
"Apa ini………?" tanya Varo ketika melihat cakaran kecil di pipi Berlian saat dirinya sedang menyusuri wajah Berlian dengan jari-jarinya. "Apa ini perbuatan mamah?" tanya Varo lagi, membuat Berlian langsung mengangkat kedua alisnya.
"Kenapa kamu bicara dan menuduh mamah seperti itu?" tanya Berlian balik tidak ingin Varo mengetahui apa yang terjadi tadi siang.
"Ikut aku" ujar Varo sambil menarik tangan Berlian keluar dari kamarnya.
"Varo apa yang kamu lakukan, mamah tidak bersalah" ujar Berlian, membuat Varo langsung menghentikan langkahnya dan menatap kearah Berlian.
"Tapi semua pasti ada kaitannya dengan mamah" ujar Varo lagi.
Varo langsung tersenyum sinis ketika sudah keluar dari kamarnya dan menatap seorang wanita yang berada diruang tamu sambil bercakap-cakap dengan Veronica, dengan segera Varo langsung berjalan menuju ruang tamu sambil memeluk pinggang Berlian.
"Varo sayang sudah lama kita tidak bertemu" ucap Dara beranjak dari duduknya menuju kearah Varo tanpa menghiraukan Berlian yang sedang dipeluk pinggulnya oleh Varo.
"Stop" ucap Varo saat Dara mendekat ke arahnya dan ingin memeluk tubuh Varo.
"Ada apa sayang apa kamu tidak merindukanku?" tanya Dara sambil tersenyum ke arah Varo.
"Untuk apa merindukanmu, kalau sudah ada aku disampingnya" sela Berlian sambil tersenyum ke arah Varo dan membelai wajah Varo kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang Varo.
"Betul mataku, untuk apa aku merindukannya, kalau ada mataku disini" ujar Varo sambil mencium singkat bibir Berlian membuat Dara yang melihatnya langsung terbakar api cemburu, mengetahui laki-laki yang dulu selalu mengejar dirinya dan juga rela melakukan apapun untuknya sekarang berpaling pada wanita lain, yang jelas berbeda level.
__ADS_1
"kenapa kamu masih berada disini, pulanglah aku tidak ingin ada orang asing di apartemenku" ucap Varo membuat Veronica yang masih duduk di ruang tamu langsung menghampiri ketiganya.
"Sayang kenapa kamu jadi seperti ini pada Dara?" tanya Veronica pada Varo ketika sudah menghampirinya.
"Mah, aku sudah memiliki istri, dan tidak ada satupun orang yang bisa memisahkan kita apalagi dengan cara seperti mamah ini, menjijikan sekali, aku ingatkan sekali lagi pada mamah jangan pernah ikut campur urusan rumah tanggaku dengan Berlian" ujar Varo pada Veronica penuh penekanan.
"Oh ya untuk kamu" ucap Varo sambil menunjuk ke arah Dara. "Pergi kamu dari sini dan jangan pernah kembali ke apartemenku, sebelum aku membuat perhitungan kepadamu, karena kamu telah menggores pipi istriku ini" ujar Varo dengan kesal pada Dara sambil memegang pipi Berlian.
"Tante aku tidak terima diperlakukan seperti ini, aku akan memberi perhitungan kepada kalian semua" ujar Dara yang langsung pergi meninggalkan apartemen Varo.
Veronica langsung mengejar Dara tapi dirinya tidak bisa mengejarnya, sia-sia rencana Veronica untuk memisahkan Berlian dan juga Varo, tapi dirinya tidak pernah putus asa, ide di kepalanya bersinar terang dengan segera Veronica masuk kedalam apartemen sambil tersenyum, tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya.
"Oh ya mah, sini kita makan malam bersama" ajak Berlian ketika dirinya dan juga Varo sudah berada di meja makan, dengan segara Veronica langsung menghampiri keduanya sambil tersenyum tahu apa yang harus dilakukannya.
"Beli" ucap Varo singkat dan melanjutkan makan malamnya.
"Sayang kamu pasti tahu kalau istri yang baik itu harus bisa masak" ujar Veronica memancing Varo.
"terus?" tanya Varo tidak menatap Veronica karena dirinya masih asyik menyantap makanannya.
"Mamah yakin istri kamu ini bukan istri yang baik, apalagi istri kamu seorang wanita malam" ujar Veronica tersenyum sinis kepada Berlian yang duduk disamping Varo.
__ADS_1
Brakk…… Varo beranjak dari duduknya sambil menggebrak meja, kesal dengan apa yang diucapkan Veronica, membuat Veronica terkejut.
"Berlian istriku aku yang tahu siapa Berlian, kalau mamah masih ingin tinggal disini bersikap baiklah, kalau tidak aku akan menyuruh papah untuk menjemput mamah" ujar Varo yang langsung menarik tangan Berlian menuju ke dalam kamar.
Veronica hanya terdiam menatap kepergian Varo dan juga Berlian lagi-lagi rencana untuk memanas manasi Varo tidak berhasil, membuat Veronica menghembuskan nafasnya kasar.
"Hatiku" ucap Berlian ketika mereka sudah masuk ke dalam kamar membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya sambil menatap Berlian.
"Itu panggilan baru untukmu hatiku" ucap Berlian lagi sambil tersenyum dan memeluk tubuh Varo.
"Mataku, jangan menggodaku apa kita akan bermain lebih awal malam ini?"
"Awwww hatiku…………"
*
*
*
Bersambung............
__ADS_1
***Yang tidak suka panggilan kesayangan matahatiku tidak masalah semua orang memiliki imajinasinya masing-masing. Tapi jangan kuatir dengan berjalannya waktu panggilan matahatiku akan berubah dengan sendirinya.
Jadi ikuti saja alurnya ya😂😂😂😂😂😘😘😘😘😘😘***