
"Sekarang kamu sudah pintar merayu mataku" bisik Varo saat dirinya berhenti sejenak mel*mat chocochip dan beralih mel*mat bibir Berlian, Berlian pun langsung balas mel*mat bibir Varo dan permainan di bibir, Berlian yang menguasainya membuat Varo tersenyum senang dengan keagresifan Berlian yang membuat Varo menjadi tertantang, dan Varo langsung mengangkat tubuh Berlian ketika keduanya sudah menanggalkan pakaiannya masing-masing dan sudah tidak menggunakan sehelai benang pun, kemudian Varo memposisikan Berlian di pusat inti keduanya membuat Berlian langsung tahu apa yang diinginkan suaminya tersebut.
"Siap" ujar Berlian sambil tersenyum dengan segera Berlian langsung menghentak hentakan tubuhnya dengan pelan diikuti Varo yang menyeimbangi permainan Berlian yang sudah begitu mahir karena Varo selalu mengajari Berlian di setiap mereka sedang melakukan pertarungan.
"Lebih cepat….." ujar Varo saat Berlian begitu lihai bermain diatasnya, dan Varo sudah tidak bisa menahan untuk mengeluarkan apa yang harus dikeluarkan, membuat Berlian langsung mempercepat permainannya sambil meracau tidak jelas menikmati surga dunia yang hampir setiap hari keduanya lakukan.
"ahhhhhhhh" ucap keduanya bersamaan saat keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama.
"Terima kasih" ujar Varo sambil mengelap peluh yang berada di dahi Berlian saat Berlian masih berada di atas tubuh Varo.
"Untuk apa?" tanya Berlian sambil menatap Varo.
"Karena kamu selalu berada disampingku hingga saat ini" jawab Varo kemudian Varo memeluk tubuh Berlian ketika keduanya tidak menggunakan sehelai benangpun.
"Lagi" ucap Varo yang langsung membalik tubuh Berlian dan mengungkung dibawahnya.
Tok…….tok………tok…….., "Sudah magrib teruskan saja nanti" ucap bibi Ami sambil mengetuk pintu kamar Berlian.
"Iya bi" jawab singkat Berlian, membuat dirinya dan juga Varo langsung tersenyum dan segera mengakhiri pertarungannya yang belum dimulai untuk yang kedua kalinya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Berlian pelan saat Varo mengangkat tubuhnya.
__ADS_1
"Aku ingin mandi bersamamu" jawab Varo sambil tersenyum dan langsung membawa Berlian masuk kedalam kamar mandi.
"Berlian mataku, aku tidak bisa memakai ini" ucap Varo saat dirinya tidak bisa menggunakan sarung.
"Aku juga tidak tahu bagaimana caranya aku kan perempuan" ucap Berlian yang sudah rapi menggunakan baju syar'i dan juga kerudung yang menutupi rambutnya yang indah, sambil menghampiri Varo yang sedang kebingungan memakai sarung. "Coba sini" ucap Berlian sambil membantu Varo mengenakan sarung.
"Berlian, Varo kalian sudah siap apa belum?" tanya bibi Ami dari balik pintu menanyakan keduanya yang juga akan ikut pengajian bulanan di komplek perumahan yang biasa rutin diadakan.
"Bibi berangkat saja dulu, nanti aku dan juga Varo akan menyusul" Jawab Berlian yang masih sibuk membantu Varo menggunakan sarung, membuat bibi Ami berangkat terlebih dahulu meninggalkan keduanya.
"Varo kenapa tidak mengenakan celana panjang saja?" tanya Berlian yang sudah menyerah membantu Varo mengenakan sarung.
"Tidak enak, karena semua bapak-bapak mengenakan sarung mataku,"
"Aku ada ide kenapa tidak diikat saja menggunakan ikat pinggang" ucap Berlian sambil tersenyum dan dengan segera mengambil ikat pinggang Varo yang berada di lemari kemudian membantu Varo menggunakannya. "Sudah jadi" ucap Berlian lagi saat sudah selesai memasang ikat pinggang di sarung yang Varo gunakan.
"Allah menciptakan semua yang berada di alam semesta ini saling berpasang-pasangan untuk saling melengkapi, contohnya ada malam ada siang, ada panas ada dingin, ada hitam ada putih, ada senang ada sedih, ada tinggi ada pendek, ada kanan ada kiri dan masih ada banyak yang lainnya termasuk ada laki-laki dan juga ada perempuan, yang harus berpasang-pasangan, seperti dua sejoli yang sedang berada di pojokan sebelah kanan, saya perhatikan dari tadi mereka tidak fokus pada apa yang telah saya sampaikan, karena keduanya menganggap dunia hanya milik mereka berdua, dan kita yang berada disini hanya mengontrak," ucap pak Sofyan sambil tertawa dan menunjuk dimana Berlian dan Varo berada, membuat semua yang menghadiri acara pengajian langsung menatap pada Varo dan juga Berlian yang sedang tersenyum malu.
"Maaf bapak-bapak dan juga ibu-ibu" ucap Varo sambil tersenyum dan mengangguk anggukan kepalanya ketika semua yang menghadiri acara pengajian menatap kearah dirinya dan juga Berlian.
"Baiklah kita harus mengundang pasangan baru penghuni komplek ini siapa tahu ada yang belum mengenalnya, sekalian kita berkenalan, dan kita bisa belajar dari keduanya bagaimana menjaga keharmonisan, ditengah maraknya pembinor dan juga pelakor, silahkan maju kedepan dek Barlian dan juga dek Varo," ucap pak Sofyan menyuruh keduanya maju kedepan bergabung dengan pak Sofyan."Mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk keduanya" ucap pak Sofyan yang langsung bertepuk tangan.
__ADS_1
"Oh tidak………….."
"Amazing…………."
"Ah………….."
"Ya Allah…………"
"Mantap…………"
"Indahnya pemandangan………….."
Ucap semua orang bersamaan saat pak Sofyan sedang bertepuk tangan.
"Varo……….."
*
*
*
__ADS_1
Bersambung..............