Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 109 Aje Gile


__ADS_3

"Varo!" 


"Berlian!" 


Tok tok tok 


"Cepatlah buka. Kalau tidak mamah dobrak dari luar nih," ujar Veronica sambil mengetuk pintu kamar Berlian berulang kali. 


"Ya Allah. Ujian apalagi ini, kenapa selalu saja gagal. Apa salah dan dosaku? Aku hanya menjalankan sunah Rosul mu," ujar Varo sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya. "Bagaimana mommy? Kita teruskan saja biarkan lalat pengganggu diluar sana?" 


"Sssttt apa yang kamu bicarakan? Mana bisa kita melakukannya kalau di luar berisik begitu. Nanti salah lubang lagi karena tidak berkonsentrasi. Kita lakukan nanti saja, sekarang kamu buka pintu dulu. Kamu masih bisa menahannya kan?" 


"Masih bisa sih tapi lama-lama otaku meledak saking tidak bisa menahannya," ujar Varo sambil menghembuskan nafasnya kasar dan dirinya langsung mengenakan pakaiannya kembali yang baru saja dirinya lepas. "Sabar oh sabar," ucap Varo sambil mengacak-acak rambutnya dan dirinya langsung menuju pintu membuat Berlian hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saat Varo mengatakannya sambil dibuat-buat. 


"Lama sekali kalian membukanya. Apa yang kalian lakukan di dalam?" tanya Veronica ketika Varo sudah membuka pintu kamarnya. Membuat Veronica langsung masuk kedalam tanpa mendengar jawaban dari pertanyaannya. 


"Sayang apa benar kalian akan memiliki baby kembar? Tadi bi Mi datang kerumah kalau mamah akan memiliki cucu kembar?" tanya Veronica yang sudah menghampiri Berlian yang sedang duduk di ranjang nya sambil menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidurnya. Dan Veronica langsung mengelus-elus perut Berlian." Jawab sayang? Kenapa kamu hanya tersenyum saja?"


"Iya mamah aku akan memiliki baby kembar. Hebat bukan. Tidak sia-sia aku gempur pagi, siang, sore, malam. Mamah lihat sendiri hasilnya," ujar Varo bangga dan dirinya langsung menghampiri Berlian kemudian mencium singkat kening istrinya. 


"Apa benar sayang? Yang dikatakan suamimu?" tanya Veronica pada Berlian membuat Berlian langsung mengangguk. Dan dengan segera Veronica langsung menciumi perut berlian. 


"Terima kasih ya Allah akhirnya aku akan memiliki cucu sekaligus dua agar aku tidak kesepian lagi," ucap Veronica setelah dirinya puas menciumi perut Berlian sambil menadahkan kedua tangannya dan diakhiri dengan meraup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. 


"Mamah apa yang akan mamah lakukan?" tanya Varo penasaran saat Veronica duduk diatas tempat tidurnya sambil menghubungi seseorang. 


"Kandungan Berlian sekarang memasuki usia empat bulan bukan?" tanya Veronica setelah dirinya selesai menghubungi seseorang 


"Iya," jawab Varo menjawab pertanyaan Veronica. 

__ADS_1


"Dan Berlian harus mengadakan acara empat bulanan sekarang juga untuk mensyukuri betapa besar karunia yang diberikan oleh Allah untuk kalian," ujar Veronica sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah. 


"Apa yang mamah cari?" tanya Varo penasaran melihat Veronica seperti mencari sesuatu. 


"pak Cul kemana? Bukanya tadi dia dibelakang mamah bersama bi Mi?" 


"Mana aku tahu. Mungkin dia sedang belah cempedak mah?" jawab Varo asal. 


"Enak tuh apalagi kalau sudah benar-benar matang wanginya itu loh menggugah selera. Bau durian pun kalah,"


"Tapi tetap enakan belah duren mah. Keset-keset gimana gitu."


"Apa yang kamu bicarakan?" tanya Veronica penasaran pada apa yang dikatakan oleh anaknya. 


