Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 67 Bikin Arisan


__ADS_3

"Malik" ujar Berlian dan juga Varo berbarengan saat tahu siapa yang datang bersama Sabila. 


"Apa kalian mengenal Malik nak?" tanya ibu Sabila pada Berlian. 


"Tentu aku tahu siapa yang tidak tahu calon pembinor gatot alias gagal total," ujar Varo menjawab pertanyaan ibu Sabila yang ditunjukkan kepada Berlian sambil tersenyum menatap Malik yang sekarang sudah duduk ikut bergabung di ruang tamu. "achh……mataku apa yang kamu lakukan?" tanya Varo pada Berlian ketika Berlian sengaja menginjak kaki Varo. 


"Apa yang aku lakukan, aku tidak melakukan apapun hatiku" ucap Berlian sambil tersenyum ke arah Varo. Membuat Malik langsung terbatuk mendengar panggilan keduanya yang begitu lebay dan terdengar menjijikan di telinganya.


"Bensin mana bensin, suruh Malik minum" ujar Varo membuat Berlian langsung mencubit perut Varo, tidak enak karena masih ada ibu Sabila di ruang tamu. 


"Maaf ya bi, sebenarnya Varo suamiku dan juga Malik masih bersaudara dan mereka memang senang bercanda seperti ini" ujar Berlian pada ibu Sabila sambil tersenyum meyakinkan ibu Sabila, padahal yang sebenarnya Malik dan juga Varo tidak begitu akrab walaupun masih bersaudara. 


"Oh begitu, baiklah bibi masuk kedalam dulu nak" ujar ibu Sabila sambil beranjak dari duduknya. "Oh ya nak kamu bikin minum untuk mereka semua" ibu Sabila menyuruh anaknya kemudian dirinya langsung masuk ke dalam. 


Berlian menatap tajam Varo, karena mulut Varo tidak tahu situasi dan kondisi saat menyampaikan sesuatu tidak pada tempatnya ketika ibu Sabila masih bergabung dengannya tadi, Varo yang ditatap tajam oleh wanita yang sekarang memenuhi hati dan juga pikirannya langsung tersenyum, tidak peduli dengan Berlian yang menatapnya dengan tajam yang seolah-olah ingin memakan dirinya. 


"Jangan begitu maaf, mulutku ini kurang nutrisi" ujar Varo yang langsung mel*mat bibir Berlian, membuat Malik yang duduk tepat di hadapannya langsung memalingkan wajahnya yang begitu kesal melihat pencemaran mata di depannya yang dilakukan pasangan yang tidak tahu diri. 

__ADS_1


"Varo…." ujar Berlian sambil melepas tautan bibirnya saat tangan Varo sudah meremas gunung kembar Berlian. "Apa kurang puas semalam kita sudah melakukanya" ujar Berlian dengan kesal. 


"Aku tidak akan pernah puas mataku" ujar Varo yang langsung memeluk tubuh Berlian. 


"Khuk…..khuk…..khuk…" Sabila pura-pura batuk sambil meletakan minuman yang dibawanya diatas meja, membuat Varo langsung melepas pelukannya dari Berlian. 


"Ikut denganku" ucap Sabila sambil menarik tangan Berlian. "Bang Varo pinjam istrimu ini sebentar ya" ujar Sabila yang langsung menuju kamarnya. 


"Jangan lama-lama dan jangan sampai tergores sedikitpun" teriak Varo ketika Sabila dan juga Berlian sudah jauh meninggalkannya, membuat Sabila langsung mengangkat tangannya membentuk huruf o, ketika dirinya mendengar perkataan Varo. 


"Hai sepupu tidak tahu diri, bagaimana dengan dirimu yang juga pernah merendahkan Berlian mataku" ujar Varo membuat Malik langsung mengalihkan pandangannya pada Varo ketika dirinya menyadari memang betul apa yang dikatakan oleh Varo, yang membuat Malik selalu merutuki dirinya sendiri pada apa yang telah dulu dirinya katakan kepada Berlian dahulu, dan membuat Berlian menjauh darinya.


"Sudah kamu ikhlaskan saja, Berlian itu memang sudah takdirku, dan Allah sudah menyuruhku untuk menjadi imam untuk Berlian di dunia dan diakhirat nanti."


"Apa aku tidak salah dengar imam?, ha ha ha" tawa Malik menggema keseluruhan ruangan. "Kamu saja tidak tahu arah kiblat sebelah mana" ujar Malik lagi membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya menatap kearah Malik. 


"Apa kamu mengejekku?" 

__ADS_1


"Untuk apa aku mengejekmu, itu memang kenyataannya bukan?" 


"Iya aku akui, tapi aku akan berusaha menjadi imam yang baik untuk Berlian, dan pasti Allah akan meridhoi diriku, karena Allah maha pengasih dan maha pemurah bagi umatnya seperti diriku ini, dan Berlian mataku akan selalu mendukungku dan membimbingku kejalan yang benar" ujar Varo membuat Malik tidak percaya pada apa yang telah keluar dari mulut seorang mantan cassanova, dan Malik langsung beranjak dari tempat duduknya kemudian pergi meninggalkan rumah Sabila tanpa berpamitan terlebih dahulu pada tuan rumah.


"Sudah terima saja perjodohan ini, kasihan juniormu karena dia butuh sarang dan kamu akan ketagihan dengan surga dunia yang penuh kenikmatan bila sudah masuk sarang, jangan bikin arisan sendiri di kamar mandi, ha ha ha" ujar Varo membuat Malik langsung menghentikan langkahnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya mendengar perkataan Varo sepupunya. Dan Malik langsung melajukan langkahnya kembali keluar dari rumah Sabila. 


"Aku kira mulutmu juga sudah ikut bertaubat, ternyata masih mengandung sampah kotoran kambing" guman Malik sambil menaiki motornya. 


*


*


*


Bersambung...............


Like, komen jangan ketinggalan 😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2