Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 108 Belah cempedak


__ADS_3

Ceklek!


Suara pintu kamar tidur bibi Ami dibuka dari dalam membuat Varo dan juga Berlian hanya nyengir kuda ketika bibi Ami diikuti pak Cul dari belakangnya keluar dari dalam kamar dan langsung menatap Berlian dan juga Varo. 


"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya bibi Ami penasaran pasalnya selama ini Berlian maupun Varo tidak pernah berjalan melewati kamar bibi Ami yang berhadapan dengan kamar Berlian yang hanya dibatasi dengan meja makan ditengah-tengahnya. 


"Tidak ada bi kami……..?"


"Kami sedang menguping bibi Ami dan juga pak Cul," sambung Varo memotong perkataan Berlian membuat Berlian langsung mencubit perut Varo. "Kenapa kamu mencubit perutku mommy? Benarkan apa yang aku katakan?" 


Membuat Berlian hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya mendapati kelakuan suami bukan hanya super mesum tapi suaminya juga memiliki mulut yang sudah tidak memiliki rem saat rem mulutnya sudah blong. 


Membuat bibi Ami dan juga pak Cul hanya tersenyum sambil menatap Berlian dan juga Varo bergantian. 


"Kenapa bibi menatapku. Bagaimana rasanya belah buah cempedak. Sudah longgar ya?" tanya Varo pada bibi Ami dan juga pak Cul membuat bibi Ami langsung menoyor kepala Varo. 


"Otakmu itu hanya diisi dengan hal yang berbau mesum. Dasar mesum," 


"Terus yang longgar dan kurang enak itu apa?" tanya Varo yang begitu penasaran. 


"Celana kolor yang pak Cul gunakan. Dikira kalian apa?" 


"Oh," ucap Berlian dan juga Varo Berbarengan. 


"Oh ya kalian tadi meninggalkan acara bibi yang belum selesai kemana? Jangan-jangan kalian pergi ke hotel?" tanya bibi Ami sambil memicingkan sebelah matanya penasaran. 


"Tuh bibi Ami juga pikirannya mesum. Siapa juga yang pergi ke hotel. Kami baru mengunjungi rumah sakit," jelas Varo membuat bibi Ami langsung menghampiri Berlian. 


"Kamu tidak apa-apa kan? Terus kandungan kamu juga baik-baik saja kan? Maafkan bibi karena acara bibi kamu jadi kelelahan. Sekali lagi bibi minta maaf ya Berlian?" ucap bibi Ami dengan kuatir dan langsung memeluk tubuh Berlian. 


"Bi aku baik-baik saja. Kandungan aku juga baik-baik saja bibi tidak perlu kuatir," jawab Berlian sambil tersenyum setelah melepas pelukannya dari bibi Ami. 

__ADS_1


"Terus kalian ke rumah sakit ngapain?"


"Melakukan USG. Dan asal bibi tahu kalau aku dan juga Berlian akan memiliki baby twins," sambung Varo sambil mengelus perut Berlian.


"Apa bibi tidak salah dengar kalau bibi anak memiliki cucu kembar?" 


"Tidak bi, bibi tidak salah dengar. Memang benar aku akan memiliki bayi kembar," sambung Berlian membuat bibi Ami langsung menangkup wajah Berlian. 


"Terima kasih ya Allah. Akhirnya aku akan mendapatkan cucu dua sekaligus," ujar bibi Ami dengan antusias diakhiri memeluk tubuh Berlian.


"Bibi jangan lama-lama memeluk tubuh istriku. Apa bibi lupa?" ujar Varo sambil melepas pelukan bibi Ami dari Berlian. 


"Iya bibi tidak lupa. Kalau Berlian istri kamu dan hanya kamu yang boleh menyentuhnya. Tapi aku bibinya dan bayi kembar yang berada di dalam sini juga cucu bibi," ujar bibi Ami sambil mengelus-elus perut Berlian. 


