Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 53 Akal Bulus


__ADS_3

Sudah satu minggu Berlian dan juga Varo tinggal bersama dengan bibi Ami, dengan penuh kesederhanaan, Varo yang sudah biasa hidup dengan kemewahan tidak mengalami kesulitan karena bagi Varo selama ada Berlian di sampingnya, Varo akan terus bahagia walaupun hidup dengan kesederhanaan. 


Hal rutin setiap pagi yang dilakukan oleh Varo dan juga Berlian adalah berbelanja sayur yang terdapat di dekat pos jaga pintu masuk perumahan. 


Seperti biasa banyak ibu-ibu yang sudah menunggu kedatangan Berlian dan juga Varo, lebih tepatnya menunggu kedatangan Varo, yang sekarang menjadi idola baru untuk ibu-ibu di komplek perumahan tersebut. 


"Selamat pagi cowok ganteng?" tanya salah satu ibu-ibu merayu Varo ketika Varo dan juga Berlian sudah sampai untuk berbelanja saya. 


"Pagi ibu-ibu cantik" Varo menyapa ibu-ibu dengan ramah dan senyum yang membuat siapapun akan meleleh melihatnya. 


Sudah biasa bagi Berlian mendapati suaminya di rayu oleh ibu-ibu komplek, dan ini menjadi keberuntungan untuk keduanya, Berlian langsung mengedipkan sebelah matanya kepada Varo sambil tersenyum membuat Varo langsung mengangguk. 


"Enaknya hari ini makan apa ya?" ucap Varo sambil memegang sayur mayur dan yang lainnya yang berada di gerobak sayur milik mang Dudung.


"Ayam rica-rica" 


"Ayam goreng" 


"Ayam rendang" 


"Ikan gohu" 


"Ikan kuah kuning" 

__ADS_1


"Pecak ikan" 


"Soto ayam" 


"Soto daging" 


Ucap ibu-ibu saling bersahutan menjawab pertanyaan Varo. 


"Iya nih sepertinya enak semua, bagaimana istriku kita masak seperti yang ibu-ibu katakan ya?" ucap Varo bertanya pada Berlian yang sedang memilih sayur. 


"Tidak usah, makanan itu penuh lemak tidak bagus untuk tubuh kamu, jangan banyak permintaan" ucap Berlian dengan ketus membuat ibu-ibu langsung menatap tajam kearah Berlian. 


"Ada apa ibu-ibu menatapku?" tanya Berlian kepada semua ibu-ibu yang sedang menatap tajam Berlian. 


"Ibu-ibu tidak boleh ikut campur, Varo suamiku mau aku kasih makan apa terserah kepadaku, dia saja tidak bekerja" ujar Berlian ketus sambil menunjuk Varo menggunakan terong yang berada ditangan Berlian, membuat Varo langsung mengumpat di belakang ibu-ibu.


"Sabar dek Varo punya istri seperti dia" ucap ibu-ibu sambil menunjuk ke arah Berlian. 


"Tolong saya bu" ucap Varo yang masih setia mengumpat di belakang ibu-ibu.


"Tenang saja dek Varo untuk hari ini saya akan membuat makanan yang spesial untuk dek Varo, tunggu satu jam lagi" ucap salah satu ibu-ibu sambil memegang pipi Varo dan tersenyum kemudian dirinya mengambil belanjaan dan meninggalkan tukang sayur ketika sudah mendapatkan apa yang akan diperlukan.


"Saya juga ingin membuat masakan yang istimewa, tunggu satu jam lagi saya juga akan mengantar makanan ke rumah dek Varo" ucap ibu yang lainnya sambil tersenyum. "Dasar istri pelit" ucap ibu tersebut menatap tajam kearah Berlian sambil berlalu meninggikan tukang sayur.

__ADS_1


"Iya saya juga, ingin membuatkan masakan spesial untuk dek Varo."


"Saya juga" ujar ibu-ibu lainnya yang langsung satu persatu meninggalkan tukang sayur menyisakan mang Dudung penjual sayur, Varo dan juga Berlian. 


"Jadi yang mana belanjanya dek?" tanya mang Dudung kepada Berlian.


"Maaf mang tidak jadi" ucap Berlian sambil berlalu meninggalkan tukang sayur yang langsung diikuti oleh Varo dari belakangnya, membuat mang Dudung hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil  tersenyum mendapati ada pasangan suami istri yang kompak menjahili ibu-ibu dengan akal bulus keduanya.


"Tos" ujar Berlian sambil mengangkat telapak tangannya. 


"Tos" ucap Varo yang langsung menyatukan telapak tangan mereka diakhiri dengan tawa renyah keduanya, karena keduanya untuk yang kesekian kali bisa mengelabui ibu-ibu penghuni komplek dengan akal bulus keduanya.


"Pintar sekali mataku satu ini, kalau setiap hari kita bisa makan gratis uang kita akan tetap utuh" ujar Varo yang langsung memeluk pinggang Berlian dengan satu tangannya. 


"Ok lah kita pikirkan lagi rencana untuk besok………."


"Rencana apa?" tanya bibi Ami yang sudah berada di belakang Varo dan juga Berlian membuat keduanya terkejut dan langsung membalik tubuh mereka. 


"Bibi Ami" ujar keduanya bersamaan membuat Bibi Ami langsung bertolak pinggang menatap keduanya dengan tajam. 


"Ikut dengan bibi sekarang juga" ucap bibi Ami dengan kesal membuat Varo dan juga Berlian saling menatap kemudian mengikuti bibi Ami yang sudah berjalan mendahului keduanya. 


Bersambung.............

__ADS_1


__ADS_2