Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 37 Sombong Amat


__ADS_3

"stop" ujar Berlian ketika akan memasuki komplek perumahan sederhana tempat pak Sofyan dan juga bibi Ami tinggal yang hanya berjarak beberapa rumah.


"ada apa?" tanya Varo ketika dirinya sudah menghentikan mobilnya tepat di gerbang masuk tepat di depan pos jaga. 


"Aku ingin memberikan ini pada satpam jaga di sana" ujar Berlian sambil mengambil satu parcel buah dan menunjuk pos satpam. 


"tapi kan itu untuk bibi Ami" ucap Varo sambil mengangkat kedua alisnya. 


"Varo, bibi Ami tinggal hanya seorang diri, tidak mungkin bibi akan menghabiskan buah sebanyak ini, akan lebih baik kita membaginya untuk orang lain, apa lagi kita membagi kepada mereka yang selalu menjaga keamanan komplek perumahan ini, ucap Berlian menjelaskan kepada Varo, dan Varo hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Aku kagum padamu Berlian selain dirimu bisa menjaga kehormatanmu, kamu juga orang yang dermawan, tidak salah aku jatuh hati padamu" gumam Varo sambil tersenyum menatap Berlian yang menghampiri dua orang yang berada di pos satpam. 


"assalamualaikum pak Cul dan pak Lun, apa kabarnya?, ini untuk pak Cul dan pak Lun" sapa Berlian sambil memberikan parcel buah kepada keduanya. 


"wa'alaikumussalam, alhamdulilah seperti yang dek Berlian lihat kami selalu sehat, kuat dan bugar untuk menjaga komplek ini, oh ya dek Berlian sebelumnya terima kasih" ujar pak Cul sambil tersenyum ramah.


"oh ya bagaimana kabar dek Berlian……."

__ADS_1


"tentu saja dek Berlian baik-baik saja apa kamu tidak melihat aura yang begitu cerah di wajah dek Berlian yang tidak akan pernah luntur kecantikannya" ujar pak Lun memotong ucapan pak Cul, sambil mengulurkan  tangan nya ke hadapan Berlian yang langsung di jabat oleh Varo yang tiba-tiba muncul dari belakang Berlian. 


"wah ada dek Varo juga yang gantengnya tidak akan pudar walaupun tertutup awan" ujar pak Lun lagi saat Varo menjabat tangannya sambil tersenyum. 


"terima kasih" ucap Varo sambil tersenyum. "maaf kami duluan" ucap Varo lagi sambil menggandeng tangan Berlian untuk masuk kedalam mobilnya, tapi tidak dengan Varo yang kembali lagi menemui pak Cul dan pak Lun. 


"maaf dek Varo, tadi aku tidak sengaja ingin menjabat tangan dek Berlian, saya lupa kalau dek Berlian sudah memiliki suami yang ganteng seperti dek Varo ini" ujar pak Lun saat Varo menghampiri dirinya kembali, takut Varo akan marah saat pak Lun tadi merayu Berlian. 


"ini untuk bapak" ucap Varo sambil memberikan beberapa uang lembaran ratusan ribu kepada pak Cul dan pak Lun sambil tersenyum, tidak menghiraukan perkataan pak Lun. 


"terima kasih dek Varo" ujar pak Cul dan pak Lun berbarengan, membuat Varo hanya mengangguk dan tersenyum. 


"baiklah mulai sekarang aku akan membuatmu menjadi lebih baik Varo suamiku" gumam Berlian dalam hati dan tersenyum ke arah Varo yang kebetulan baru saja masuk kedalam mobilnya. 


"ada apa kamu tersenyum begitu, apa pesonaku bertambah, saat aku berbagi kepada sesama" ucap Varo saat sudah duduk dibangku pengemudi.


"sombong amat, ingat berbagi itu tidak untuk dipamerkan, tapi itu untuk amalan kita kelak di hari akhir, percuma kita berbagi tapi kita menyombongkan diri, itu tidak akan diterima oleh yang maha kuasa" 

__ADS_1


"baik bu ustadzah" canda Varo tersenyum sambil mengendarai mobilnya. 


"assalamualaikum" ucap Varo sambil mengetuk rumah pak Sofyan ketika dirinya dan juga Berlian sudah sampai rumah pak Sofyan. 


"wa'alaikumussalam, Berlian" jawab Malik dan langsung menatap Berlian yang tepat berada di hadapannya tidak menghiraukan Varo yang berada disamping Berlian, dan mengulurkan tangan ke hadapan Berlian dan langsung disingkirkan oleh Varo yang langsung menarik tangan Berlian untuk masuk kedalam rumah pamannya. 


"nak Varo, nak Berlian selamat datang silahkan duduk" ucap bu Sofyan ketika dirinya baru keluar dari dapur dan mempersilahkan keduanya untuk duduk. 


"ada perlu apa kalian datang kemari?" tanya bu Sofyan penasaran sambil menerima parcel yang diberikan oleh Varo. 


"Aku ingin bertemu dengan paman bi, apa paman ada?" 


"ada sebentar bibi panggilkan sepertinya pamanmu sedang mencuci di belakang" ujar bu Sofyan yang langsung pergi menuju ke belakang, membuat Varo terkejut mendengar perkataan dari bibinya. 


"mencuci" ujar Varo ketika bu Sofyan sudah pergi meninggalkannya. 


"kenapa terkejut?, itulah salah satu suami dan imam yang baik untuk istri dan keluarganya membantu pekerjaan istrinya di rumah" ucap Berlian membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya. 

__ADS_1


"baiklah mulai sekarang aku yang akan mencuci, agar aku bisa menjadi suami dan imam yang baik untukmu Berlian" guman Varo dalam hati sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


Bersambung.........


__ADS_2