"Jangankan punya cucu bibi juga bisa memiliki anak. Sekarang bibi kan sudah menikah," betul begitu pak Cul," ujar Varo sambil merayu. 


"Kita ini sudah tua sudah turun mesin. Bagaimana mau punya anak baru nge celup dua kali saja sudah keluar," ujar bibi Ami sambil cemberut menatap pak Lun yang langsung menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal. 


"Ah sudahlah jangan meledak bibi. Bibi ingin pergi kerumah Veronica untuk memberi tahu kalau dia juga akan segera memiliki cucu kembar. Cul ayo antar bebeb kerumah Veronica," ujar bibi Ami sambil mengajak pak Cul untuk pergi kerumah Veronica. 


"Cie cie cie pengantin baru yang sudah belah cempedak," ledek Varo saat bibi Ami akan pergi kerumah Veronica. 


"Tidak apa-apa belah cempedak rasanya juga sama-sama enak dan bisa bikin merem melek," ujar bibi Ami dan dirinya langsung keluar dari rumah diikuti pak Cul dari belakangnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak begitu paham pada apa yang dikatakan istrinya dan juga Varo. 


"Varo ko belah cempedak bukannya belah duren?" tanya Berlian penasaran pada apa yang dikata oleh Varo. 


"Kalau belah duren kan susah, berbeda dengan belah cempedak sekali tarik langsung keluar semua tuh buahnya,"


"Ah aku tetap tidak mengerti pada apa yang kamu katakan?" 


"Tapi kamu mengerti kan kalau juniorku sudah begini?" tanya Varo sambil menunjuk juniornya yang sudah mulai meronta membuat Berlian langsung mengangguk dan tersenyum dan dengan segera Varo langsung membopong tubuh Berlian masuk kedalam kamarnya dan langsung mengunci pintu kamarnya. 

__ADS_1


"Mommy?" tanya Varo ketika sudah masuk kedalam kamarnya sambil merebahkan tubuh Berlian dengan pelan-pelan. 


"Iya," jawab Berlian singkat. 


"Aku ingin berbicara denganmu dan aku harap kamu tidak menolaknya lagi," 


"Bicarakan aku akan mendengarkannya," 


"Bibi Ami sekarang sudah tidak sendiri lagi?" 


"Iya aku tahu terus?" 


"Aku ingin membawa kamu tinggal di rumahku. Tidak lama lagi kita akan memiliki baby twins dan kita memerlukan hunian yang lebih besar. Aku harap kamu jangan menolak lagi seperti dulu ya mommy," ujar Varo sambil tersenyum manis ke arah Berlian. "Dan satu lagi kalau kita sudah tinggal di rumahku, aku tidak akan pernah melarangmu jika kamu ingin mengunjungi rumah bibi Ami," ujar Varo lagi membuat Berlian langsung mengangguk. "Terima kasih mommy," sambung Varo lagi kemudian mel*mat bibir Berlian dan tangannya langsung bermain di gunung kembar Berlian dan beralih bermain di pusat inti Berlian saat tangan nya sudah puas bermain di gunung kembar Berlian. 


"Mommy aku sudah tidak tahan langsung saja ya?" tidak usaha pakai pemanasan," ucap Varo membuat Berlian langsung mengangguk dan dengan segera Varo langsung menanggalkan pakaian yang dikenakannya. 


"Varo………."


*


*


*


Bersambung.............


***Like, komen, bunga sekebon, bunga deposito alangkah gembiranya otor abal-abal ini😂😂😂😂😂😂😂😂 Jangan ngarep kebanyakan pea lu tor 😁😁😁😁😁😁. Abaikan otor yang waras ini ya😂😂😂😂😂


Terima kasih untuk kalian yang masih bertahan menantikan cerita receh otor yang tidak lama lagi akan segera tamat.


Pokoknya lopeyu puul untuk kalian semua yang mendukung karya otor yang un faedah ini 😂😂😂😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘***

__ADS_1


__ADS_2