Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 81 Cemburu?


__ADS_3

"Varo kurang ajar………."


"Jangan…" ucap Sabila memotong perkataan Malik sambil menahan tangan Malik yang akan melayangkan pukulannya ke arah Varo. 


"Minggir siapa kamu melarangku?" ucap Malik menatap tajam kearah Sabila. 


"Aku istrimu," 


"Malik" sambung Sofyan sambil menggelengkan kepalanya. "Ada apa dengan kalian kenapa kalian seperti kucing dan anjing bila sudah bertemu?" tanya Sofyan kepada Malik dan juga Varo. 


"Aku tidak kenapa-kenapa paman, aku hanya bercanda Malik nya saja yang menganggap serius perkataan ku, paman tahu sendiri dia tuh seperti kanebo kering kaku" ujar Varo sambil menghampiri Malik yang sedang menatap Varo dengan tajam. 


"Maaf saudaraku bukannya aku mengataimu, memang itu benar adanya bukan ha ha ha" ujar Varo sambil tertawa membuat Malik langsung menatap tajam kearah Varo.


"Jangan menatapku begitu, aku jadi takut" ujar Varo lagi sambil meledak Malik yang sedang menatapnya tajam.


"Oh ya Sabila jaga suamimu baik-baik kalau sedang marah langsung peluk saja dia, dan ajak dia senam ranjang, agar dia tahu bagaimana nikmatnya surga dunia" ujar Varo kepada Sabila.


"oh ya untukmu saudaraku Malik, jangan sia-siakan lubang donat yang sudah halal rasanya jauh lebih nikmat dibanding yang belum halal, percaya itu" bisik Varo ditelinga Malik. "Dan jangan pernah mengharap wanita yang sudah memiliki suami seperti Berlian, cintailah istrimu karena Sabila wanita yang sangat baik" bisik Varo lagi ditelinga Malik sambil menepuk punggung Malik dan pergi meninggalkan kamar hotel yang ditempati Malik sambil memeluk pinggang Berlian, diikuti semua yang masih berada di dalam kamar menyisakan Malik dan juga Sabila yang hanya diam membisu dengan pikirannya masing-masing. 


"Apa aku boleh memijat kakimu?" tanya Sabila memecah kesunyian di antara keduanya. 


"Tidak perlu, kamu istirahatlah" ujar Malik yang langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang diikuti Sabila yang juga merebahkan badannya di ranjang yang sama. 


"Aku sekarang sudah menjadi isterimu, kamu boleh meminta hak mu kepadaku" ujar Sabila sambil membalik tubuhnya menghadap kearah Malik yang sedang menatap langit-langit kamar hotel. 


"Aku tidak akan menyentuhmu, jadi diamlah dan jangan bicara lagi" 

__ADS_1


"Lupakan Berlian, benar kata Varo tidak pantas kamu mengharap wanita yang sudah memiliki suami seperti Berlian," ujar Sabila membuat Malik langsung beranjak dari tidurnya dan turun dari ranjang. "Sekarang aku istrimu yang pantas kamu cintai itu hanya aku, dan aku akan membuatmu mencintaiku" ujar Sabila membuat Malik menghentikan langkah kakinya ketika akan menuju sofa yang berada di dalam kamar hotel dan langsung melangkahkan kakinya kembali saat Sabila sudah selesai bicara tanpa memberi tanggapan kepada Sabila.


"Ibu-ibu kemarin tahu kan kalau acara resepsi anak pak Sofyan si Malik itu jadi kacau ketika tiba-tiba Malik pingsan" ujar bu Susi ketika sedang berada di tukang sayur tempat mang Dudung yang berada di dekat pos security perumahan sederhana yang Berlian tempati. 


"Iya aku tahu,...."


"Aku juga tahu….."


"Kasihan sekali Malik….." ujar ibu-ibu yang lainnya yang sedang memilih sayur mayur. 


"Oh ya ibu-ibu ada gosip baru katanya Malik itu selama ini mencintai Berlian istri dari Varo sepupunya" ucap bu susi lagi membuat semua ibu-ibu yang berada di tukang sayur menatap kearah bu Susi. 


"Masa sih bu…."


"Iya masa……"


"Tidak mungkin…….." ucap ibu-ibu lagi tidak percaya pada apa yang diucapkan oleh bu Susi. 


"Jangan bergosip bu, itu ada dek Berlian dan juga dek Varo" ujar mang Dudung sambil menunjuk Varo dan juga Berlian yang akan membeli sayur. 


"Selamat pagi ibu-ibu semua?" tanya Varo sambil tersenyum ramah saat dirinya ingin mengantar Berlian untuk berbelanja sayur. 


"Eh iya kebetulan kalian berada disini, apa dek Varo tahu kalau Berlian dan juga Malik dulu pernah saling jatuh cinta" ucap bu Susi kepada Varo membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya. 


"Hati-hati loh dek Varo siapa tahu nanti Berlian dan juga Malik berselingkuh di belakang dek Varo" sambung bu Mirna membuat Berlian langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. 


"Apa yang ibu katakan?, jangan suka menuduh orang sembarangan" ujar Berlian kesal sambil menatap tajam kerah bu Susi dan juga bu Mirna yang dijuluki duo julid. 

__ADS_1


"Betul kata Berlian, tidak mungkin Berlian melakukan itu, kita saling mencintai" ujar Varo sambil memeluk pinggang Berlian. 


"Iya bu Susi dan juga bu Mirna jangan asal menuduh, kita semua tahu kalau dek Varo dan juga dek Berlian adalah pasangan terhamonis" sahut salah satu ibu-ibu yang membela Berlian. 


"Itu salah satu cara agar selingkuh tidak diketahui oleh pasangan jadi dia akan bersikap harmonis" ujar bu Susi membuat Varo langsung menarik tangan Berlian pergi meninggalkan tukang sayur. 


"Varo………." ucap Berlian saat Varo langsung masuk kedalam kamarnya dan tidak mengatakan satu patah kata pun setelah pulang dari tukang sayur.


"Benar aku dulu pernah mencintai Malik, tapi itu dulu dan sekarang yang aku cintai hanya dirimu, jangan marah" jelas Berlian sambil memeluk tubuh Varo dari belakangnya. 


"Siapa juga yang marah, aku tahu kamu sangat mencintaiku begitupun aku yang sangat mencintaimu" ujar Varo sambil membalik tubuhnya menghadap Berlian lalu memeluk erat tubuh Berlian. 


"Tapi kenapa tadi kamu terlihat cemburu?" 


"Aku tidak cemburu aku hanya kesal" 


"Kesal?" 


"Iya karena kamu tidak mau menaikiku semalam" ujar Varo yang langsung mel*mat bibir Berlian. 


Gubrak………….


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...............


Like, komen jangan dilupa😊😊😊😊😊 bunga juga boleh😂😂😂😂😂😂😂


__ADS_2