
Gubrak………bibi Ami mendorong pintu kamar Berlian dengan kencang membuat Varo dan juga Berlian langsung melepas tautan bibirnya.
"Berlian mana sayurnya?" tanya bibi Ami kepada Berlian.
"Sayur apa bi?" Berlian bertanya kembali kepada bibi Ami membuat bibi Ami langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tadi kamu bilang ingin beli sayur di tempat mang Dudung, jadi mana sayurnya?"
"Maaf bi tadi tidak jadi beli sayur" jawab Berlian sambil nyengir kuda.
"Astagfirullah hal azim, terus kenapa tidak jadi beli sayur Berlian Ayunda?" tanya bibi Ami kesal sambil menyebut nama panjang Berlian.
"Maaf bibi Ami, bibi Ami saja yang beli sayur ya, aku masih ada pekerjaan lain" sambung Varo sambil tersenyum ke arah bibi Ami.
"Pekerjaan-pekerjaan apa?, yang ada hanya membuat rintihan kenikmatan saja, kalian tidak sadar betapa menderitanya bibi, harus mendengar itu setiap pagi, siang dan juga malam, kasihanilah bibi ini yang tidak ada lawan, jangan membuat bibi mencari suami di usia renta seperti ini" ujar bibi Ami sambil menghentak-hentakan kakinya di lantai seperti anak kecil yang sedang merajuk sambil menutup pintu kamar Berlian dengan kencang.
Gubrak…………suara pintu yang ditutup kencang oleh bibi Ami.
"Ha ha ha ha" tawa Berlian dan juga Varo bersamaan setelah bibi Ami menutup pintu kamarnya dan mendapati tingkah bini Ami yang seperti anak kecil.
"Apa suaraku kedengaran sampai ke luar hatiku?" tanya Berlian penasaran pada apa yang bibi Ami katakan.
"Tidak juga, mungkin bibi Ami sering mengintip kali" ujar Varo yang langsung mendapat cubitan di perutnya dari Berlian. "Apa yang kamu lakukan, sakit tahu"
"Ada-ada saja kamu kalau bicara, kalau bibi Ami suka ngintip pasti dia sudah bintitan" ujar Berlian membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya.
"Apa it………….."
__ADS_1
"Diam jangan bicara pasti kamu akan berkata yang jorok bukan, tentang milik inti perempuan?" tanya Berlian sambil menutup mulut Varo agar tidak meneruskan perkataannya.
"Ha ha ha, tahu saja" ujar Varo sambil tertawa setelah Berlian membuka tangan nya dari mulut Varo. "Dan sekarang aku ingin melihat milikmu" ujar Varo lagi yang langsung mengangkat tubuh Berlian menuju tempat tidurnya dan merebahkan tubuh Berlian di atas tempat tidur.
"Varo ini masih pagi" ucap Berlian saat Varo menaikkan t-shirt yang Berlian gunakan dan melepas pengait kacamata yang Berlian gunakan untuk menutup gunung kembarnya.
"Aku butuh energi untuk memulai hari ini mataku" ucap Varo yang langsung mengungkung Berlian di bawahnya sambil mel*mat bibir Berlian dan tangannya bermain di gunung kembar Berlian.
"Sekarang gunung kembar kamu menjadi lebih besar dan lebih menggairahkan" bisik Varo ditelinga Berlian setelah melepas tautan bibirnya sambil terus meremas gunung kembar Berlian.
"Modus" ucap Berlian sambil mencubit hidung Varo. "Ach………Varo" ujar Berlian saat bibir Varo bermain di gunung kembar Berlian sambil memberikan tanda kepemilikan dan berakhir menyesap choco chip yang berada di gunung kembar Berlian bergantian membuat Berlian langsung menekan kepala Varo untuk Varo terus menghisap chocochip miliknya.
"Ach……..Varo hentikan aku sudah tidak tahan" ujar Berlian membuat Varo berhenti menyesap chocochip Berlian.
"Tidak tahan kenapa?" tanya Varo meledek Berlian.
"Oke kita mulai" ucap Varo sambil melepas t-shirt yang dirinya gunakan.
Gubrak………….suara pintu dibuka kencang oleh seseorang membuat Varo dan juga Berlian langsung menatap kearah pintu.
"Mamah" ucap keduanya bersamaan saat tahu siapa yang membuka pintu kamarnya.
"Turun, turun, turun" ujar Veronica yang langsung masuk kedalam kamar Berlian menyuruh Varo untuk turun dari tempat tidurnya saat Varo masih mengungkung Berlian di bawahnya
"Mamah, kenapa mengganggu saja, keluar sana, aku ingin berolahraga pagi dulu nanggung lihat juniorku sudah meronta" ujar Varo ketika sudah turun dari ranjang sambil menunjuk juniornya yang sudah berdiri tegak dan masih terbungkus rapat di kandangnya.
"Tidak bisa, ini bukan olahraga, yang ada nanti kamu terkena osteoporosis, mau nanti tuanya tidak bisa wik-wik lagi" ujar Veronica kepada anaknya.
__ADS_1
"Oh tidak"
"Kenakan pakaian kalian lagi, mamah tunggu disini, kita olah raga diluar" ujar Veronica sambil bertolak pinggang membuat Berlian langsung mengenakan t-shirt nya lagi yang sudah berantakan.
"Kenapa kamu tidak mengenakan t-shirt kamu?" tanya Veronica kepada Varo saat Varo masih bertelanjang dada.
"Kata mamah kita suruh berolahraga di luar, ngapain juga aku harus mengenakan t-shirt ku kalau nanti juga akan dibuka lagi" ujar Varo sambil tersenyum dan memainkan alisnya naik turun.
"Varo………" teriak Veronica sambil menjewer telinga anaknya.
"Mamah……… sakit, iya aku kenakan" ujar Varo yang langsung mengenakan t-shirt nya, dan Veronica langsung menarik tangan Varo dan juga Berlian untuk keluar rumah.
"Gagal maning, gagal maning" ujar Varo sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Tenang saja aku anak memberikan servis plus-plus untukmu nanti" ujar Berlian sambil tersenyum ke arah Varo membuat Varo langsung memeluk pinggang Berlian dengan satu tangannya karena satu tangannya ditarik oleh Veronica.
"Cium dulu dong" ujar Varo sambil memonyongkan bibirnya ke arah Berlian.
"Berlian……..Varo…………."
*
*
*
Bersambung...............
__ADS_1