkinan dilakukan pak Cul dan bibi Ami di dalam kamarnya.
"Jangan mesum, aku tahu pikiranmu tidak jauh dari kemesuman," ujar Berlian sambil mendorong tubuh Varo.
"Benar tuh apa yang dikatakan istrimu, pikiranmu tidak jauh dari ranjang, gunung kembar, singkong bakar dan lain sebagainya," ujar bibi Ami yang tiba-tiba datang sambil membawa beberapa makanan di ikuti oleh pak Cul dari belakangnya.
"Bibi Ami?" tanya Varo dan juga Berlian berbarengan pasalnya mereka mengira kalau bibi Ami dan juga pak Cul masih berada didalam kamar.
"Ada apa kalian terkejut. Bibi tahu. Kalian kira bibi masih berada didalam kamar begitu? Kalian salah, karena bibi sudah keluar untuk berolahraga. Tidak seperti kalian yang berolahraga di atas ranjang tidak tahu waktu," ujar bibi Ami sambil membuka semua makanan yang dibawanya,"
"Beb ambilkan aku piring Untuk menaruh nasi uduk ini!" perintah pak Cul tapi tidak dihiraukan oleh bibi Ami yang sudah membuka bubur ayam dan langsung memakannya membuat Berlian dan juga Varo tidak mengerti atas sikap bibi Ami kepada pak Cul.
"Bi…"
"Biarkan dia ambil sendiri siapa suruh tadi pagi olahraga di ranjang hanya kuat lima menit, bibi saja belum menikmatinya, dianya sudah loyo seperti terong goreng," ucap bibi Ami membuat Berlian dan juga Varo saling melempar senyum.
"Bibi tidak boleh begitu. Bibi dosa loh dengan menolak perintah pak Cul yang sekarang sudah menjadi suami bibi Ami," ujar Berlian menasehati bibi Ami.
"Tuh dengerin nasihat dari Berlian. Lagian kamunya juga semalem sudah minta di babat habis. Pagi-pagi kamu minta lagi untuk olahraga ranjang seperti anak muda saja yang masih banyak energinya. Kita ini sudah tua," ujar pak Cul setelah dirinya kembali dari mengambil piring di dapur.
"Tapi semalam kamu kuat hingga berjam-jam?" tanya bibi Ami membuat Varo langsung tersenyum sambil menatap Berlian yang sedang sibuk mengunyah buah-buahan setelah Berlian selesai menyantap kenalur nama menu sarapan Berlian yang Berlian ciptakan.
"Semalam aku menggunakan obat kuat, jadinya aku kuat hingga beberapa jam. Dan pagi obat kuatnya sudah tidak bereaksi ya jadi begitulah," jelas pak Cul membuat Varo langsung tertawa kencang hingga semua mata tertuju pada Varo.
"Obat kuat? Payah sekali dirimu pak Cul," ucap Varo sambil terus tertawa membuat Berlian langsung menyumpal mulut Varo dengan buah-buahan yang sedang Berlian makan.
"Mommy apa yang kamu lakukan? Kalau aku tersedak bagaimana?" tanya Varo membuat Berlian langsung menaruh jari telunjuknya di bibirnya sendiri mengisyaratkan Varo untuk diam.
"Kenapa?" bisik Varo di telinga Berlian.
__ADS_1
"Jangan meledek orang yang lebih tua. Itu dosa kamu bilang tadi pagi saat kamu berdoa untuk menghapus dosa-dosamu. Bagaimana Allah akan menghapus dosa-dosamu kalau kamu terus melakukan dosa," bisik balik Berlian di telinga Varo
"Astagfirullah hal azim. Ampunilah dosa hambamu ini ya Allah," ucap Varo dan dirinya langsung diam tanpa seribu bahasa begitupun bibi Ami dan juga pak Cul yang juga ikut diam tanpa berbicara lagi. Dan keduanya saling melempar tatapan sinis satu sama lain.
