Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 88 Teh Celup


__ADS_3

"Ach…….mamah sakit" ujar Varo saat Veronica menarik telinganya. 


"Kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ayah, jangan bertingkah seperti anak kecil, nanti anak kamu malu melihat tingkah daddynya tidak beda jauh dengannya. 


"Iya aku tahu, oh ya mah ada yang ingin aku bicarakan dengan mamah, tapi jangan disini kita bicara di rumah mamah saja" ujar Varo yang langsung melangkahkan kakinya keluar dari halaman rumah bibi Ami menuju rumah Veronica yang hanya berjarak beberapa rumah saja. 


"Apa kamu yakin sayang?" tanya Veronica setelah Varo menjelaskan rencananya. "Kalau menurut mamah mending kita menunggu hingga usia kandungan Berlian sudah terlihat besar, kasian kalau sekarang-sekarang ini pasti nanti Berlian akan merasa kelelahan" 


"Oh ya aku baru ingat kalau dokter menyuruh Berlian untuk tidak terlalu capek di trimester awal" ujar Varo sambil menepuk jidatnya. "Baiklah, kita tunggu hingga usia kandungan Berlian sudah besar, kalau begitu aku pulang dulu mah, dan ingat ini rahasia kita berdua ok mah" 


"Ok sayang, mamah yang akan mengurus semuanya kamu terima jadi saja"


"Siap terima kasih sebelumnya mah" 


"Itu saja?"


"Terus?" 


"Kasih mamah imbalan lah" 


"Ok sebutkan apa yang ingin mamah inginkan dariku, aku akan mengabulkannya. 


"Untuk malam ini mamah ingin tidur bersama dengan Berlian dan juga calon cucu mamah" 


"Oh tidak, untuk yang satu itu maaf aku tidak akan mengabulkannya mah, mamah tau sendiri bukan, Berlian baru hamil, mamah pasti tahu lah, janin yang berada didalam perut istriku belum terbentuk sempurna, dan aku harus menyempurnakannya, apa mamah ingin melihat aku melakukan senam malam" ujar Varo menggoda Veronica dan dirinya langsung beranjak dari duduknya. 


"Baiklah mamah tidak akan menginap, kamu sempurnakan dulu cucu mamah, ingat bermain halus dan jangan kasar, lakukan dengan hati-hati jangan menyakiti cucu mamah" 


"Siap mah, aku akan melakukanya dengan halus dan tidak akan menyakiti cucu mamah" ujar Varo sambil tersenyum dan langsung meninggalkan rumah Veronica. 


"Bi Varo sedang pergi kemana?" tanya Berlian saat Berlian menuju dapur untuk membantu bibi Ami menyiapkan makan malam. 

__ADS_1


"Sepertinya sedang kerumah Veronica, apa yang kamu lakukan nak?" 


"Aku akan memasak untuk makan malam bi" 


"Tidak kamu tidak boleh melakukan apapun, ingat kamu sedang hamil sekarang" ujar bibi Ami sambil mengambil bahan makanan yang akan dimasak oleh Berlian. 


"Bi aku sedang hamil bukan sedang sakit, jangan berlebihan seperti itu" 


"Pokoknya tidak boleh, bibi tidak mau terjadi sesuatu pada calon cucu bibi yang berada disini" ujar bibi Ami sambil mengelus perut Berlian yang masih rata kemudian bibi Ami menuntun Berlian menuju kamarnya. 


"Diam-diam disini dan jangan kemanapun" ujar bibi Ami setelah mendudukkan Berlian di ranjang kemudian bibi Ami langsung meninggalkan kamar Berlian. 


"Kenapa sih semua orang berlebihan sekali, orang hamil juga butuh pergerakan, bukan hanya diam saja seperti patung" gerutu Berlian setelah bibi Ami keluar dari kamarnya. 


"Kamu boleh ko bergerak tapi hanya diatas ranjang mommy" ujar Varo yang tiba-tiba masuk kedalam kamar. 


"Mengagetkan saja" ujar Berlian sambil mengelus dadanya"


"Maaf mommy" ujar Varo yang langsung mencium singkat bibir Berlian. "Lihatlah apa yang aku bawa untukmu mommy" ujar Varo lagi setelah Varo melepas tautan bibirnya sambil mengangkat kedua tangannya yang penuh dengan kantong plastik dan juga paper bag. 


"Ini susu hamil untukmu" ujar Varo sambil mengeluarkan beberapa susu hamil dari berapa merek dan berbagai macam rasa. "Dan ini bermacam-macam buah untukmu mommy agar kamu tetap sehat" ujar Varo lagi sambil menunjukan beberapa kantong plastik yang berisi berbagai macam buah-buahan"


"Varo kamu berlebihan sekali, kapan aku bisa menghabiskan susu sebanyak ini, dan apa ini buah-buahan sebanyak ini kapan akan………." ucapan Berlian berhenti saat Varo mel*mat bibir Berlian. 


"Kamu harus menghabiskan, untuk menambah energi karena aku akan menjenguk calon baby kita" ujar Varo setelah melepas tautan bibirnya sambil mengelus perut Berlian.


"Kamu bicara apa?, dokter sudah bilang bukan kita tidak boleh melakukanya dulu" 


"Tapi singkong bakar jumbo milikku, ingin menemui baby yang berada disini" ujar Varo sambil mengelus lagi perut Berlian. "Boleh ya, aku akan melakukannya dengan pelan sepelan membuat teh celup" 


"Baiklah ayo mulai" ujar Berlian yang langsung merentangkan tangannya, dengan segera Varo langsung memeluk tubuh Berlian. 

__ADS_1


"Baby, daddy akan segera menemuimu, kamu diam-diam ya, karena daddy akan memberi vitamin untukmu" ujar Varo sambil mengelus perut Berlian dan langsung mel*mat bibir Berlian. 


"Varo……… apa yang kamu lakukan," ujar bibi Ami yang masuk ke dalam kamar Berlian saat pintu kamar tidak ditutup sambil menarik belakang baju Varo membuat Varo langsung melepas tautan bibirnya. 


"Bibi apa yang bibi lakukan?" 


"Menurutmu?, kalian tidak boleh wik-wik dulu, ingat kandungan Berlian masih muda" ujar bibi Ami sambil bertolak pinggang. "Apa kamu ingin menyakiti calon anakmu?" 


"Tidak bi, aku hanya ingin memberi baby ku vitamin itu saja, dan aku akan melakukannya dengan pelan-pelan" 


"Alasan saja, sudah kita makan malam dulu" ujar bibi Ami sambil menarik tangan Berlian menuju keluar kamar. 


"Tapi setelah makan malam boleh kan bi?" tanya Berlian sambil tersenyum ke arah bibi Ami. 


"Iya boleh ya bi" sambung Varo sambil memegang tangan bibi yang satunya. 


"Tidak boleh titik, bibi akan tidur bersama dengan kalian malam ini" 


"Oh no…………………."


*


*


*


Bersambung.................


Hai.......hai


**Otor abal-abal ini mau ngucapin terima kasih untuk kalian semua yang sudah like, komen positif, hadiah dan juga vote untuk novel otor ini.

__ADS_1


Semoga kalian selalu diberi kesehatan dan juga rejeki berlimpah biar bisa beli kuota dan bayar fivi untuk terus dukung novel otor ini 😂😂😂😂😂😂😂


Lopeyu 😘😘😘😘😘😘😘😘**


__ADS_2