Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 44 Permainan Akan segera Dimulai


__ADS_3

"Sayang boleh ya mamah jalan-jalan terlebih dahulu sebelum pulang ke apartemenmu?" tanya Veronica ketika ketiganya sudah selesai menyelesaikan makan siangnya. 


"Apa mamah ingin menginap di apartemenku" tanya Varo sambil mengangkat sebelah alisnya. 


"Tentu, apa kamu tega kalau mamah harus tinggal di hotel" ujar Veronica sambil memelas. "Boleh ya menantuku sayang aku menginap di apartemen kalian?" tanya Veronica lagi pada Berlian. 


"Aku akan ikuti permainanmu, ibu mertuaku sayang" gumam Berlian sambil mengangguk dan tersenyum saat Veronica bertanya kepada dirinya. 


"Kamu akan terjebak dalam permainanku Berlian" guman Veronica sambil tersenyum sinis membalas Berlian yang sedang tersenyum manis kepadanya. 


"Oh ya sayang mamah, pinjam istri kamu ya untuk menemani mamah berbelanja?" tanya Veronica pada Varo, dengan segera Varo langsung menatap Berlian, dan Berlian menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Veronica. 


"Tapi aku tidak bisa menemani kalian karena aku harus menghadiri acara penting setelah makan siang ini" ucap Varo kepada Berlian dan juga Veronica.


"Bagus jadi aku bisa leluasa……"


"Leluasa apa mah?" tanya Varo memotong perkataan Veronica merasa curiga dengan perkataan Veronica.


"Maksud mamah, jadi mamah bisa leluasa memilih apa yang ingin mamah beli, begitu sayang maksud mamah" ucap Veronica sambil tersenyum.


"Baikah kalau begitu aku tinggal dulu" ucap Varo sambil mencium singkat bibir Berlian dan pergi meninggalkan keduanya. 

__ADS_1


Setelah Varo pergi Veronica langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. 


"Mah setelah ini kita mau pergi kemana?" tanya Berlian setalah Veronica menutup ponselnya, tapi tidak mendapat jawaban dari Veronica yang masih asyik bermain dengan ponselnya tanpa menghiraukan pertanyaan Berlian. 


"Untung kamu mertuaku, kalau tidak sudah aku sentil ginjalmu" gumam Berlian dalam hati sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya mendapati ada mertua semacam Veronica. 


Karena setahu Berlian seorang mertua akan menyayangi menantunya seperti menyayangi anaknya sendiri.


"Ya sudahlah terima saja, mungkin suatu saat nanti kamu akan berubah ibu mertuaku, kalau kamu tidak bisa berubah aku yang akan merubahmu" gumam Berlian dalam hati menguatkan dirinya sendiri mempunyai mertua semacam Veronica. 


"Tante" sapa seorang wanita dengan begitu sempurnanya membuat Berlian langsung terpesona dengan kecantikannya yang begitu sempurna. 


"Dara sayang kamu sudah datang" ucap Veronica sambil memeluk dan mencium kedua pipi Dara. 


"Dengan sekretaris Varo sayang" jawab Veronica membuat Berlian langsung beranjak dari duduknya ngikutin keduanya dari belakang ketika Veronica menyuruh Berlian ikut dengannya. 


"Siapkan dirimu Berlian permainan akan segera dimulai" gumam Berlian dalam hati sambil berjalan mengikuti keduanya. 


Tibalah ketiganya di pusat perbelanjaan mewah di pusat kota yang baru sekali Berlian datangi dan Berlian mengingat kembali kenangannya saat dirinya dengan sengaja menggunakan Black card milik Varo tanpa seizinnya sambil tersenyum. 


"Sudah terlihat dari wajahmu pasti kamu tidak pernah mengunjunginya bukan, dasar udik" ujar Veronica pada Berlian sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


"Siapa tante?" tanya Dara saat dirinya mendengar perkataan Veronica.


"Siapa lagi kalau bukan sekretaris Varo yang kampungan ini" 


"Sudahlah tante jangan hiraukan dia, dia tidak selevel dengan kita" ucap Dara menatap kearah Berlian. "Ini bawakan" ucap Dara lagi sambil memberikan paperbag kehadapan Berlian setelah ketiganya keluar dari toko tas branded. 


"Siapa kamu menyuruhku" ujar Berlian tanpa menghiraukan Dara yang menyodorkan paperbag kehadapan Berlian, membuat Dara langsung naik pitam menarik rambut Berlian, karena selama ini tidak ada satupun orang yang berani melawan perintahnya. 


Berlian pun tidak ingin kalah Berlian langsung balik menarik rambut Dara membuat Veronica histeris dan orang langsung mengerumuni Dara dan juga Berlian yang masih saling tarik menarik rambut hingga keduanya jatuh ke lantai, security yang berada di pusat perbelanjaan akhirnya pun turun tangan untuk melerai keduanya. 


"dasar wanita kampung" ujar Dara ketika security sudah melerai keduanya. 


"Yang terpenting tidak seperti dirimu yang kampungan" balas Berlian sambil melepas tangan nya yang masih dipegang oleh security. 


"Kurang ajar" ucap Dara ingin menghampiri Berlian, membuat Veronica melarang Dara untuk melakukanya.


"Awas saja aku akan memberitahu semuanya kepada Varo apa yang telah kamu lakukan kepadaku, dan aku yakin kamu pasti langsung akan langsung dipecat" 


"Bilang saja aku tidak akan pernah takut" ujar Berlian sambil berlalu pergi meninggalkan pusat perbelanjaan. 


"Penampilan plus kelakuan minus, dasar tipe pelakor yang mengandalkan penampilannya, otak tuh dipakai kalau mau jadi pelakor" Berlian bicara sendiri dan melajukan langkahnya lebih cepat. 

__ADS_1


"Pelakor?" tanya seseorang di belakang Berlian. 


Bersambung...........


__ADS_2