"Bibi Ami," ucap serius Varo saat dirinya sedang di mode on membuat bibi Ami yang telah menyelesaikan sarapannya langsung menatap kearah Varo.
"Ada apa? Mau meledak bibi?" tanya bibi Ami sudah tahu kebiasaan Varo.
"Tidak bi bukan itu?"
"Terus?"
"Aku dan juga Berlian hari ini akan pindah ke rumahku dan tidak akan tinggal disini lagi,"
"Apa?" ucap bibi Ami terkejut.
"Iya bi, apa yang dikatakan Varo benar. Mulai hari ini aku akan tinggal dirumah Varo, aku harap bibi tidak keberatan." terang Berlian membuat bibi Ami langsung menghampiri Berlian.
"Bibi tidak akan keberatan, sekarang kamu sudah menjadi hak Varo jadi apapun keputusan Varo harus kamu ikuti dan turuti," ujar bibi Ami sambil membelai wajah Berlian.
"Varo…." teriak Berlian membuat Varo langsung nyengir kuda kearah Berlian.
*
"Selamat datang sayang," ucap Veronica menyambut menantu kesayangannya yang baru sampai rumahnya. Saat Veronica juga memutuskan untuk meninggalkan komplek sederhana dan kembali lagi tinggal di rumahnya.
"Terima kasih mah," ujar Berlian saat Veronica selesai mencium pipi kanan dan pipi kiri Berlian bergantian.
"Mamah harap kamu akan betah tinggal disini selamanya karena mulai sekarang ini rumah kamu sayang," ujar Veronica sambil tersenyum manis ke arah Berlian.
"Tentu saja Berlian akan betah tinggal di rumahnya sendiri saat aku yang menjadi imamnya," ujar Varo sambil memeluk pinggang Berlian.
__ADS_1
"Aduh kamu so sweet banget sayang, tidak seperti papah kamu itu," ujar Veronica sambil menepuk jidatnya.
"Ada apa mah?" tanya Varo penasaran saat Veronica langsung mengambil tasnya yang berada di ruang tamu.
"Mamah lupa. Mamah sudah berjanji pada papah kalau mamah akan menjemput papah kamu di bandara," jelas Veronica yang langsung menghampiri Berlian dan mencium singkat kening Berlian kemudian Veronica langsung meninggalkan rumahnya.
"Ada apa denganmu mommy?" tanya Varo saat menatap Berlian yang sedang kebingungan ketika keduanya sudah masuk kedalam kamarnya.
"Kenapa kamu tidak mengijinkan aku untuk membawa baju dari rumah bibi Ami. Dan sekarang aku ingin berganti baju menggunakan apa?" tanya Berlian membuat Varo langsung tersenyum sambil membawa Berlian kesalah satu ruangan yang masih menyatu dengan kamarnya.
"Kamu tidak perlu kuatir, aku sudah menyiapkan semuanya untukmu," ujar Varo sambil menunjuk sudut sebelah kanan ruangan tersebut yang sudah lengkap dengan pakaian Berlian.
"Varo…"
"Sssttt jangan bilang pemborosan," ujar Varo sambil menaruh jari telunjuk di bibir Berlian karena semua baju Berlian yang sudah tertata rapi terdiri dari merek terkenal dengan harga selangit.
"Tapi apa ini semua muat untukku?"
"Jelas saja, mamah yang memilihnya untukmu mommy, jadi sudah pasti akan muat untukmu. Sini aku bantu kamu untuk mengganti pakaian," ucap Varo yang langsung menarik resleting dress Berlian yang Berlian kenakan.
"Kamu ingin pakai baju yang mana?" tanya Varo sambil memilih baju yang akan Berlian gunakan.
"Yang itu saja," ujar Berlian menunjuk baju yang berada di sebelah kanan tangan Varo.
"Baiklah tapi sebelum kamu menggunakan baju ini kita harus melakukan ritual khusus." ujar Varo sambil mendekat kearah Berlian.
"Ritual khusus?"
*
*
__ADS_1
*
Bersambung.................