
"Mamah, aku istirahat dulu ya bersama Berlian, sepertinya Berlian sudah kelelahan" ujar Varo kepada Veronica saat Berlian menarik tangan Varo untuk berhenti berlari.
"Kalian payah sekali baru tiga putaran sudah kelelahan" ujar Veronica sambil berhenti berlari dan menatap kearah Berlian dan juga Varo, ketika Veronica mengajak Berlian, Varo dan juga bibi Ami untuk berolahraga di taman komplek yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka.
"Giliran olahraga ranjang bisa berjam-jam, baru tiga putaran sudah mengeluh payah sekalian kalian" sambung bibi Ami yang baru selesai menenggak minuman yang dibawanya dari rumah.
"Kalau itu jangan ditanya, berlama-lama juga aku kuat karena nikmat, lah ini hanya membuatku lelah saja" ujar Varo sambil memeluk pinggang Berlian dari samping.
"Alasan, yuk bu Mi kita tinggalkan pasangan tidak tahu diri ini, pasti mereka akan bermesraan dan akan membuat kita iri melihatnya, bu Mi tahu sendiri suamiku sedang tidak berada dirumah, kalau aku ingin bermesraan harus dengan siapa coba" ujar Veronica sambil menarik tangan bibi Ami.
"Sama bibi Ami mah" ujar Varo sebelum bibi Ami dan juga Veronica jauh meninggalkannya.
"Kurang ajar kita bukan aliran apem makan apem" ujar Veronica sambil membalik badannya menghadap ke arah Varo sambil melempar botol yang berada ditangannya dan langsung ditangkap oleh Varo.
"Payah nenek-nenek" ujar Varo dan langsung berlari sambil menarik tangan Berlian saat Veronica sudah bertolak pinggang.
Disini Berlian dan juga Varo berada di taman komplek dimana banyak warga komplek yang berkumpul untuk berolahraga ketika sedang akhir pekan seperti sekarang ini.
Berlian tersenyum melihat ada seorang ibu bersama dengan anak kecil dan suaminya sedang bermain dengan perut si ibu sedang hamil besar.
"Ada apa kamu tersenyum Berlian?" tanya Varo ketika dirinya sedang tidur dipangkuan Berlian ketika keduanya beristirahat di salah satu bangku taman, sambil menciumi tangan Berlian ketika keduanya memutuskan untuk beristirahat di taman permainan anak yang disediakan di komplek tempatnya tinggal.
__ADS_1
"Itu" tunjuk Berlian menggunakan dagunya mengarah kearah keluarga yang sedari tadi Berlian tatap. "Kapan aku akan memiliki anak, pasti hidup kita akan lebih bahagia lagi bila ada seorang anak diantara kita"
"Kenapa kamu berkata seperti itu?, apa selama ini kamu tidak bahagia?" tanya Varo membuat Berlian langsung menatap Varo yang masih berada di pangkuannya.
"Tentu aku sudah sangat bahagia, tapi aku ingin sekali memiliki seorang anak" ujar Berlian sambil tersenyum ke arah Varo dan mencubit hidung Varo. "Kamu tahu kesempurnaan seorang wanita itu apa?" tanya Berlian membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya. "kesempurnaan wanita itu bila dirinya sudah bisa mengandung dan melahirkan seorang anak" ujar Berlian lagi membuat Varo langsung menegakkan kepalanya dan langsung menggenggam kedua tangan Berlian.
"Tapi bagiku kamu sudah sangat, sangat sempurna Berlian Ayunda, dan aku yakin kita nanti akan memiliki seorang anak percayalah kepada Allah, itu yang selalu kamu bilang bukan" ujar Varo menyebut nama panjang Berlian dan langsung memeluk tubuh Berlian.
"Terima kasih" ujar Berlian yang langsung balik memeluk tubuh Varo dengan erat
Bug……….suara botol air mineral kosong yang tiba-tiba melayangkan mengenai punggung Varo membuat Varo dan juga Berlian langsung melepas pelukannya dan Varo langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari siapa yang melempar dirinya dengan botol air mineral.
"Aku disini" ucap pak Cul yang langsung menghampiri Varo dan juga Berlian.
"Kamu lihat itu" ujar pak Cul sambil menunjuk papan yang berada di pojok taman tersebut.
"Tidak boleh berbuat mesum, dan apapun yang mengarah ke tindakan mesum, di taman ini banyak anak-anak, yang mungkin saja akan mengikuti apa yang anda lakukan, waspadalah, waspadalah" ucap Varo membaca papan pengumuman yang berada di pojok taman. "Tapi kita tidak berbuat mesum pak, kita hanya berpelukan" bela Varo Setelah membaca papan pengumuman tersebut.
"Iya habis berpelukan langsung grepe-grepe kemana saja"
"Grepe-grepe apaan pak Cul?" tanya Varo penasaran.
__ADS_1
"Astagfirullah hal azim grepe-grepe saja tidak tahu, dasar impor dongo" ujar pak Cul sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Grepe-grepe itu begini dek Varo biar aku praktekan" sambung pak Lun yang tiba-tiba datang entah dari mana.
"Stop pak Lun" ujar Berlian saat pak Lun menghampiri dirinya dan juga Varo, dan pak Lun langsung memeluk tubuh Varo kemudian meraup wajah Varo sambil memonyongkan bibirnya ke arah Varo.
"Cih….." ujar Varo sambil mendorong tubuh pak Lun. "Aku masih normal tidak suka dengan pisang menjijikan sekali" ujar Varo sambil mendorong tubuh pak Lun sebelum pak Lun menciumnya.
"uwek……..uwek………uwek………"
*
*
*
Bersambung............
**Like, komen, ayo😂😂😂😂😂😂bunga juga ayo otor terima dengan senang hati wkwkwkwkw.
Otor bercanda, kalian sudah baca novel otor abal-abal ini saja otor sudah senang.
__ADS_1
Sehat selalu untuk kalian semua 😘😘😘😘😘😘**