Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 38 Minum Obat


__ADS_3

"alhamdulilah kita kedatangan tamu, bu siapkan jamuan untuk tamu kita" ujar pak Sofyan sambil memeluk keponakannya. 


"paman, tidak boleh Berlian istriku hanya aku yang boleh memeluknya" ujar Varo saat pak Sofyan akan memeluk Berlian. 


"astagfirullah, paman lupa bukan mahram" ujar pak Sofyan lalu mempersilahkan Varo dan juga Berlian untuk duduk.


"mahram, apa itu mahram?" tanya Varo penasaran pada apa yang dikatakan oleh pamannya.


Pak Sofyan langsung tersenyum mendengar pertanyaan dari Varo, mendapati keponakannya ingin bertanya tentang ilmu agama yang selama ini tidak pernah diajarkan oleh Iskandar saudara kandungnya yang hanya mengejar ambisinya untuk menjadi pengusaha yang sukses. 


"mahram itu, lawan jenis yang tidak boleh kita sentuh karena suatu hal…."


"tapi aku sudah menyentuh Berlian dan tidur bersamanya" ceplos Varo memotong perkataan pamannya, membuat Berlian malu dan mencubit pinggang Varo, dan Varo hanya tersenyum menatap Berlian.

__ADS_1


Pak Sofyan hanya menggeleng gelengkan kepalanya dan tersenyum mendapati keponakanya yang terlalu blak-blakan dan mengatakan sesuatu yang seharusnya menjadi rahasia. 


"makanya kalau ada orang ngomong jangan dipotong dulu" ujar pak Sofyan sambil tersenyum. "tentu saja kamu boleh menyentuh Berlian karena Berlian sudah halal untuk kamu pegang, di peluk dan yang lainnya karena suatu ikatan pernikahan" jelas pak Sofyan membuat Varo hanya mengangguk anggukan kepalanya. 


"ada perlu apa kamu kesini?" tanya pak Sofyan penasaran kepada keponakannya. 


"e….. aku ingin belajar dengan paman bagaimana menjadi suami dan imam yang baik untuk istri dan juga keluargaku paman" ujar Varo dengan mode serius tingkat dewa, membuat pak Sofyan menatap dalam mata Varo untuk melihat Varo mengatakan dengan serius atau tidak. 


"alhamdulillah paman akan dengan senang hati mengajarimu" ujar pak Sofyan ketika melihat keseriusan di dalam diri keponakannya. Hingga keduanya terlibat pembicaraan serius yang cukup lama membahas tentang bagaimana seorang laki-laki menjadi suami dan imam yang baik bagi istri dan juga keluarganya. 


"jadi aku harus melaksana kan kewajibanku sebagai iman dengan cara menjalankan shalat lima waktu sehari semalam sebanyak lima kali terlebih dahulu begitu paman?, apa tidak kebanyakan, orang sakit saja minum obat tiga kali sehari, masa aku harus melaksana kan shalat lima kali sehari" ujar Varo membuat pak Sofyan menggeleng geleng kan kepalanya mendapati keponakanya buta dengan ilmu agama.


"Varo shalat itu kewajiban, semua umat islam wajib melakukan nya, masa kamu mau membanding-bandingkan dengan minum obat, apa kamu mau minum obat seumur hidupmu!" ujar pak Sofyan kesal karena dari tadi Varo tidak paham pada apa yang dijelaskan olehnya. 

__ADS_1


"sudahlah nanti kita teruskan lagi, paman sudah lapar kita makan terlebih dahulu" ajak pak Sofyan kepada Varo yang langsung beranjak dari ruang tamu menuju meja makan. 


"Berlian apa kamu bahagia menjadi istri Varo?, kamu tahu Varo siapa?" tanya Malik ketika Berlian sudah selesai membantu bu Sofyan menyiapkan makan malam dan Berlian sudah duduk di kursi menunggu yang lainnya untuk bergabung. 


"aku suami Berlian, kenapa kamu bertanya seperti itu kepada istriku, jelas saja Berlian bahagia, bukan begitu sayang" ucap Varo yang tiba-tiba datang dan langsung mencium pucuk kepala Berlian, ingin menunjukan kemesraan di hadapan Malik. 


"minggir" ujar Varo ketika Malik duduk disamping Berlian, membuat Malik langsung beranjak dari duduknya dan berpindah duduk di kursi lainnya. 


Semua mata yang berada di meja makan tertuju kepada Varo yang begitu perhatian kepada Berlian dengan cara mengambilkan makanan untuk Berlian dan melayani Berlian dengan tersenyum manis, siapapun yang melihatnya pasti iri, termasuk Malik yang langsung meninggalkan meja makan sambil mendorong kursi yang didudukinya hingga kursinya terjatuh ke belakang terbakar cemburu, Membuat pak Sofyan dan bu Sofyan hanya menggeleng gelengkan kepalanya mendapati kelakuan anaknya, berbeda dengan Varo yang terlihat cuek dan masih terus melayani Berlian, membuat Berlian merasa tidak enak kepada pak Sofyan dan juga bu Sofyan. 


"bagus Varo, inilah salah satu suami idaman wanita, dengan cara begini hubungan suami istri akan menjadi lebih dekat dan harmonis" ujar pak Sofyan untuk mengatasi kecanggungan di meja makan setelah kepergian Malik, berbeda dengan Berlian yang merasa bahwa Varo berlebihan memperlakukan dirinya, apalagi di hadapan orang lain. 


"baiklah untuk mendapatkan hati Berlian aku rela melayani Berlian seperti ini setiap hari" gumam Varo sambil tersenyum manis dihadapan Berlian yang sedang menerima satu gelas air putih dari tangan Varo. 

__ADS_1


Bersambung...............


__ADS_2