"Seperti mamah tidak tahu," ujar Varo membuat Veronica langsung tertawa kencang baru menyadari apa maksud dari perkataan Varo. 


"Tapi tidak secepat ini mah. Aku belum menyiapkan apa-apa," 


"Kamu tinggal ganti pakaian saja dan menerima tamu di depan, karena mamah sudah mengurus semuanya. Tuh benarkan mobil catering sudah sampai," ujar Veronica saat mobil catering untuk acara empat bulanan Berlian sudah datang. 


"Apa yang akan mamah lakukan kepada Berlian?" tanya Varo saat Veronica membantu Berlian untuk beranjak dari duduknya. 


"Membantu Berlian untuk mengenakan pakaian karena sebentar lagi acara akan segera dimulai," ucap Veronica yang langsung menuju lemari pakaian berlian untuk membantu Berlian mengenakan pakaian. 


"Aje gile aku harus menunggu lagi. Lama-lama nih junior lupa cara masuk kelubang kalau begini terus. Sabar junior kita harus menunda lagi kenikmatan surga dunia. Jadi kamu tenanglah saja didalam, aku tidak ingin bermain arisan sendiri yang rasanya tidak enak sama sekali," ucap Varo sambil mengelus-elus juniornya untuk menenangkannya agar juniornya tertidur pulas. 


Berlian dan juga Varo yang duduk bersebelahan langsung menadahkan kedua tangannya saat pak Sofyan sedang memimpin doa untuk mengakhiri acara empat bulanan Berlian yang sudah berjalan hampir satu jam lebih. "Amin" ucap semua orang yang menghadiri acara empat bulanan Berlian di akhiri meraup wajahnya dengan kedua tangannya begitu juga Berlian dan juga Varo.


Varo dan juga Berlian tersenyum senang sambil mengucapkan "terima kasih" saat semua orang yang hadir di acara empat bulanan Berlian menyalami Berlian dan juga Varo bergantian untuk memberi selamat kepada keduanya. Begitupun dengan keluarga pak Sofyan yang langsung menyalami keduanya bergantian dengan istrinya, Malik dan juga Sabila. 

__ADS_1


"Jadi istri itu yang berguna. Bisa memberi keturunan untuk suaminya," ucap bu Sofyan dengan kencang membuat Berlian langsung menggenggam erat tangan Sabila saat Sabila sedang berada di dekatnya karena Berlian tahu pasti bu Sofyan sedang menyindir Sabila. 


"Jaga bicara ibu, ini di tempat umum," tegur pak Sofyan terhadap istrinya 


"Benarkan apa yang ibu katakan? Apa ibu salah?" 


"Ibu salah!" ucap Malik dan dirinya langsung membawa Sabila untuk pergi meninggalkan acara empat bulanan Berlian. 


"Maaf semuanya saya permisi dulu," ucap pak Sofyan dan dirinya juga pergi sambil menarik tangan istrinya untuk meninggalkan acara yang belum selesai. 


"Sayang apa yang tadi bu Sofyan bicarakan. Mamah tidak mengerti?" tanya Veronica pada Berlian membuat Berlian langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. 


"Untuk apa mamah kepo sudah sana temui semua tamu undangan aku dan juga Berlian akan beristirahat. Kasihan dari tadi Berlian belum beristirahat," ucap Varo sambil menyandarkan kepala Berlian di bahunya. 


"Modus bilang saja ingin melakukan senam ranjang," ujar Veronica sambil menoyor kepala Varo membuat Varo langsung nyengir kuda. 


"Sudah lama mah aku puasa," 


"Iya sudah sana lakukan dengan hati-hati jangan menyakiti cucu mamah ingat itu," 


"Siap laksanakan. Mamah paling mengerti aku. Terima kasih mah," ucap Varo sambil mencium kening Veronica dan dirinya langsung membawa Berlian untuk masuk kedalam kamarnya. 


*


*


*


Bersambung............

__ADS_1


__ADS_2