Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 89 Di Emut-emut


__ADS_3

Varo menghembuskan nafasnya kasar pasalnya tempat tidur yang selalu menemani dirinya menikmati surga dunia bersama istrinya, sudah di isi oleh bibi Ami yang sudah tertidur sambil memeluk tubuh Berlian. Membuat Varo langsung menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal dan keluar dari kamar menuju ruang tamu untuk tidur diatas sofa.


"Junior untuk hari ini kamu puasa dulu ya" ujar Varo sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa. 


"Benar nih mau puasa?" tanya Berlian yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Varo sambil melipat kedua tangannya di dadanya. 


"Mommy, kamukah itu?" tanya Varo tidak percaya pasalnya dirinya sudah melihat Berlian tertidur pulas di pelukan bibi Ami.


"Kamu kira aku hantu begitu, ya sudahlah aku masuk kedalam kamar lagi" ujar Berlian sambil membalik tubuhnya dengan segera Varo langsung memeluk tubuh Berlian dari belakang dan menggendongnya kemudian mendudukkan di sofa dengan segera Varo langsung tidur dipangkuan Berlian. 


"Mommy terima kasih kamu sudah mau menampung bibit unggul dariku di rahimmu ini" ujar Varo sambil menciumi perut Berlian saat Varo tidur di pangkuan Berlian.


"Kamu kira anakku jambu bangkok, pakai menyebut bibit segala, ini juga anakku" 


"Tapi aku yang menyiram" 


"Dan aku yang menampung"


"Iya mommy iya apa……….." ucapan Varo langsung terhenti saat Berlian mel*mat bibirnya dengan begitu dalam membuat Varo yang masih tidur di pangkuan Berlian langsung meremas kedua gunung kembar Berlian.


"Ingin yang lain" ujar Berlian setelah melepas tautan bibirnya. 


"Tidak mungkin mommy kita melakukannya disini,"


"Pokoknya aku mau sekarang juga" ujar Berlian sambil tersenyum manis. 


"Ayo naiklah" ujar Varo sambil menepuk kedua pahanya yang sudah terduduk di sofa dengan segera Berlian langsung duduk dipangkuan Varo sambil melingkarkan kedua tangannya di belakang leher Varo sambil mel*mat bibir Varo, dengan reflek Varo langsung meremas kedua gunung kembar Berlian dan langsung menghisap choco chip yang berada di tengah gunung kembar Berlian ketika Berlian melepas tautan bibirnya. 

__ADS_1


"Ach perutku sakit" ujar Berlian sambil memegangi perutnya dengan segera Varo langsung melepas bibirnya yang masih menghisap choco chip yang berada di tengah gunung kembar Berlian. 


"Mommy ada apa denganmu?" tanya Varo panik saat Berlian memegangi perutnya. 


"Perutku terasa sakit" ujar Berlian membuat Varo langsung menyambar kunci mobil yang berada di atas meja kemudian langsung mengangkat tubuh Berlian keluar rumah. 


"Kita mau kemana?"


"Kerumah sakit, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan baby kita" ujar Varo yang langsung membuka pintu mobilnya dan mendudukan Berlian di bangku depan dekat kursi pengemudi. 


"Dok, bagaimana dengan keadaan istriku dan juga baby yang berada didalamnya.?" tanya Varo pada dokter Fitri saat dokter Fitri sudah selesai memeriksa Berlian, membuat dokter Fitri langsung tersenyum kearah Varo. 


"Kenapa dokter malah tersenyum?" 


"Kan sudah saya bilang jangan melakukan hubungan suami istri dulu, apa lagi melakukan pemanasan dengan menghisap choco chip yang berada di gunung kembar istri anda" ucap dokter Fitri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. 


"Jelas tahu karena ibu Berlian mengalami kontraksi rahim, penyebabnya karena bapak ini menghisap choco chip di gunung kembar istri bapak dengan kencang dan merangsang pengeluaran hormon yang memicu kontraksi rahim" jelas dokter Fitri. 


"Apa itu berbahaya dok?" tanya Varo antusias setelah mendengar penjelasan dokter Fitri. 


"Tidak berbahaya, tapi alangkah baiknya jangan menghisap choco chip istri anda dulu selama istri anda sedang mengandung" 


"Dok kalau melakukan hubungan tanpa pemanasan dengan menghisap choco chip rasanya tidak enak dok" sambung Berlian yang sudah duduk didepan dokter Fitri berdampingan dengan Varo. 


"Betul dok, rasanya ada yang kurang begitu kalau tidak menghisap choco chip, dan sebagai laki-laki menghisap choco chip menjadi penambah kenikmatan tersendiri dok" sambung Varo membuat dokter Fitri langsung menghembuskan nafasnya kasar.


"Iya boleh, tapi jangan sering-sering dan jangan menghisapnya dengan kuat, di em*t-em*t saja" ujar dokter Fitri tidak tahu harus berkata apa lagi pada pasangan yang berada di depannya yang membuat jiwa jomblonya bergejolak.

__ADS_1


"Baiklah terima kasih dok atas penjelasannya, kami permisi dulu" ujar Varo berpamitan kepada dokter Fitri. 


"Hei tunggu dulu" ujar dokter Fitri sebelum Berlian dan juga Varo pergi dari ruanganya, membuat Berlian dan juga Varo langsung menatap kearah dokter Fitri. 


"Ada apa dok?" 


"Kalau ada impor jomblo kenalkan pada saya ya, saya sudah tidak tahan ingin memakan terong impor" ujar dokter Fitri sambil tersenyum membuat Varo dan juga Berlian saling menatap dan tertawa kemudian mengangguk kerah dokter Fitri.


"Dasar dokter sedeng, apa tidak sebaiknya kita cari dokter kandungan yang lainnya mommy?" tanya Varo ketika keduanya sudah keluar dari ruangan dokter Fitri. 


"Tidak usah aku sudah nyaman dengannya" 


"Dengan dokter sedeng?" 


"Kalau dia sedeng bagaimana dengan kita………..?"


*


*


*


Bersambung...............


**Like, komen jangan ketinggalan, bunga juga boleh 😂😂😂😂😂😂😂😘😘😘😘


Ada yang mau jawab pertanyaan mommy Berlian silahkan sok dijawab 😂😂😂😂😂😂**

__ADS_1


__ADS_2