
"Stop, jangan membuat jiwa jombloku kembali meronta-ronta. Lepaskan tautan bibir kalian," ujar dokter Fitri membuat Berlian dan juga Varo langsung melepas tautan bibirnya dan menatap kearah dokter Fitri.
Tawa kencang keluar dari bibir Varo dan juga Berlian membuat dokter Fitri langsung melipat kedua tangannya sambil memonyongkan bibirnya kesal.
"Dokter, dokter makanya jangan cari yang impor. Udah gitu maunya yang masih brondong lagi. Tentu saja mereka tidak mau dengan doktor Fitri yang sudah keriput luar dan juga dalam," ucap Varo diakhiri dengan tawa kencang yang keluar dari bibirnya. Membuat dokter Fitri langsung melempar pulpen ke arah Varo.
"Kurang ajar. Keriput juga masih kuat sampai tiga ronde,"
"Iya tiga ronde dengan satu gaya monoton," ucap Varo yang langsung menarik tangan Berlian untuk keluar dari ruangan dokter Fitri, takut dokter marah kepadanya.
"Kurang ajar," ucap kesal dokter Fitri setelah Varo dan juga Berlian keluar dari dalam ruangan nya. "Tapi benar juga yang dikatakan pasien sinting tadi. Selama ini aku hanya bisa gaya yang monoton. Ah bodo amat, mulai sekarang aku mau cari yang lokal saja ah,"
*
Veronica langsung menghampiri Berlian saat Berlian dan juga Varo baru pulang dari rumah sakit. Veronica langsung memapah tubuh menantunya menuju sofa di ruang tamu.
"Sayang apa yang terjadi dengan kamu? Tidak ada hal serius kan? Mamah sudah pernah bilang jangan pernah mengurus sendiri baby twins. Ada empat baby sitter yang sudah mengurus baby twins. Kamu tinggal lihatin saja dan ajak bermain baby twin dan kamu juga tidak boleh menggendong baby twins terlalu lama. Mamah tidak ingin kamu kelelahan sayang,"
__ADS_1
"Mamah jangan berlebihan. Aku juga ingin mengurus baby twins mamah," ucap Berlian saat ibu mertuanya begitu posesif terhadap dirinya.
"Sekali tidak ya tidak ok sayang," ucap Veronica sambil membelai wajah Berlian. "Oh ya Varo apa yang terjadi dengan istri kamu, berlian baik-baik saja bukan?" tanya Veronica pada Varo tapi Varo tidak mengatakan apapun. Varo hanya menunjukan buku kehamilan Berlian yang Varo sembunyikan di belakang tubuhnya ke arah Veronica. Membuat Veronica langsung menatap Berlian yang duduk disampingnya, sambil tersenyum dan langsung memberikan ciuman di kedua pipi Berlian dan kening Berlian kemudian Veronica langsung memeluk tubuh Berlian.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Berarti baby twins akan memiliki seorang adik. Dan itu artinya mamah akan memiliki cucu kembali," ucap Veronica begitu antusias dan bahagia. "Sungguh luar biasa kalian. Mamah salut dengan kalian baby twins baru berumur tiga bulan kalian sudah memberikan adik, baiklah mamah akan mengadakan syukuran. Varo kamu jags istri kamu, mamah ingin mengundang majelis taklim," ucap Veronica yang langsung beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamarnya.
"Varo,"
"Ada apa mommy?"
"Aku masih takut untuk melahirkan kembali, rasa sakitnya pun belum hilang dari ingatanku," ucap Berlian membuat Varo langsung memeluk tubuh Berlian.
"Yang merasakan sakit itu aku bukan kamu?"
"Siapa bilang aku juga merasakan sakit saat kamu tendang, pukul, gigit, cakar, tampar dan lain sebagainya. Apa kamu lupa?" tanya Varo mengingat kembali saat proses persalinan baby twist yang membuat Varo selalu tersenyum saat mengingatnya.
"Itu resiko kamu jangan mau enaknya saja,"
__ADS_1
"Kamu juga merasakan enaknya juga kan mommy, sampai mata kamu merem melek dan bibir manis kamu ini meracau tidak jelas," ucap Varo sambil mengelus bibir Berlian.
"Ah sudahlah jangan dibahas lagi. Aku ingin menemui baby twins di kamarnya," ucap Berlian yang langsung beranjak dari duduknya menuju kearah kamar bayi twins diikuti Varo dari belakangnya, yang hanya bersebelahan dengan kamarnya.
Setelah sampai kamar baby twins, Berlian langsung menyuruh ke empat babysitter baby twins untuk keluar dari kamar. Dan tentunya Berlian memberi pesan kepada keempat nya jangan sampai Veronica mengetahui kalau Berlian yang menyuruh keempat babysitter tersebut. Membuat keempat babysitter tersebut langsung menganggukkan kepalanya.
"Mommy. Mamah benar loh, kenapa kamu menyuruh pengasuh baby twins untuk keluar. Kalau kamu kenapa-kenapa bagaimana?"
"Daddy Varo kalian berdua tuh terlalu posesif. Aku juga ingin menghabiskan waktu dengan baby twins daddy,"
"Tapi…"
"Varo diamlah," ucap Berlian memotong perkataan Varo dan Berlian langsung mencium baby twins bergantian. Kemudian Berlian langsung mengangkat baby boy yang tiba-tiba menangis.
"Mommy biarkan aku saja," ucap Varo yang langsung mengambil alih baby boy. Tapi baby boy malah menangis lebih kencang membuat Varo langsung panik.
"Daddy sepertinya popok baby boy ingin diganti. Sini berikan baby boy,"
__ADS_1
"Biar aku saja yang mengganti, mommy diam-diam saja," ucap Varo yang langsung membawa baby boy ke ruang ganti.
"owek, owek,"