Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 73 Mood Booster


__ADS_3

"Mamah ingin Varo dan juga Berlian tinggal disini pah, mamah kesepian kalau hanya tinggal disini sendiri," ujar Veronica setelah Varo dan juga Berlian memutuskan untuk pulang kerumah bibi Ami dan tidak ingin tinggal bersama Veronica. 


"Kan masih ada papah mah" 


"Iya ada papah, itupun seminggu paling satu hari doang, sisanya papah akan pergi keluar negri mengurus perusahaan disana" 


"Kalau begitu mamah ikut lagi dengan papah keluar negeri seperti sebelumnya bagaimana?" tanya Iskandar sambil berjalan masuk kedalam rumah setelah keduanya mangantar Varo dan juga Berlian hingga ke depan teras. 


"Tidak pah, mamah tetap akan tinggal disini, mamah ingin memperdalam ilmu agama yang sama sekali mamah tidak tahu, dan mulai sekarang mamah ingin belajar dengan Sofyan dan juga istrinya" 


"Baiklah kalau itu mau kamu mah, kalau mamah tinggal disini kesepian, papah akan belikan rumah di dekat perumahan Sofyan, agar mamah tidak terlalu jauh jika ingin belajar ilmu agama ketempat Sofyan" ujar Iskandar membuat Veronica langsung menghentikan langkahnya dan menatap kearah Iskandar suaminya.


"Papah tidak bohong?" 


"Untuk apa papah bohong, dan kamu juga akan selalu dekat dengan Varo dan juga Berlian" ujar Iskandar sambil tersenyum kearah Veronica. 


"Terima kasih suamiku, kamu yang paling terbaik" ujar Veronica yang langsung memeluk tubuh suaminya.


"Hanya itu?" 


"Iya memang apa lagi, jangan macam-macam mamah masih kurang enak badan"


"Tuh pikirannya sudah mesum, papah hanya ingin kopi bikinan mamah, untuk menemani papah bekerja malam ini" 


"Oh itu, baiklah mamah akan membuatkan untuk papah, tapi papah tidak boleh bekerja hingga larut malam ingat papah sudah tua" nasihat Veronica pada suaminya dan dengan segera dirinya langsung menuju dapur. 


"Silahkan pah, ini kopinya" ujar Veronica sambil menaruh kopi di meja kerja Iskandar"

__ADS_1


"Terima kasih" ujar Iskandar sambil menatap Veronica yang tidak biasanya ikut duduk di ruang kerja Iskandar. 


"Istirahatlah kamu harus banyak istirahat, tidak usah menungguku" ujar Iskandar pada Veronica.


"Kapan papah akan berhenti bekerja dan menghabiskan masa tua tanpa terbebani dengan pekerjaan seperti ini?" 


"Kenapa mamah bertanya kepada papah seperti itu, bukannya mamah senang kalau papah masih bekerja dan menghasilkan uang banyak.?"


"Maaf pah selama ini mamah salah, karena mamah menganggap uang adalah segalanya, mamah sadar bahwa uang bukan segalanya, percuma kita banyak uang kalau mamah sakit-sakitan seperti ini, dan mamah sadar harta tidak akan kita bawa mati, yang kita bawa mati amal ibadah kita" jelas Veronica membuat Iskandar langsung mengangkat kedua alisnya tidak percaya pada perkataan istrinya yang selama ini baru Iskandar dengar. 


"Tidak usah menatap mamah seperti itu, mamah belajar banyak dari kehidupan menantu kita, dan mamah bangga pada Berlian yang bisa merubah anak kita menjadi lebih baik, dan mamah juga akan menjadi manusia yang lebih baik sebelum Allah memanggil mamah pah" ujar Veronica lagi membuat Iskandar langsung beranjak dari tempat duduknya menghampiri Veronica dan langsung memeluk tubuh Veronica dari belakang ketika Veronica masih duduk di kursi. 


"Maafin papah juga yang tidak mengerti banyak tentang ilmu agama, dan papah selama ini belum bisa menjadi imam yang baik untuk kamu" ujar Iskandar yang masih setia memeluk tubuh istrinya. "Papah akan segera memberikan semua perusahaan kepada Varo, agar papah juga bisa belajar ilmu agama bersama-sama dengan mamah" ujar Iskandar lagi, Hingga keduanya menghabiskan malam panjang bervideo call dengan Sofyan menanyakan tentang ilmu agama yang selama ini tidak keduanya ketahui karena sibuk dengan urusan dunia dan harta. 


"Selamat pagi Varo hatiku?" tanya Berlian ketika dirinya sudah siap menyiapkan sarapan untuk Varo membuat Varo yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Berlian yang baru masuk kedalam kamar dan langsung memeluknya. 


"Ada apa ini, lepaskan tidak, ini sudah siang dan kamu harus segera bersiap agar kamu tidak terlambat masuk ke kantor yang akan membuat harga ldirimu jatuh di hadapan semua karyawan kamu karena mempunyai bos yang tidak disiplin" 


"Sudah nanti kamu bisa terlambat, ayo aku bantu kamu bersiap" ucap Berlian sambil melepas tautan bibirnya. 


"Terima kasih mataku" ucap Varo saat Berlian sudah selesai membantu Varo mengenakan setelah jasnya membuat Berlian langsung tersenyum dan juga mengangguk ke arah Varo. "Kamu yakin akan terus tinggal disini?" Tanya Varo membuat Berlian langsung menatap kearah Varo. 


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?, jelas saja aku yakin" 


"Tapi setiap manusia pasti ingin memiliki tempat tinggal yang bagus dan juga mewah mataku, apa kamu tidak ingin pindah dari sini?" 


"Untuk apa tempat tinggal yang bagus dan juga mewah, yang terpenting kita menjalani hidup itu dengan bahagia, dan aku sudah bahagia tinggal disini, dan lebih bahagia lagi aku bisa tinggal bersamamu hatiku" ujar Berlian yang langsung membuat Varo memeluk erat tubuh Berlian. 

__ADS_1


"Terima kasih" 


"Terima kasih untuk apa?" 


"Karena kamu sudah menjadi istriku" 


"Aku kira apaan," 


"Memang kamu pikir apa mataku?" 


"Aku pikir kamu akan membuat kata-kata yang romantis untuk diriku begitu" 


"Untuk apa hanya kata-kata, kalau aku bisa melakukan hal romantis" ujar Varo yang langsung melepas pelukannya beralih mel*mat bibir Berlian dan mengarahkan Berlian menuju tempat tidurnya. 


"Achhhhhhh………."


*


*


*


Bersambung.............


Kalau otor sedang tidak mood. Yuk tinggalkan like dan komen positif kalian ya biar balikin mood otor, ingat komen positif 😊😊😊😊😊😊


Karena komen negatif bisa membuat otor benar-benar melow karena otor orangnya baperan 😭😭😭😭😭😭

__ADS_1


Kalau kalian ada yang tidak suka dengan novel otor, tidak usah komentar tinggal hempaskan saja, hempaskan saja owwwwwww maju mundur maju mundur cantik, cantik ha ha ha ha 😂😂😂😂😂


Jangan hiraukan unek-unek otor abal-abal ini ya 😂😂😂😂😂


__ADS_2